Dukung TKI Erwiana, Buruh Migran Gelar Demo di Bundaran HI

Buruh migran menggelar aksi demo di Bundaran HI memberi dukungan pada TKI Erwiana dan menuntut majikan yang menyiksanya dihukum seumur hidup

Diterbitkan 27 Februari 2015, 14:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Massa buruh migran demo di Bundaran HI, menuntut hukuman seumur hidup bagi penyiksa Erwiana.
  • Erwiana, TKI asal Sragen, disiksa majikannya di Hong Kong hingga luka parah dan kurus.
  • Erwiana diakui majalah Time sebagai 100 orang berpengaruh karena keberaniannya.

Liputan6.com, Jakarta - Massa dari berbagai elemen buruh migran pada Jumat 27 Februari pagi menggelar aksi demo di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Demonstran memberi dukungan pada Erwiana yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong, mereka menuntut majikan yang menyiksanya dijatuhi hukuman seumur hidup.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Jumat (26/2/2015), sekitar setahun lalu, TKI asal sragen, Jawa Tengah ini dianiaya majikannya Law Wan Tung hingga menderita luka-luka di wajah, kaki, tangan dan bokongnya. Erwiana bahkan harus memakai pampers saat pulang di tanah air dan langsung dirawat di Rumah Sakit Sragen.

Gadis cantik berusia 23 tahun ini berubah menjadi penuh nestapa. Kerap disiksa majikan dan bekerja 21 jam sehari menjadikan tubuhnya kurus dan penuh luka.

Erwiana bukanlah politisi, pejabat atau selebritas, namun ia masuk dalam daftar 100 orang berpengaruh dunia versi majalah Time. Erwiana dipuji karena TKI korban penyiksaan majikannya di Hong Kong ini berani memperjuangkan keadilan. (Dan/Mut)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • TKI Hong Kong
  • Penganiayaan