Warga Perumtas Kembali Memblokade Akses ke Sidoarjo

Ratusan warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera Satu kembali menutup akses menuju Sidoarjo sebagai protes terhadap Lapindo yang tidak memberi ganti rugi. Warga diimbau menghentikan pemblokiran.

Diterbitkan 23 Februari 2007, 13:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sidoarjo: Ratusan warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera Satu (Perumtas) kembali memblokir semua akses pintu masuk dan keluar Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (23/2). Seperti aksi sehari sebelumnya, warga mendesak pemerintah dan PT Lapindo Brantas memberi ganti rugi atas rumah dan tanah yang terendam lumpur panas.

Sebagian warga yang menutup Bundara Waru atau perbatasan dengan Kota Surabaya sempat dorong-dorongan dengan polisi. Namun, warga tidak mampu menghadapi ratusan anggota Brigade Mobil yang menghadang.

Gagal menutup Bundaran Waru, massa mengalihkan aksi menutup jalan menuju Mojokerto dan Tol Waru sambil berorasi. Warga juga bergerak ke kawasan Aloha untuk menutup akses jalan menuju Bandar Udara Djuanda. Mereka bertekad salat Jumat di tengah jalan dan baru menghentikan pemblokiran setelah Lapindo dan pemerintah memenuhi tuntutan.

Pada saat bersamaan delapan perwakilan warga Perumtas menemui Gubernur Jatim Imam Utomo di rumah dinasnya Jalan Imam Bonjol, Surabaya. Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah Jatim, warga menuntut Lapindo membayar ganti rugi seperti empat desa sebelumnya [baca: Warga Tanggulangin Memblokir Jalan dan Rel].

Sejauh ini, Lapindo dan pemerintah tetap pada putusan semula yakni menggunakan sistem resettlement atau pemindahan tempat tinggal dan menolak tuntutan warga Perumtas. Pertemuan tidak menghasilkan keputusan baru. Imam hanya meminta warga agar segera menghentikan blokade jalan karena sangat merugikan pihak lain.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV) 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6