Yunani Masih Bisa Diselamatkan?

Pasca gagal bayar utang pada IMF, Yunani pun menolak bantuan dana dari Troika. Bagaimana selanjutnya?

Diterbitkan 06 Juli 2015, 20:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Yunani gagal bayar utang akibat pemborosan anggaran dan korupsi sistemik.
  • Pada 30 Juni 2015, Yunani resmi default setelah negosiasi utang gagal.
  • Rakyat Yunani menolak dana bantuan (bailout) dalam referendum 5 Juli 2015.

Liputan6.com, Jakarta Pemborosan anggaran belanja dan korupsi sistemik selama bertahun-tahun menyebabkan Yunani tidak mampu membayar utang. Setelah mengalami sekitar 6 tahun masa resesi dan pengetatan anggaran besar-besaran, pertumbuhan ekonomi Yunani tak jua kunjung membaik.

Pada 2015, harapan muncul ketika pengetatan anggaran (austerity) dilonggarkan kembali oleh PM Yunani Alexis Tsipras. Namun, pasca kegagalan negosiasi dengan kreditor untuk perpanjangan pembayaran utang, pada 30 Juni 2015, Yunani ditetapkan sebagai negara yang mengalami gagal bayar (default).

Menyusul peritiwa tersebut, Yunani memutuskan untuk mengadakan referendum, pada 5 Juli, untuk memilih antara menerima atau menolak dana bantuan (bailout) dari Troika (IMF, ECB dan Uni Eropa). Hasil referendum, rakyat Yunani menolak dana bantuan tersebut.

Bagaimana nasib Yunani pasca penolakan dana bailout? Simak selengkapnya dalam infografis di bawah ini (6/7/2015) :

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6