VIDEO: Habitat Jadi Kebun Sawit, Kehidupan 13 Orang Utan Terancam

Menyempitnya habibat membuat perilaku orang utan menjadi liar.

Diterbitkan 17 Maret 2016, 07:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Samarinda - Kehidupan 13 orang utan yang masih tersisa di sejumlah hutan di daerah Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, terancam. Satwa langka ini kini terpaksa harus menghuni kawasan hutan yang sempit.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (17/3/2016), belasan orang utan tersebut kini terpaksa harus hidup terpisah-pisah akibat perambahan hutan yang dijadikan kebun kelapa sawit.

Baca Juga

  • Lahir Saat Tsunami Aceh, Orang Utan Ini Rayakan Ulang Tahun
  • Temuan LIPI: Perilaku Hewan Berubah Saat Gerhana Matahari
  • Banyak Hewan Piaraan Mati, Jejak Harimau Sumatera Terendus

Menyempitnya habibat membuat perilaku orang utan menjadi liar. Mereka harus turun ke tanah mendapatkan makanan. Tak jarang di antara mereka mencabut bibit sawit hingga disebut hama oleh kalangan perusahaan.

Kian terpojoknya komunitas orang utan membuat pemerhati orang utan mengambil langkah-langkah antisipatif. Salah satunya mencarikan kawasan hutan baru, agar perkembangan orang utan tidak cepat punah, terlebih di antara 13 orang utan itu ada yang masih bayi.

Selain mencarikan alternatif lain, pihak Centre For Orangutan Protection (COP) menilai, pemberian izin di kawasan habibat orang utan sebagai pelanggaran serius. COP berharap pemerintah melalui Kementerian Kehutanan agar mengevaluasi izin tersebut, agar keberadaan orang utan tidak lagi terancam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6