Tangis Bocah SD di Pemakaman Ayah dan Anak Korban AirAsia

"Selamat jalan temanku, kenanganmu tetap tidak akan kami lupakan," ucap Markus, seorang teman Grayson, korban AirAsia.

Diterbitkan 08 Januari 2015, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Malang - Tangis haru mewarnai prosesi pemakaman Tony Linaksita (42) dan Grayson Herbert Linaksita (11). Ayah dan anak penumpang AirAsia QZ8501 ini dimakamkan berdampingan di Kompleks Pemakaman Sentong Baru Lawang, Malang, Jawa Timur.
 
Selain keluarga, prosesi pemakaman yang dimulai sejak pukul 10.00-11.00 WIB itu juga dihadiri guru, teman sekolah, dan tim sepak bola Grayson Herbert Linaksita.
 
"Terimakasih pada semua pihak yang memberi dukungan, mohon maaf jika ada kesalahan dari saudara kami," kata perwakilan keluarga, Merry dalam pidato pemakaman di Malang, Jawa Timur, Kamis (8/1/2015).

Bocah-bocah rekan Grayson di Merlion School Surabaya itu tak bisa menahan tangisnya. Isak tangis mereka menambah pilu prosesi pemakaman ayah dan anak tersebut. Di mata mereka, sosok Greyson dikenal sebagai anak yang lucu, periang, dan tidak mudah marah.
 
"Selamat jalan temanku, kenanganmu tetap tidak akan kami lupakan," ucap Markus, seorang teman Grayson.

 


Markus juga rekan bermain sepakbola Grayson. Mereka tergabung dalam Merlion Soccer Club dan menjadi runner up dalam sebuah kejuaraan yang digelar Desember 2014 kemarin di Surabaya.
 
"Grayson adalah penjaga gawang kami. Dia adalah seorang yang tidak mudah marah dan menyenangkan," tutur Markus.
 
Jenasah Tony dan Grayson Linaksita dimakamkan pagi tadi. Keduanya dimakamkan lebih dulu. Sementara jenazah istri dan anak Tony yang ikut dalam penerbangan nahas itu, Megawati dan Kathleen Linaksita hingga kini belum ditemukan.
 
Di kompleks pemakaman dan jam yang sama tadi juga dimakamkan pasangan ayah dan anak, Lim Yan Koen dan Yuanita Limantara yang ikut menjadi penumpang AirAsia QZ8501.

 

(Mut)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6