Aktivitas Perekonomian di Sidoarjo Berangsur Pulih

Situasi jalan raya Porong-Sidoarjo kembali lancar setelah polisi membubarkan paksa unjuk rasa warga Perumtas. Akibat aksi protes, aktivitas perekonomian di Jawa Timur sempat lumpuh selama dua hari.

Diterbitkan 24 Februari 2007, 13:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sidoarjo: Aktivitas perekonomian di Kota Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, hampir normal lagi, Sabtu (24/2). Kondisi ini terjadi setelah polisi membubarkan paksa aksi unjuk rasa ratusan warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera Satu (Perumtas), Jumat malam [baca: Blokade Warga Perumtas Dibuka Paksa].

Begitu pula situasi jalan raya Porong-Sidoarjo, sudah kembali lancar. Namun, pihak kepolisian setempat tetap menyiagakan pasukannya. Petugas tidak akan memberi toleransi jika warga Perumtas akan memblokade lagi jalan.

Kini, warga Perumtas sudah kembali ke pengungsian di Pasar Baru, Porong. Meski begitu, mereka masih menyusun rencana untuk kembali menuntut ganti rugi atas rumah mereka yang sudah ditenggelamkan luberan lumpur dari sumur eksplorasi PT Lapindo Brantas.

Sebelumnya, warga selama dua hari berturut-turut memblokade jalan di Bundaran Waru. Tak hanya itu, mereka juga sempat menutup pintu Jalan Tol Sidoarjo dan Porong, serta memblokade akses jalan menuju Bandar Udara Juanda, Surabaya.

Akibat aksi ini, transportasi di sebagian besar Surabaya dan Sidoarjo lumpuh. Perekonomian di provinsi ini pun menjadi terganggu. Kegiatan pengiriman barang dan aktivitas pelabuhan nyaris berhenti total [baca: Warga Perumtas Kembali Memblokade Akses ke Sidoarjo].

Sekitar 14 ribu warga Perumtas sudah berbulan-bulan tinggal di pengungsian karena rumah mereka tenggelam diterjang lumpur. Kawasan perumahan itu sekarang bak kota mati.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6