Dua Korban Ledakan Pipa Masih Dicari

Tim penyelamat belum putus asa mencari Rudi Tri Iswandi dan seorang sopir yang diyakini menjadi korban ledakan pipa Pertamina di lahan eksplorasi PT Lapindo Brantas. Pencarian korban sampai ke penampungan lumpur.

Diterbitkan 26 November 2006, 18:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sidoarjo: Dua korban ledakan pipa Pertamina, Rudi Tri Iswandi dan seorang sopir truk masih belum ditemukan. Tim penyelamat hingga Ahad (26/11) petang, terus menyisir kawasan Jalan Tol Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, terutama di Kilometer 38 yang berdekatan dengan lahan eksplorasi milik PT Lapindo Brantas. Upaya pencarian tadi siang sempat terhambat karena ponton bocor. Setelah ponton diperbaiki tim terus mencari sampai ke kolam penampungan lumpur di Desa Reno Kenongo dan Kedung Bendo.

Tim Nasional Penanggulangan Lumpur terus membuat tanggul untuk menahan lumpur setelah terjadi ledakan, Rabu silam. Luberan lumpur harus segera ditahan karena semakin mengarah ke badan jalan tol. Jika pasokan pasir dan batu lancar, pembuatan tanggul diperkirakan akan selesai dua hari lagi [baca: Rel Kereta Sekitar Luberan Lumpur Bakal Direlokasi].

Sementara itu, menyusul jebolnya tanggul di Desa Kedung Bendo, tadi pagi, warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I berduyun-duyun terus mengungsi ke Pasar Baru, Porong. Sedikitnya 125 kepala sudah pergi dari rumah mereka. Jumlah pengungsi akan bertambah karena genangan lumpur bercampur air semakin tinggi [baca: Giliran Warga Tanggulangin yang Mengungsi].

Kepala Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Hisyam Rosidi mengatakan, dana operasional pengungsian tetap dibebankan kepada Lapindo. Nantinya setiap kepala keluarga akan mendapat uang kontrak Rp 5 juta, duit pindah rumah Rp 500.000, dan santunan Rp 300.000. Warga setempat mendesak Lapindo bertanggung jawab dan mewujudkan janji memberi bantuan.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6