Dopamine Dressing, Cara Memilih Warna Pakaian untuk Meningkatkan Mood

Dopamine dressing mengajak seseorang mengeksplorasi warna, tekstur, dan model busana untuk mengekspresikan diri serta memperbaiki suasana hati.

Diterbitkan 05 November 2026, 18:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pilihan pakaian tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati. Melalui tren dopamine dressing, seseorang bisa mengeksplorasi warna dan gaya busana yang membuat dirinya merasa lebih nyaman dan percaya diri.

Melansir Very Well Mind, Kamis (5/11/2026), dopamine dressing merupakan pendekatan berpakaian dengan memilih busana yang dapat memberikan perasaan positif. Konsep ini berangkat dari pemahaman bahwa pakaian memiliki hubungan dengan kondisi psikologis seseorang.

Warna, gaya, hingga tekstur yang dikenakan dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Dalam psikologi, terdapat istilah enclothed cognition, yakni pengaruh pakaian terhadap proses berpikir dan perilaku.

Artinya, busana yang dikenakan bukan sekadar penutup tubuh, melainkan juga dapat memiliki makna simbolis yang memengaruhi perasaan pemakainya. Pengaruh tersebut juga berkaitan dengan kesan yang ingin dibangun, misalnya merasa lebih siap, santai, atau berani menjalani aktivitas.

Dopamine dressing pun tidak selalu berarti mengenakan pakaian berwarna mencolok. Pilihan busana yang sederhana, nyaman, atau memiliki makna personal juga bisa memberikan pengalaman emosional yang menyenangkan.

Pendekatan ini tidak menjanjikan bahwa pakaian tertentu dapat langsung membuat seseorang bahagia. Sebaliknya, dopamine dressing mengajak seseorang lebih memperhatikan hubungan antara pakaian dan perasaannya.

Pilihan busana dapat disesuaikan dengan hal-hal yang membuat diri sendiri merasa senang, bukan semata-mata mengikuti tren atau penilaian orang lain. Dengan demikian, dopamine dressing menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri melalui pakaian sekaligus membangun pengalaman berpakaian yang lebih personal.

Memilih Warna Sesuai Suasana Hati

Warna menjadi salah satu unsur yang dapat memengaruhi pengalaman seseorang saat berpakaian. Respons terhadap warna pun bisa berbeda, bergantung pada pengalaman pribadi dan latar belakang budaya masing-masing.

Warna hijau, misalnya, kerap diasosiasikan dengan ketenangan. Sementara itu, biru sering dikaitkan dengan perasaan damai, merah dengan kesan menstimulasi, dan kuning dengan energi.

Meski memiliki asosiasi tertentu, makna warna tidak berlaku sama bagi semua orang. Warna yang memberikan kesan menyenangkan bagi seseorang belum tentu menimbulkan respons serupa pada orang lain.

Karena itu, pemilihan warna dalam dopamine dressing sebaiknya tidak terpaku pada teori atau asosiasi umum. Seseorang bisa memilih warna yang mengingatkannya pada pengalaman menyenangkan, memberikan rasa nyaman, atau membuatnya lebih bersemangat saat beraktivitas.

Cara Sederhana Mencoba Dopamine Dressing

Menerapkan dopamine dressing tidak harus dilakukan dengan mengganti seluruh isi lemari pakaian. Eksplorasi gaya dapat dimulai dari barang yang sudah dimiliki, termasuk aksesori dengan warna atau detail yang disukai.

Bagi yang belum terbiasa mengenakan warna mencolok, mencoba satu aksesori bisa menjadi langkah awal. Misalnya, menambahkan tas berwarna cerah, mengenakan cincin favorit, atau memilih kaus dengan motif menarik.

Selain warna, tekstur bahan juga bisa menjadi bagian dari eksplorasi. Pilih pakaian dengan bahan lembut, rajutan, atau detail yang memberikan pengalaman berbeda saat dikenakan.

Mencoba kombinasi busana baru juga bisa menjadi alternatif. Tidak perlu langsung mengubah gaya secara drastis, cukup padukan beberapa item yang sudah dimiliki untuk menemukan tampilan berbeda.

Dengan memanfaatkan pakaian yang tersedia, dopamine dressing bisa diterapkan secara sederhana tanpa harus terus membeli busana baru.

Berpakaian Sesuai Diri Sendiri

Menemukan gaya berpakaian yang sesuai dengan diri sendiri dapat dimulai dengan mengenali preferensi pribadi. Salah satu caranya adalah memperhatikan jenis pakaian yang membuat suasana hati terasa lebih baik saat dikenakan.

Seseorang bisa mencatat pilihan busana sehari-hari untuk menemukan pola tertentu. Misalnya, warna, potongan, atau bahan yang paling disukai. Cara ini juga membantu mengenali pakaian yang benar-benar nyaman dikenakan, bukan sekadar terlihat menarik saat dibeli.

Selain itu, penilaian orang lain tidak harus menjadi patokan utama dalam berpakaian. Setiap orang memiliki selera berbeda sehingga gaya yang disukai orang lain belum tentu memberikan pengalaman serupa.

Dopamine dressing pada akhirnya memberikan ruang bagi seseorang untuk memilih busana sesuai kepribadian dan preferensinya sendiri setiap hari.