Warga Perumtas Tetap Menolak Relokasi Plus

Warga Perumahan Tanggulangan Anggun Sejahtera, korban lumpur panas PT Lapindo Brantas, tetap menolak relokasi plus yang dianggap hanya menguntungkan pihak tertentu. Mereka akan terus berdemonstrasi.

Diterbitkan 10 Maret 2007, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sidoarjo: Sebagian warga korban lumpur panas dari sumur PT Lapindo Brantas menolak tawaran relokasi plus dari Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Lapindo dan pihak Lapindo. Warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas), Sabtu (10/3), bertekad terus berunjuk rasa untuk mendapatkan ganti rugi tunai dan langsung.

Pemerintah sudah menetapkan pemberian relokasi plus berupa pembuatan rumah sesuai tipe yang sebelumnya dan pelunasan kredit bank bagi warga Perumtas. Namun, warga menilai relokasi plus tidak sesuai dengan peraturan [baca: Warga Perumtas Disarankan Direlokasi]. Apalagi bencana ini bukan keinginan mereka. Warga melihat relokasi plus akan menguntungkan pihak lain, termasuk spekulan tanah. Karena itu, warga berencana melakukan aksi unjuk rasa pekan depan.

Sementara itu, aktivitas memasukkan bola-bola beton tidak berjalan mulus selam tiga hari ini [baca: Hujan Menghambat Aktivitas Timnas Lumpur Lapindo]. Hingga siang ini, Tim Penanggulangan Lumpur masih memfokuskan pada perbaikan peralatan pendukung seperti sling atau kawat baja yang putus. Jumlah rangkaian bola beton yang sudah berhasil dimasukkan mencapai 146 dari 374 rangkaian yang direncanakan.(TNA/Eko Yudho)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6