Liputan6.com, Jakarta - Menjaga privasi hubungan di era digital menjadi tantangan tersendiri ketika kehidupan asmara semakin mudah diumumkan dan diabadikan melalui media sosial. Bagi sebagian pasangan, membagikan momen bersama menjadi cara untuk menunjukkan kebahagiaan.
Namun, ada pula yang memilih tidak mengunggah setiap perkembangan hubungan atau mengungkap identitas pasangan secara terbuka. Keputusan tersebut bukan berarti hubungan sedang bermasalah.
Membatasi informasi yang dibagikan kepada publik justru bisa menjadi cara untuk menjaga kenyamanan dan memberi ruang bagi hubungan agar berkembang tanpa sorotan berlebihan. Melansir The New York Times, Rabu, 28 Oktober 2026, pilihan ini terlihat dalam fenomena soft launch hubungan di media sosial.
Advertisement
Istilah tersebut merujuk pada cara mengisyaratkan bahwa seseorang sedang menjalin hubungan tanpa mengungkap identitas pasangan secara lengkap. Bintang TikTok Victoria Paris, misalnya, kerap menampilkan sosok pasangannya dalam video tanpa memperlihatkan wajah atau identitasnya secara jelas.
Pendekatan ini memungkinkan hubungan tetap terlihat oleh pengikutnya, tetapi tidak sepenuhnya terbuka untuk konsumsi publik. Di sisi lain, media sosial juga dapat memengaruhi dinamika hubungan sehari-hari.
Menurut survei Pew Research Center pada Oktober 2019, sebanyak 51 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang memiliki pasangan mengatakan pasangannya setidaknya terkadang terdistraksi oleh ponsel saat mereka berusaha berbicara.
Survei itu juga menemukan bahwa 81 persen pengguna media sosial setidaknya terkadang melihat unggahan orang lain tentang hubungan romantis mereka. Temuan ini menunjukkan betapa eratnya teknologi dengan kehidupan asmara, mulai dari komunikasi sehari-hari hingga cara pasangan menampilkan hubungan kepada publik.
Cara Mengumumkan Hubungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384557/original/060558300_1793176063-micah-sammie-chaffin-kQeArWZdWrg-unsplash.jpg)
Bentuk soft launch beragam, mulai dari mengunggah foto dua gelas minuman, memperlihatkan tangan pasangan, menampilkan sosoknya dari belakang, hingga membagikan momen bersama tanpa menyebut nama atau menunjukkan wajah.
Cara ini memberi isyarat bahwa seseorang sedang menjalin hubungan tanpa menjadikan seluruh detail kehidupan asmara sebagai konsumsi publik. Melansir News 18, pakar hubungan sekaligus konsultan Ashley Madison, Dr. Tammy Nelson, menjelaskan lima alasan privasi semakin dianggap berharga dalam hubungan asmara.
Dalam sejumlah budaya, dikenal kepercayaan tentang evil eye atau nazar, yakni anggapan bahwa pujian dan perhatian berlebihan dapat mendatangkan kesialan. Meski berakar pada kepercayaan budaya, gagasan ini juga mencerminkan kekhawatiran terhadap campur tangan orang lain.
Hubungan yang diumumkan secara terbuka berpotensi mengundang komentar, penilaian, hingga saran yang tidak selalu diminta. Karena itu, sebagian pasangan memilih menjaga kehidupan asmara tetap privat agar hubungan dapat berkembang tanpa tekanan dari sorotan publik.
Advertisement
Kebiasaan Membandingkan Hubungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3468082/original/060944400_1622280953-candice-picard-vLENm-coX5Y-unsplash.jpg)
Paparan terhadap kehidupan asmara orang lain di media sosial dapat membentuk standar tidak tertulis tentang hubungan yang dianggap ideal. Unggahan perayaan hari jadi, foto romantis, hingga konten couple goals bisa membuat seseorang merasa hubungannya harus terlihat serupa agar dianggap berhasil.
Kepuasan dalam hubungan tidak selalu ditentukan oleh seberapa sering pasangan memperlihatkan kemesraan di media sosial. Setiap pasangan berhak menentukan makna kebahagiaan berdasarkan kebutuhan dan kenyamanan mereka sendiri.
Ketika hubungan menjadi konsumsi publik, tekanan sosial dapat muncul secara halus. Teman atau pengikut mungkin mempertanyakan mengapa pasangan jarang mengunggah foto bersama atau hanya menuliskan keterangan singkat.
Jika terlalu sibuk memikirkan penilaian orang lain, pasangan berisiko lebih berfokus membangun citra hubungan yang ideal daripada menikmati pengalaman dan kedekatan yang mereka jalani bersama.
Kepercayaan Tumbuh dalam Ruang yang Aman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3468085/original/045485000_1622280962-christin-hume-610U5teI5B4-unsplash_1_.jpg)
Dalam hubungan yang sehat, kedua pihak membutuhkan ruang emosional yang aman untuk menjadi diri sendiri, termasuk saat melakukan kesalahan atau menghadapi perbedaan pendapat. Karena itu, tidak semua konflik perlu diketahui teman, keluarga, atau pengikut media sosial.
Membagikan persoalan hubungan ketika emosi memuncak berpotensi memperluas masalah. Orang lain bisa memberikan penilaian berdasarkan informasi yang tidak lengkap, sehingga konflik pribadi semakin rumit.
Privasi juga dapat membantu pasangan menghadapi perpisahan tanpa tekanan tambahan. Ketika hubungan tidak banyak diumbar, mereka mungkin terhindar dari pertanyaan berulang tentang penyebab berakhirnya hubungan atau tuntutan untuk menjelaskan persoalan pribadi kepada orang lain.
Menjaga privasi bukan berarti menyangkal hubungan yang pernah dijalani. Setiap orang berhak menentukan seberapa banyak kisah pribadinya ingin dibagikan, termasuk memilih menyampaikan kabar perpisahan secara sederhana tanpa mengungkapkan detail yang bersifat pribadi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377619/original/050153000_1792471504-vitaly-gariev-IRCmJ9iAHWE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)