Liputan6.com, Jakarta Cara menanam seledri dari sisa batang bisa dimulai hanya dengan menyisakan sekitar 5 cm pangkal seledri yang biasanya dibuang. Pangkal itu direndam dalam air dangkal hingga muncul akar serta tunas baru dalam waktu sekitar satu minggu.
Setelah akarnya cukup kuat, bibit dipindahkan ke pot atau polybag berisi media tanam gembur. Dengan perawatan sederhana, cara menanam seledri dari sisa batang ini mampu menghasilkan panen daun segar berulang kali.
Teknik ini memanfaatkan jaringan meristem di pangkal seledri, yaitu titik tumbuh aktif yang mampu menumbuhkan akar dan daun baru. Memanfaatkan bagian dapur yang biasanya terbuang juga menjadi salah satu cara sederhana mengurangi limbah makanan, sama seperti ketika kita menanam sayuran dari sisa dapur di air.
Advertisement
Memilih dan Menyiapkan Sisa Batang Seledri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348658/original/089434100_1789452731-2.jpg)
Langkah awal dalam cara menanam seledri dari sisa batang adalah memilih dan menyiapkan bonggol yang tepat. Kualitas pangkal yang dipakai sangat menentukan apakah akar dan tunas baru dapat muncul dengan optimal.
-
Pilih seledri yang segar: Gunakan seikat seledri yang bonggolnya masih menyatu, bukan tangkai lepasan, idealnya yang dibeli dalam tiga sampai lima hari terakhir agar titik tumbuhnya masih aktif.
-
Potong bagian pangkalnya: Dengan pisau bersih, potong sekitar 5 cm dari bagian bawah seledri. Simpan tangkai atasnya untuk dimasak dan sisakan bonggol beserta sedikit batang sebagai bibit.
-
Periksa kondisi bonggol: Pastikan pangkal terasa padat, tidak lembek atau busuk, serta tonjolan kecil di bagian tengah (titik tumbuh) masih utuh karena di sanalah daun baru muncul.
-
Bersihkan pangkal: Bilas di bawah air mengalir untuk membuang kotoran, lalu kupas lapisan luar yang layu agar pertumbuhan akar baru tidak terhambat.
Sebagaimana dilaporkan Home Depot, produk seledri dari toko terkadang diberi perlakuan kimia yang menghambat pertumbuhan baru, sehingga memilih seledri organik cenderung lebih berhasil ditumbuhkan kembali. Produk yang menempuh perjalanan jauh atau sudah terlalu tua juga lebih sulit bertunas.
Baca juga: Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Akar di Botol Bekas
Merendam Sisa Batang Seledri dalam Air
Tahap perendaman menjadi inti dari cara menanam seledri dari sisa batang, karena di sinilah akar dan tunas dirangsang untuk tumbuh. Metode air ini paling cocok untuk pemula sebab prosesnya mudah diamati dan tingkat keberhasilannya tinggi.
-
Siapkan wadah dangkal: Gunakan mangkuk, gelas, atau toples bening. Letakkan bonggol dengan sisi potongan menghadap ke atas dan bagian akar di bawah.
-
Isi air secukupnya: Tuang air bersih bersuhu ruang hingga hanya sekitar 1 cm bagian bawah pangkal yang terendam. Jangan merendam seluruh bonggol karena bisa memicu pembusukan.
-
Gunakan tusuk gigi (opsional): Tancapkan tiga sampai empat tusuk gigi di sisi bonggol agar menggantung dan tidak menyentuh dasar wadah, sehingga tangkai luar tidak cepat membusuk.
-
Tempatkan di area terang: Letakkan di dekat jendela dengan cahaya matahari tidak langsung, misalnya sisi timur, dan hindari terik tengah hari yang dapat membakar tunas muda.
-
Ganti air secara rutin: Ganti air setiap satu sampai dua hari agar tetap bersih. Dalam 5-7 hari, daun kecil akan muncul dari tengah dan akar halus mulai terbentuk di dasar.
Mengacu pada panduan University of Florida IFAS, seledri, selada romaine, dan bok choy dapat diperbanyak dengan cara serupa, cukup dengan merendam sekitar setengah inci (kira-kira 1 cm) bagian pangkalnya, dan toples dinilai paling ideal sebagai wadah untuk seledri.
Merujuk panduan Penn State Extension, wadah sebaiknya dibersihkan setiap tiga sampai empat hari karena tanaman membutuhkan air yang bersih, dan jangan sekali-kali mencucinya dengan sabun sebab residunya dapat merusak tanaman.
Jim Hole, seorang ahli hortikultura, dikutip dari CBC, menjelaskan, "Selama Anda memiliki titik tumbuh tersebut, Anda bisa menghasilkan tanaman baru. Prinsip inilah yang membuat pangkal seledri bisa dihidupkan kembali layaknya saat orang menanam daun bawang dari batang.
Advertisement
Memindahkan Seledri ke Media Tanam dan Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489582/original/096754000_1769909127-Perawatan_Harian_untuk_Pertumbuhan_Optimal.jpg)
Memindahkan bibit ke tanah merupakan penentu lanjutan keberhasilan cara menanam seledri dari sisa batang agar tanaman mendapatkan nutrisi penuh. Perendaman di air hanya memancing akar, sedangkan pertumbuhan maksimal tetap membutuhkan media tanam yang subur.
-
Tunggu akar cukup panjang: Pindahkan saat akar sudah sekitar 2,5 cm dan daun baru mulai tumbuh, umumnya setelah 7-14 hari. Jangan biarkan terlalu lama di air agar bonggol tidak membusuk.
-
Siapkan media tanam: Campur tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, lalu ayak agar media gembur, subur, dan berdrainase baik.
-
Isi pot atau polybag: Masukkan media hingga tiga perempat bagian wadah. Pastikan terdapat lubang drainase di dasar agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar busuk.
-
Tanam di bagian tengah: Buat lubang, letakkan bonggol tepat di tengah media dengan daun baru tetap berada di atas permukaan tanah, lalu padatkan tanah di sekelilingnya secara perlahan.
-
Siram dan beri naungan awal: Siram hingga media lembap, kemudian simpan di tempat teduh beberapa hari agar tanaman beradaptasi sebelum terkena sinar matahari penuh.
Pemilihan wadah bisa disesuaikan dengan lahan yang tersedia, mulai dari pot kecil hingga menanam sayuran di pot atau polybag. Untuk mendukung media tetap subur, Anda juga bisa menambahkan pupuk organik dari sisa dapur, atau memilih salah satu dari media tanam murah yang cepat panen.
Baca juga: Cara Menanam Wortel di Polybag untuk Pemula
Merawat dan Memanen Seledri agar Panen Berulang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
Perawatan rutin melengkapi seluruh rangkaian cara menanam seledri dari sisa batang supaya hasilnya berkelanjutan. Meski tergolong mudah, seledri tetap membutuhkan air, cahaya, dan nutrisi yang konsisten agar tangkainya tidak kecil dan pahit.
-
Jaga kelembapan media: Siram secara teratur agar media selalu lembap tetapi tidak becek, sebab seledri menyukai kondisi lembap dan mudah layu bila kekurangan air.
-
Berikan cahaya cukup: Pastikan tanaman mendapat cahaya sekitar enam jam sehari; di daerah panas, beri sedikit naungan pada saat matahari paling terik.
-
Pupuk secara berkala: Beri pupuk cair seimbang yang diencerkan setiap dua sampai tiga minggu, dan hindari nitrogen berlebih agar tangkai tidak tumbuh pahit atau berongga.
-
Kendalikan hama: Periksa daun dari kutu daun, gunakan biopestisida agar hasil tetap organik, dan segera potong bagian tanaman yang terserang hama atau penyakit.
-
Panen dengan metode potong-tumbuh: Potong tangkai terluar lebih dulu dan sisakan bagian tengah agar terus bertunas. Panen pertama umumnya siap 6-8 minggu setelah ditanam dari bonggol.
-
Blansing bila diinginkan: Bungkus pangkal tanaman dengan kardus setelah sekitar sebulan agar tangkai tumbuh lebih tebal dan rasanya lebih manis.
Charles Dowding, pakar berkebun no dig, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Siram tanaman seledri setiap hari untuk menjaga tingkat kelembapannya tetap tinggi."
 Senada dengan itu, Sam Corfield, penulis Sow Grow Gather, dikutip dari Homes & Gardens, menegaskan, "Jika ada satu hal yang tidak boleh dilakukan saat menanam seledri, itu adalah membiarkannya kering."
Sebagaimana diungkapkan The Old Farmer's Almanac, seledri memiliki tiga kebutuhan utama, yakni cuaca sejuk, air yang konstan, serta tanah yang kaya bahan organik, sementara akarnya yang dangkal membuat pemupukan paling baik diberikan di permukaan media.
Andre the Farmer, seorang pekebun, dikutip dari The Cool Down, mengatakan, "Anda bisa menumbuhkan seledri dari supermarket ketika Anda menanam bagian bawah seledri yang sudah dipakai."
Selain hemat, memiliki seledri segar sendiri memudahkan Anda mengolahnya menjadi jus seledri maupun air rebusan daun seledri untuk darah tinggi.
Baca juga: Rahasia Menanam Bayam di Polybag agar Cepat Panen dan 7 Sayuran yang Paling Cepat Tumbuh di Polybag
Advertisement
Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menanam Seledri dari Sisa Batang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489584/original/093229500_1769909128-Perawatan_Pasca_Panen_agar_Terus_Berproduksi.jpg)
Meski terdengar sederhana, ada beberapa kekeliruan yang sering membuat cara menanam seledri dari sisa batang gagal di tengah jalan. Mengenali kesalahan ini sejak awal akan meningkatkan peluang bonggol tumbuh menjadi tanaman sehat, terutama bagi Anda yang baru belajar menanam sayuran di rumah untuk pemula.
Perlu dipahami bahwa seledri dari sisa batang tidak akan tumbuh sebesar seledri di toko, melainkan menghasilkan tangkai yang lebih ramping dan berdaun lebat yang justru cocok untuk sup serta tumisan. Harapan yang realistis membantu Anda menilai keberhasilan dengan tepat.
-
Merendam seluruh bonggol: Hanya sekitar 1 cm bagian bawah yang boleh menyentuh air; merendam seluruhnya membuat jaringan tengah cepat membusuk sebelum akar sempat tumbuh.
-
Memakai tangkai lepasan: Dilansir dari Gardening Etc, bagian yang dibutuhkan adalah bonggol yang memuat basal plate tempat akar dan batang bertemu, sementara satu tangkai tunggal tidak akan tumbuh menjadi tanaman baru.
-
Membiarkan terlalu lama di air: Bila dibiarkan berlarut-larut, tangkai luar akan membusuk; pindahkan ke media tanam setelah akar cukup panjang.
-
Kurang cahaya: Pencahayaan minim membuat tunas tumbuh kurus dan pucat, jadi tempatkan di lokasi yang cukup terang.
-
Terburu-buru memanen: Memotong terlalu dini menghambat pertumbuhan ulang; tunggu hingga tangkai cukup besar sebelum panen pertama.
-
Pemupukan berlebihan: Nitrogen yang berlebih memicu tangkai pahit dan berongga, cukup gunakan pupuk encer secara berkala.
-
Jarang mengganti air: Air yang dibiarkan keruh memicu bakteri dan lendir, sehingga akar terganggu dan bonggol rentan busuk.
-
Memakai tanah kebun yang padat: Media terlalu berat menyesakkan akar; gunakan campuran gembur agar drainase dan aerasi terjaga.
-
Menggunakan wadah bekas sabun: Sisa sabun atau minyak menghalangi penyerapan air, maka bilas wadah hingga benar-benar bersih sebelum dipakai.
CaliKim, YouTuber sekaligus penulis Organic Gardening for Everyone, dikutip dari Homes & Gardens, menuturkan, "Benar-benar hanya butuh beberapa menit untuk memulainya." Kebiasaan ini pun sejalan dengan banyaknya manfaat seledri untuk kesehatan, termasuk menjaga kesehatan jantung dan imunitas tubuh serta membantu menurunkan kadar kolesterol. Setelah terbiasa, Anda bisa mengembangkan ke tanaman lain seperti kebun sayur polybag gantung, kombinasi sayuran dan bumbu dalam satu polybag, hingga memilih jenis tanaman yang tumbuh subur di polybag.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Seledri dari Sisa Batang
Apakah seledri bisa ditanam kembali dari sisa batang dapur?
Bisa. Bagian pangkal atau bonggol seledri masih menyimpan titik tumbuh aktif yang mampu menghasilkan akar dan tunas baru selama direndam serta dirawat dengan benar. Pastikan bonggol yang dipakai masih segar dan tidak busuk.
Berapa lama seledri dari sisa batang mulai tumbuh akar dan bisa dipanen?
Akar dan daun baru umumnya mulai muncul sekitar 5-7 hari setelah bonggol direndam dalam air bersih. Setelah dipindahkan ke media tanam, panen pertama biasanya dapat dilakukan sekitar 6-8 minggu kemudian dengan metode potong-tumbuh.
Apakah seledri dari sisa batang bisa ditanam hanya di air tanpa tanah?
Air hanya berfungsi memancing munculnya akar dan tunas pada tahap awal. Agar tumbuh maksimal dan tidak lemah, seledri sebaiknya dipindahkan ke media tanah yang gembur setelah akarnya cukup kuat, karena nutrisi lengkap tersedia di dalam tanah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214828/original/012272500_1526406975-pemadan_karhutla_sinar_mas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303700/original/088499400_1784687081-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362178/original/002711000_1790760139-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2753318/original/083590800_1552810908-celery-753293_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303696/original/060642400_1784687081-Gemini_Generated_Image_y0ul7iy0ul7iy0ul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6909758/original/022329600_1779680385-Gemini_Generated_Image_yt1wuvyt1wuvyt1w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5692468/original/003275500_1778568821-999f3145-553d-44d6-8afb-2244685e9935.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553810/original/064133700_1776049177-Kebun_Empon-Empon__Tanaman_Herbal_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377821/original/087727600_1792480013-8d3e78c0-364d-4e67-b1c4-c73d3f6d9c69.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381400/original/034814900_1792813466-Gemini_Generated_Image_c3gvpxc3gvpxc3gv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377823/original/073359500_1792480053-hl.jpeg)