Warga Tanggulangin Memblokir Jalan dan Rel

Aksi massa ini dipicu kekecewaan warga karena Lapindo menolak memberikan ganti rugi atas tanah dan bangunan mereka yang terendam lumpur. Akibat aksi ini kereta tidak dapat melintas dan jalur Surabaya-Malang dan sebaliknya macet.

Diterbitkan 23 Februari 2007, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sidoarjo: Warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera Satu (Perumtas) di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (22/2) siang, menggelar unjuk rasa. Aksi massa ini dipicu kekecewaan warga karena PT Lapindo Brantas menolak memberikan ganti rugi atas tanah dan bangunan milik warga yang terendam lumpur.

Sejumlah warga memblokir rel kereta api dengan duduk-duduk di atas batalan rel. Akibatnya Kereta Panataran jurusan Surabaya-Blitar tidak dapat melintas. Ratusan warga juga memblokir jalan di pintu masuk Tol Porong. Jalur Surabaya-Malang dan sebaliknya mengalami kemacetan sepanjang tiga kilometer. Kondisi ini membuat sejumlah pengguna jalan kesal.

Di Pendopo Sidoarjo sempat terjadi ketegangan antara warga Perumtas dan warga lainnya yang tak sepakat soal ganti rugi. Sementara Bupati Sidoarjo Win Hendrarso dan tim nasional penanggulangan bencana merespons tuntutan warga dengan menggelar dialog. Dalam dialog itu wacana merelokasi Perumtas sempat muncul tapi rencana ini ditolak oleh warga.

Pada pertengahan Januari silam, ratusan warga Perumtas Satu mengendarai sepeda motor memblokade jalan di Porong. Aksi ini buntut kekecewaan warga atas hasil pertemuan antara perwakilan warga, Hendrarso, dan pimpinan Lapindo [baca: Warga Perumahan Tanggulangin Memblokade Jalan].(JUM/Eko Yudho)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6