APBN 2000 Tak Perlu Direvisi

<i>Tidak ada yang perlu diubah dalam alokasi anggaran berjalan. Kalaupun ada yang diganti, masih ada instrumen belanja tambahan.</i>

Diterbitkan 05 September 2000, 14:42 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah tidak perlu merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2000. Sebab, tidak ada hal yang perlu diubah dalam alokasi anggaran berjalan. Lagipula, untuk menutup defisit anggaran yang mungkin terjadi, pemerintah dapat menggunakan instrumen anggaran belanja tambahan. Hal tersebut dilontarkan Mohammad Ichsan, peneliti dari Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Manajeman Universitas Indonesia kepada SCTV di Jakarta.

Menurut Ichsan, di setiap tahun anggaran, biasanya terjadi perubahan asumsi dasar APBN. Itu sebabnya, pada saat menyusun APBN pemerintah selalu melakukan penyesuaian agar realisasi anggaran dapat diakomodasi sesuai keperluan.

Ichsan membenarkan bahwa beberapa asumsi dasar mengalami perubahan dalam APBN tahun berjalan. Misalnya APBN tahun 2000 mematok nilai tukar rupiah sebesar 6.800 hingga 7.800 per dolar Amerika Serikat. Sedangkan posisi rupiah saat ini berkisar di atas 8.000 per dolar AS. Selain itu, harga minyak dunia sekarang tercatat masih berada di atas US$ 26 barelnya. Sementara APBN 2000 mematok harga minyak US$ 22.(TNA/Indy Rahmawati)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6