Liputan6.com, Jakarta - Seseorang pemilik akun Twitter @kemalsept dikecam sejumlah netizen atau pengguna media sosial lantaran mengeluarkan kicauan yang dinilai menghina Bandung.
Dalam cuitannya, @kemalsept menyebut Bandung sebagai Kota "P*R*K". Atas hal itu, beberapa pengguna Twitter lain mengecamnya.
"Jadi artis dadakan si @kemalsept :( goblog lo! Podol menyan lo! Nampuyak lo! :((((," kicau @edankeunnn, yang dikutip pada Sabtu (6/9/2014).
Pengguna Twitter lain menilai @kemalsept ingin terkenal seperti Florence Sihombing, mahasiswi Universitas Gadjah Mada yang juga dikecam karena menghina Kota Yogyakarta lewat media sosial.
"@infoajrin : kayaknya @kemalsept mau ngikut2 Florence. Kasihan, orang gak punya keahlian tapi mau terkenal ya begini ini #ibakita," cuit @tya_subiakto.
Walikota Bandung Ridwan Kamil pun langsung bertindak tegas terhadap pemilik akun @kemalsept dengan melaporkannya ke pihak kepolisian.
"@kemalsept anda secara resmi sy laporkan ke kepolisian, utk twit2 penghinaan.psl 27 UU 11 thn 2008," demikian kicauan @ridwankamil.
Pantauan Liputan6.com, akun @kemalsept saat ini sudah menghilang. Saat Liputan6.com mengklik @kemalsept, halaman untuk akun itu sudah tiada.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318203/original/006537500_1786089051-bibit_ayam_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1216153/original/012348000_1461730024-RK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318184/original/015332000_1786088834-bdg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316061/original/045723900_1785911442-WhatsApp_Image_2026-08-05_at_12.45.09__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316708/original/026220500_1785984084-Kondisi_Pantai_Pangandaran_usai_gempa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316069/original/040533500_1785911653-WhatsApp_Image_2026-08-05_at_09.55.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3193639/original/026204500_1596010570-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458366/original/038352700_1767077924-IMG_20251230_123004_818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316059/original/032754900_1785911442-WhatsApp_Image_2026-08-05_at_12.45.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312300/original/009966200_1785486408-Pohon_di_depan_lapangan_padel_ditebang_ilegal.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364661/original/048375900_1759122902-padel_1.jpg)