NU Akan Sambut Positif Ide Jokowi Tetapkan Hari Santri

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai rencana penetapan 1 Muharram sebagai Hari Santri masih sebatas ide dari Presiden Jokowi.

Diterbitkan 23 Oktober 2014, 23:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai rencana penetapan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri masih sebatas ide dari Presiden Jokowi. Ini karena belum ada pembicaraan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Usulan tersebut pernah disampaikan Jokowi saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

"Kan belum, masih ide Pak Presiden," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj di Media Center PBNU, Lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2014).

Meski begitu, PBNU tetap mengapresiasi upaya pemerintahan Jokowi dalam memerhatikan keberadaan umat Islam di Indonesia. Termasuk dalam menetapkan Hari Santri.

Dia menyambut baik rencana Presiden Jokowi itu untuk menetapkan Tahun Baru Islam sebagai Hari Santri sekaligus hari libur nasional.

"Kalau sudah ditetapkan kita sambut positif," tutur Said.

Menurut Said Aqil, sebenarnya penetapan Hari Santri tidak harus pada 1 Muharram. Hari-hari besar dalam penanggalan Islam lainnya juga bisa dipertimbangkan Jokowi sebagai Hari Santri.

"Sebenarnya tidak harus 1 Muharram ya. Bisa hari-hari besar Islam lainnya," tandas Said. (Ado)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi
  • liputan6
    Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pad
    Hari Santri