Liputan6.com, Depok: Puluhan simpatisan salah satu calon wali kota Depok, Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Depok berunjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Rabu (29/6). Mereka meminta penghitungan suara pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkada) dibatalkan atau dihitung kembali.
Dalam orasinya, mereka memprotes kinerja KPU dan Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada setempat yang tak tegas menindak pelanggaran yang dilakukan salah satu kandidat wali kota. Mereka mengaku memiliki temuan tentang kejanggalan dan pelanggaran yang dilakukan seorang calon sehingga membuat Pilkada Depok kurang adil.
Aksi diwarnai pembakaran keranda mayat yang mengartikan matinya keadilan. Setelah beraksi selama satu jam, pengunjuk rasa lalu mendatangi Kantor Panwas Pilkada Kota Depok di Jalan Cileubut. Mereka meminta tanggapan Panwas tentang pelanggaran pilkada. Demonstran pun bubar setelah bertemu Panwas Pilkada Depok.
Pun demikian di Padang Pariaman, Sumatra Barat. Ratusan warga Kecamatan Lubuk Alung menyerbu Kantor KPU Padang Pariaman. Demonstran meminta KPU setempat membatalkan hasil pilkada. Pasalnya, banyak suara yang hilang. Bahkan ada pengerahan massa perantau untuk pulang bersama memilih salah satu calon.
Untuk sementara, pasangan Muslim Kasim-Ali Mukhni yang diusung koalisi 13 partai masih memimpin perolehan suara di Padang Pariaman. Pasangan ini memperoleh 60.153 suara atau 41,77 persen dari 144 ribu suara yang sah.
Tak kalah seru terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan. Sekitar seribu orang berunjuk rasa memprotes kinerja KPU setempat yang dianggap tak becus. Mereka menuding pelaksanaan pilkada masih diwarnai kecurangan. Pengunjuk rasa menuding 3.500 warga Gowa tidak terdaftar. Aksi protes ini mendapat pengawalan ketat.
Sebaliknya, ribuan warga Binjai, Sumatra Utara mendukung KPU setempat. Aksi dukungan ini diberikan saat mereka berdemonstrasi di Lapangan Merdeka, Binjai. Mereka berharap agar KPU Binjai segera mengesahkan hasil pilkada yang dimenangkan pasangan calon wali kota Ali Umri-Anhar Mones.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Dalam orasinya, mereka memprotes kinerja KPU dan Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada setempat yang tak tegas menindak pelanggaran yang dilakukan salah satu kandidat wali kota. Mereka mengaku memiliki temuan tentang kejanggalan dan pelanggaran yang dilakukan seorang calon sehingga membuat Pilkada Depok kurang adil.
Aksi diwarnai pembakaran keranda mayat yang mengartikan matinya keadilan. Setelah beraksi selama satu jam, pengunjuk rasa lalu mendatangi Kantor Panwas Pilkada Kota Depok di Jalan Cileubut. Mereka meminta tanggapan Panwas tentang pelanggaran pilkada. Demonstran pun bubar setelah bertemu Panwas Pilkada Depok.
Pun demikian di Padang Pariaman, Sumatra Barat. Ratusan warga Kecamatan Lubuk Alung menyerbu Kantor KPU Padang Pariaman. Demonstran meminta KPU setempat membatalkan hasil pilkada. Pasalnya, banyak suara yang hilang. Bahkan ada pengerahan massa perantau untuk pulang bersama memilih salah satu calon.
Untuk sementara, pasangan Muslim Kasim-Ali Mukhni yang diusung koalisi 13 partai masih memimpin perolehan suara di Padang Pariaman. Pasangan ini memperoleh 60.153 suara atau 41,77 persen dari 144 ribu suara yang sah.
Tak kalah seru terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan. Sekitar seribu orang berunjuk rasa memprotes kinerja KPU setempat yang dianggap tak becus. Mereka menuding pelaksanaan pilkada masih diwarnai kecurangan. Pengunjuk rasa menuding 3.500 warga Gowa tidak terdaftar. Aksi protes ini mendapat pengawalan ketat.
Sebaliknya, ribuan warga Binjai, Sumatra Utara mendukung KPU setempat. Aksi dukungan ini diberikan saat mereka berdemonstrasi di Lapangan Merdeka, Binjai. Mereka berharap agar KPU Binjai segera mengesahkan hasil pilkada yang dimenangkan pasangan calon wali kota Ali Umri-Anhar Mones.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/440941/original/300605aPilkadaDepok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288146/original/094182100_1783304694-000_B9C8442.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929993/original/037609900_1782959933-bos5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288110/original/010324800_1783301575-000_B9BY9L6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752959/original/094993100_1708917074-AP24056660079487.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869224/original/026288600_1782930974-ko8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288049/original/011271500_1783288749-000_B9BX29C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869225/original/041971000_1782930974-ko9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)