Kenali ⁠Hybrid Hyrox, Tren Kebugaran Baru yang Sedang Digandrungi Kaum Urban

HYROX memadukan lari sejauh delapan kilometer dengan delapan stasiun latihan fungsional dalam satu format kompetisi.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 15:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren olahraga di kalangan kaum urban semakin beragam, dari latihan di pusat kebugaran hingga lari bersama komunitas. Kini, HYROX ikut menarik perhatian lewat konsep kompetisi yang menggabungkan lari dan latihan fungsional. Format ini memberi peserta tantangan terukur yang menguji daya tahan sekaligus kekuatan tubuh.

Melansir BBC, Kamis (29/10/2026), HYROX berkembang menjadi ajang kebugaran yang diikuti peserta rekreasional hingga atlet berpengalaman. Kompetisi pertamanya berlangsung di Hamburg, Jerman, pada 2017 dan diikuti sekitar 650 orang. Sejak itu, penyelenggaraannya meluas ke berbagai negara, dengan peserta dan penonton yang turut meramaikan acara.

HYROX dirancang agar setiap kompetisi menggunakan format yang sama. Peserta menghadapi urutan lari dan stasiun latihan yang telah ditentukan, sehingga hasil dari satu penyelenggaraan dapat dibandingkan dengan hasil di lokasi lain. Standarisasi ini membuat pencapaian lebih mudah diukur, baik bagi mereka yang mengejar catatan waktu maupun yang sekadar ingin menuntaskan lomba.

Popularitasnya juga berkaitan dengan pengalaman acara yang berbeda dari sesi latihan harian. Kompetisi berlangsung di arena besar dengan musik, penonton, dan suasana yang menyerupai perhelatan olahraga. Bagi sebagian peserta, hal ini menjadi kesempatan untuk mencoba tantangan baru di luar rutinitas pusat kebugaran dan menguji konsistensi latihan mereka.

Dengan konsep yang memadukan latihan dan kompetisi, HYROX menawarkan tujuan konkret bagi orang yang ingin memberi arah pada rutinitas olahraganya.

Delapan Putaran yang Menguji Kemampuan

HYROX dilakukan dengan pola yang berulang. Peserta diharuskan berlari satu kilometer, lalu menyelesaikan satu per satu stasiun latihan fungsional. Rangkaian ini dilakukan sebanyak delapan kali, sehingga total jarak lari mencapai delapan kilometer dengan delapan jenis latihan di antaranya.

Stasiunnya terdiri dari SkiErg, sled push, sled pull, burpee broad jumps, rowing, farmer’s carry, sandbag lunges, dan wall balls. Tiap gerakan memiliki tuntutan berbeda. SkiErg dan rowing mengandalkan gerak berulang dengan mesin, sedangkan sled push dan sled pull membutuhkan tenaga untuk memindahkan beban. Farmer’s carry menguji kemampuan membawa beban sambil berjalan, sementara lunge dan wall balls menuntut koordinasi serta daya tahan otot.

Jarak atau jumlah repetisi pada tiap stasiun sudah ditetapkan dalam format lomba. Karena urutannya sama, peserta dapat mempelajari tuntutan setiap bagian sebelum bertanding dan menyusun strategi tempo agar tidak menghabiskan tenaga terlalu cepat.

Kompetisi untuk Berbagai Level

Peserta dapat memilih kategori HYROX sesuai pengalaman dan cara bertanding yang diinginkan. Kategori individu memungkinkan seseorang menyelesaikan seluruh rangkaian sendiri. Pada kategori doubles, dua peserta berbagi pekerjaan di stasiun latihan, sedangkan relay memberi kesempatan bagi tim untuk membagi rangkaian lomba kepada beberapa anggota.

Pilihan tersebut membuat kompetisi tidak terbatas pada atlet profesional. Orang yang baru mengenal formatnya dapat memilih kategori yang terasa sesuai dengan pengalaman latihan, tanpa harus menjadikan podium sebagai satu-satunya tujuan. Sebagian peserta ingin menuntaskan lomba, sementara yang lain berusaha meningkatkan performa dari partisipasi sebelumnya.

Bertanding bersama pasangan atau tim juga menghadirkan unsur kerja sama. Peserta perlu berkomunikasi, membagi tugas, dan menjaga ritme agar bisa menyelesaikan bagian masing-masing. Dengan begitu, pengalaman HYROX bisa menjadi tantangan individu sekaligus kegiatan bersama teman yang memiliki minat olahraga serupa.

Menyeimbangkan Kardio dan Kekuatan

Persiapan HYROX perlu menggabungkan latihan daya tahan dan kekuatan, bukan hanya memperbanyak lari. Jadwal latihan dapat memuat sesi lari dengan tempo berbeda, latihan kekuatan dasar, serta kardio lain untuk membangun kapasitas tubuh secara bertahap. Porsi latihan perlu disesuaikan dengan pengalaman dan kondisi masing-masing peserta.

Mempelajari teknik gerakan juga penting sebelum mencoba beban atau intensitas lebih tinggi. Pemula dapat memulai dengan variasi yang lebih ringan, lalu meningkatkan tantangan perlahan ketika tekniknya sudah stabil. Pelatih yang kompeten dapat membantu menyusun latihan dan memperbaiki gerakan.

Pemulihan tidak kalah penting. Hari istirahat, tidur cukup, makanan seimbang, dan hidrasi membantu tubuh beradaptasi. Memaksakan latihan intensitas tinggi setiap hari justru dapat menghambat pemulihan. Tujuan persiapan bukan berlatih sebanyak mungkin, melainkan membangun kebiasaan konsisten dan aman sebelum mengikuti kompetisi.