AirAsia Setop Penerbangan Langsung Singapura-Jakarta Mulai 1 Juli 2026

Nantinya, waktu tempuh penerbangan AirAsia rute Singapura-Jakarta (PP) yang biasanya kurang dari dua jam berpotensi menjadi lebih dari 10 jam.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 15:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai penerbangan AirAsia menghentikan layanan penerbangan langsung (non-stop) Jakarta-Singapura (PP) mulai 1 Juli 2026. Nantinya penumpang akan dialihkan untuk transit terlebih dulu melalui Kuala Lumpur untuk rute tersebut.

Melansir laman straitstimes, Jumat (26/6/2026), Chief Executive Officer (CEO) Grup AirAsia X, Bo Lingam, mengatakan AirAsia tengah mengoptimalkan jaringan penerbangan dengan mengalihkan kapasitas ke rute-rute yang memiliki kinerja lebih baik.

Kenaikan harga bahan bakar jet akibat konflik di Timur Tengah diakui ikut mendorong maskapai memangkas sejumlah penerbangan.

"Pembatalan atau penghentian layanan tersebut dilakukan demi keberlanjutan jaringan penerbangan dalam jangka panjang, dengan tetap berupaya meminimalkan gangguan bagi para penumpang," jelas Bo Lingam.

Bo juga menyebut AirAsia akan memaksimalkan layanan fly-through melalui Kuala Lumpur dan pusat operasional (hub) lainnya untuk memenuhi permintaan penumpang secara lebih efisien.

Bo Lingam menambahkan bahwa AirAsia juga terus memantau perkembangan situasi serta mengevaluasi jadwal penerbangannya berdasarkan kondisi pasar dan permintaan penumpang.

Akibat perubahan ini, perjalanan yang biasanya memakan waktu kurang dari dua jam berpotensi menjadi lebih dari 10 jam, tergantung pada lamanya waktu transit di Kuala Lumpur.

Kini tersisa tujuh maskapai lain, termasuk maskapai berbiaya rendah Scoot dan Citilink, yang masih akan tetap melayani penerbangan langsung Singapura dan Jakarta.

Dengan masih adanya 31 penerbangan langsung setiap hari dari Singapura ke Jakarta yang dioperasikan maskapai lain, diperkirakan sedikit penumpang yang akan memilih penerbangan transit yang ditawarkan AirAsia.

"Ini bisa terjadi ketika masih tersedia banyak opsi penerbangan langsung berbiaya rendah," kata Analis Penerbangan independen Brendan Sobie dari Sobie Aviation.

Sinyal Apa?

 

Penghentian rute Jakarta menjadi sinyal terbaru menyusutnya jejak operasi Indonesia AirAsia di Singapura maupun kawasan regional.

Berdasarkan informasi di situs resmi AirAsia, maskapai itu telah menghentikan 36 rute penerbangan, baik domestik maupun internasional.

Brendan Sobie mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19, Indonesia AirAsia merupakan maskapai asing terbesar kelima yang beroperasi di Bandara Changi.

Data dari OAG Aviation menunjukkan Indonesia AirAsia mengoperasikan 104 penerbangan dari Bandara Changi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Juni 2025. Jumlah tersebut turun drastis menjadi 30 penerbangan pada Juni 2026.

Kapasitas kursi per bulan juga merosot dari rata-rata sekitar 36.000 kursi pada 2025 menjadi hanya 5.400 kursi pada Juni 2026. Penurunan ini semakin cepat setelah Indonesia AirAsia menghentikan penerbangan langsung rute Singapura-Bali pada April lalu

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6