Hari Pos Sedunia: Transformasi Layanan Pos di Era Digital dan Peran PosIND

Hari Pos Sedunia: transformasi layanan pos di era digital. Simak sejarah, tantangan global, inovasi PT Pos Indonesia, dan inisiatif Connect.post UPU.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 9 Oktober, dunia memperingati Hari Pos Sedunia (World Post Day), sebuah momen krusial untuk merefleksikan peran vital sektor pos dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Peringatan ini juga menyoroti bagaimana layanan pos terus bertransformasi secara fundamental di tengah derasnya arus era digital.

Penetapan Hari Pos Sedunia berawal dari Kongres Pos Sedunia di Tokyo, Jepang, pada tahun 1969. Tanggal 9 Oktober dipilih untuk menghormati berdirinya Universal Postal Union (UPU) pada tahun 1874 di Bern, Swiss. Organisasi ini awalnya bernama General Postal Union dan berganti nama menjadi UPU pada 1878. UPU termasuk organisasi internasional tertua di dunia, setelah International Telecommunication Union (ITU).

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang kontribusi layanan pos terhadap pembangunan sosial dan ekonomi suatu negara. Lebih dari sekadar pengiriman surat atau barang, sektor pos kini juga berperan dalam menyediakan layanan keuangan, e-commerce, dan solusi digital. Berikut penjelasannya, Liputan6.com, Kamis (8/10/2026).

Tantangan dan Dinamika Pergeseran Layanan Pos Global

Sektor pos global menghadapi perubahan mendalam yang dipicu oleh digitalisasi, pesatnya pertumbuhan e-commerce, dan inovasi teknologi. Volume surat fisik menurun drastis karena tergantikan oleh komunikasi elektronik, sehingga jasa pos kini lebih banyak dimanfaatkan untuk pengiriman paket belanja daring.

Perusahaan pos di seluruh dunia juga menghadapi persaingan ketat dari pelaku usaha logistik swasta yang bergerak cepat dan gesit. Perubahan perilaku konsumen yang beralih ke transaksi daring menambah tekanan tersebut. Di sisi lain, layanan keuangan pos harus bersaing dengan sektor perbankan yang semakin canggih secara teknologi.

Artinya, penyelenggara pos tidak lagi bisa mengandalkan model bisnis lama. Mereka perlu membangun layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses lewat gawai. Pelanggan kini terbiasa melacak paket secara waktu nyata dan menuntut kepastian jadwal tiba.

Sorotan Efisiensi Logistik Indonesia

Tantangan logistik masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Dalam LPI 2023 Bank Dunia, Indonesia berada di peringkat 61 dari 139 negara dengan skor 3,0, turun dari peringkat 46 pada 2018. Indikator ketepatan waktu dan pelacakan kiriman juga masih menunjukkan ruang untuk perbaikan.

Kini, Bank Dunia telah memperbarui pengukuran melalui LPI 2.0 edisi 2025 yang menggunakan data operasional pengiriman pada 2023–2024. Berbeda dari edisi sebelumnya, LPI 2.0 tidak memberikan satu peringkat keseluruhan, melainkan menilai performa logistik melalui berbagai indikator seperti kecepatan, konektivitas, dan keandalan rantai pasok.

Inovasi PT Pos Indonesia di Era Digital

Menghadapi situasi tersebut, PT Pos Indonesia merespons dengan strategi diversifikasi layanan dan digitalisasi operasional. Perusahaan juga melakukan penyegaran merek menjadi PosIND, yang menegaskan arah transformasinya sebagai perusahaan logistik.

Layanan keuangan digital. Superapp Pospay menjadi andalan. Aplikasi ini memudahkan masyarakat membayar tagihan listrik, air, dan BPJS, hingga mengisi saldo dompet digital. Pospay juga berperan dalam penyaluran bantuan sosial dan mendukung inklusi keuangan, terutama di daerah yang minim akses perbankan formal.

E-commerce dan kurir digital. Melalui aplikasi seperti PosAja!, pelanggan dapat memesan pengiriman, melacak paket, dan membayar secara daring, termasuk layanan penjemputan barang. Layanan ini juga membidik segmen milenial dan keluarga yang terbiasa berbelanja online.

Digitalisasi operasional. Integrasi teknologi dalam proses sortir, pengemasan, hingga pelacakan barang membuat penanganan kiriman lebih akurat dan efisien. Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau armada secara waktu nyata juga membantu menjaga ketepatan pengiriman.

Jaringan luas. Keunggulan utama Pos Indonesia adalah jaringan ribuan kantor pos dan puluhan ribu agen pos yang menjangkau masyarakat hingga ke pelosok. Jaringan fisik ini adalah aset strategis yang sulit ditiru pesaing, terutama untuk menjangkau wilayah yang tidak ekonomis bagi perusahaan logistik swasta.

Visi Global: Connect.post dari UPU

Di tingkat global, inisiatif Connect.post dari Universal Postal Union (UPU) terus dikembangkan untuk mengatasi kesenjangan digital. Diluncurkan pada 2022, program ini menargetkan seluruh kantor pos dunia terhubung ke internet pada 2030. Hingga 2026, jaringan pos global mencakup lebih dari 650.000 kantor pos, tetapi hampir 100.000 di antaranya masih belum terhubung.

Upaya tersebut kini mulai diwujudkan melalui proyek di sejumlah negara. Dengan dukungan Jepang, UPU membantu menghubungkan kantor pos di 10 negara sekaligus mengembangkan layanan digital, seperti e-commerce, layanan keuangan digital, dan akses internet bagi masyarakat. Di Kyrgyzstan, misalnya, program ini membantu memperluas layanan digital ke lebih dari 150 kantor pos yang sebelumnya belum terhubung.

Langkah ini penting karena banyak kantor pos berada di daerah pedesaan dan terpencil, tempat sering kali satu-satunya layanan publik yang tersedia. Dengan koneksi internet, kantor pos dapat menjadi pintu akses ke layanan pemerintah elektronik, keuangan digital, dan perdagangan daring, termasuk bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

UPU juga mengembangkan kerangka kerja dan instrumen hukum untuk layanan pos digital internasional, seperti surat elektronik tercatat dan kotak surat elektronik. Dengan begitu, infrastruktur pos dapat membantu pemerintah mencapai tujuan kebijakan publik melalui layanan digital.

Hambatan, Peluang ke Depan, Dampak pada Kinerja Perusahaan

Upaya transformasi Pos Indonesia terus menunjukkan hasil. Berdasarkan Laporan Tahunan 2024, Pos Indonesia mencatat pendapatan sebesar Rp5,018 triliun dan laba bersih Rp747,13 miliar. Laba tersebut meningkat 2,59% dibandingkan 2023 yang mencapai Rp728,21 miliar, sekaligus menunjukkan keberlanjutan kinerja positif perusahaan.

Transformasi dan digitalisasi menjadi bagian penting dalam strategi Pos Indonesia untuk memperkuat bisnis logistik dan meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan juga menargetkan penguatan posisi sebagai salah satu pemain utama logistik nasional melalui integrasi bisnis logistik, kurir, jasa keuangan, dan properti.

Transformasi digital tentu tidak tanpa hambatan. Adopsi teknologi yang belum merata dan resistensi budaya organisasi masih menjadi pekerjaan rumah. Perubahan juga menuntut peningkatan keterampilan sumber daya manusia, mulai dari petugas loket hingga kurir di lapangan.

Meski begitu, peluangnya besar. Pertumbuhan e-commerce terus mendorong kebutuhan pengiriman, sementara kepercayaan masyarakat terhadap institusi pos yang sudah berusia panjang menjadi modal berharga. Jika dikombinasikan dengan teknologi, jaringan pos dapat menjadi tulang punggung inklusi keuangan dan digital, khususnya di wilayah yang belum terlayani dengan baik.

Pertanyaan Seputar Hari Pos Sedunia

Kapan Hari Pos Sedunia diperingati?

Hari Pos Sedunia diperingati setiap tanggal 9 Oktober.

Apa tujuan utama peringatan Hari Pos Sedunia?

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan peran sektor pos dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan bisnis, serta kontribusinya terhadap pembangunan sosial dan ekonomi negara.

Inovasi apa saja yang dilakukan PT Pos Indonesia di era digital?

PT Pos Indonesia telah mengembangkan berbagai inovasi seperti aplikasi keuangan digital Pospay dan Posgiro Mobile, aplikasi pengiriman PosAja!, layanan Contact Center Oranger, M-Agenpos, Kargo Ritel Udara, serta memanfaatkan teknologi IoT untuk manajemen armada.

Apa itu inisiatif Connect.post dari UPU?

Connect.post adalah inisiatif global yang diluncurkan oleh Universal Postal Union (UPU) pada tahun 2022 dengan tujuan mengubah semua kantor pos di seluruh dunia menjadi pusat digital pada tahun 2030, dengan menghubungkan setiap kantor pos ke internet.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6