Resep Tape Singkong Mentega yang Creamy, Lembut, dan Legit

Resep tape singkong mentega yang creamy, lembut, dan legit. Simak bahan serta cara membuat olahan tape singkong sederhana dengan tekstur lumer dan aroma mentega

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 12:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Resep tape singkong mentega adalah olahan fermentasi dari varietas singkong khusus berwarna kuning terang, dengan tekstur sangat lembut, legit, empuk, dan rasa manis alami. Warna kuningnya berasal dari jenis singkong yang digunakan, bukan pewarna tambahan. Berbeda dengan tape yang masih terasa padat atau berserat, tape jenis ini memiliki tekstur yang lumer dan creamy sehingga sering digambarkan seperti mentega.

Untuk mendapatkan tekstur tersebut, proses pembuatannya tidak cukup hanya dengan mencampurkan singkong dan ragi. Kondisi singkong setelah dikukus, jumlah ragi, suhu saat pemberian ragi, kebersihan wadah, hingga lama fermentasi ikut menentukan hasil akhirnya.

Resep tape singkong mentega berikut dapat menjadi panduan jika ingin membuat tape sendiri di rumah. Kuncinya adalah menggunakan singkong yang tepat, memasaknya hingga matang tetapi tidak terlalu berair, lalu memberikan ragi ketika singkong sudah benar-benar dingin. Setelah diperam dalam kondisi yang sesuai, singkong akan berubah menjadi tape yang manis, harum, lembut, dan lumer.

Berikut resep tape singkong mentega yang creamy dan lembut, dirangkum Liputan6.com, Rabu (7/10/2026).

Bahan untuk Membuat Tape Singkong Mentega

Bahan membuat tape sebenarnya sangat sederhana. Namun, kualitas singkong dan ragi tape memiliki pengaruh besar terhadap hasil fermentasi. Gunakan singkong yang masih segar dan ragi tape yang kondisinya baik.

  • 1 kg singkong mentega segar
  • 1 butir ragi tape, sekitar 3–5 gram
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus atau melapisi wadah

Jumlah ragi tidak perlu berlebihan. Penggunaan ragi terlalu banyak bukan berarti membuat tape semakin cepat atau semakin bagus. Takaran yang sesuai justru membantu proses fermentasi berjalan lebih terkendali.

Memilih Singkong untuk Tape yang Lembut

ingkong yang digunakan untuk membuat tape ini adalah singkong mentega. Singkong ini merupakan varietas singkong yang memiliki daging berwarna kuning terang. Nama “mentega” merujuk pada warna daging singkongnya yang khas, menyerupai warna mentega, bukan karena singkong diolah atau dicampur dengan mentega.

Jenis dan kondisi singkong menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan tape dengan tekstur seperti mentega. Pilih singkong yang masih segar dan tidak terlalu tua.

Singkong yang terlalu berserat biasanya menghasilkan tape yang kurang lembut. Sebaliknya, singkong yang memiliki daging empuk dan cukup berpati lebih berpotensi menghasilkan tape yang lembut setelah difermentasi.

Hindari singkong yang sudah lama disimpan, memiliki bagian berwarna kebiruan atau kehitaman, berlendir, atau menunjukkan tanda kerusakan. Singkong yang kondisinya kurang baik dapat memengaruhi aroma dan hasil fermentasi.

ingkong mentega dapat difermentasi menjadi tape dengan karakter yang berbeda dari tape singkong putih pada umumnya. Setelah melalui proses pemberian ragi dan pemeraman, daging singkongnya menjadi lebih empuk, lembut, legit, dan memiliki rasa manis alami, dengan warna kuning yang tetap menjadi ciri khasnya.

Cara Membuat Tape Singkong Mentega

1. Kupas dan bersihkan singkong

Kupas seluruh kulit singkong, kemudian cuci sampai bersih menggunakan air mengalir. Potong singkong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dimasak.

Jika terdapat bagian yang keras atau berserat di tengah singkong, bagian tersebut dapat dibuang. Langkah ini membantu menghasilkan tekstur tape yang lebih lembut ketika sudah matang.

2. Kukus singkong sampai matang

Susun singkong di dalam kukusan, kemudian kukus sampai matang. Singkong harus cukup empuk ketika ditusuk, tetapi jangan sampai terlalu lembek atau hancur karena terlalu banyak menyerap air.

Proses pengukusan lebih disarankan daripada merebus karena singkong tidak terendam air. Hasilnya lebih mudah dikontrol sehingga tekstur singkong tetap kokoh saat diberi ragi.

3. Dinginkan singkong sampai benar-benar dingin

Setelah matang, angkat singkong dan susun di atas wadah yang bersih. Biarkan uap panasnya hilang dan singkong benar-benar dingin.

Tahap ini tidak boleh dilewati. Jangan menaburkan ragi ketika singkong masih panas karena suhu tinggi dapat mengganggu mikroorganisme pada ragi. Singkong yang terlalu panas juga dapat menyebabkan proses fermentasi tidak berjalan dengan baik.

4. Haluskan ragi tape

Hancurkan ragi tape hingga menjadi bubuk halus. Pastikan tangan, alat, dan wadah yang digunakan dalam kondisi bersih dan kering.

Kebersihan menjadi bagian penting dalam pembuatan tape karena proses fermentasi membutuhkan mikroorganisme dari ragi. Kontaminasi dari bahan atau alat yang kotor dapat memengaruhi aroma, rasa, dan tekstur tape.

5. Taburkan ragi secara merata

Setelah singkong benar-benar dingin, taburkan ragi secara tipis dan merata pada seluruh permukaan singkong. Balik singkong secara perlahan jika diperlukan agar bagian lainnya juga mendapatkan ragi.

Jangan menggunakan ragi secara berlebihan dengan harapan tape akan menjadi lebih cepat matang. Yang lebih penting adalah ragi tersebar merata pada singkong.

6. Susun singkong untuk proses fermentasi

Lapisi wadah dengan daun pisang yang bersih. Susun singkong yang sudah diberi ragi di dalamnya, kemudian tutup kembali menggunakan daun pisang.

Wadah kemudian ditutup rapat agar kondisi fermentasi lebih terjaga. Letakkan di tempat yang bersih, tidak terkena sinar matahari langsung, dan memiliki suhu ruang yang relatif stabil.

7. Fermentasikan selama sekitar 2–3 hari

Diamkan singkong selama sekitar dua sampai tiga hari. Lama fermentasi dapat berbeda bergantung pada suhu lingkungan, kondisi singkong, serta aktivitas ragi.

Selama fermentasi, ragi akan mengubah pati dalam singkong menjadi gula dan menghasilkan senyawa lain yang memberikan karakter khas pada tape. Singkong secara bertahap menjadi semakin lunak, manis, harum, dan mengeluarkan cairan fermentasi.

Tanda Singkong Sudah Menjadi Tape Mentega

Tape yang sudah matang memiliki beberapa ciri yang bisa diamati tanpa harus langsung mencicipinya. Tekstur merupakan salah satu indikator terpenting untuk membedakan tape biasa dengan tape yang sudah sangat lembut.

  • Tekstur singkong menjadi sangat lembut dan mudah ditekan.
  • Daging singkong terasa lumer dan tidak keras ketika disentuh.
  • Rasa berubah menjadi manis dengan sedikit rasa asam khas fermentasi.
  • Muncul aroma tape yang harum dan khas.
  • Terbentuk sedikit cairan dari proses fermentasi.
  • Bagian dalam singkong tidak lagi terasa seperti singkong kukus biasa.

Jika teksturnya sudah sangat lunak sampai mudah hancur dan terasa creamy di mulut, karakter tersebut yang membuatnya sering disebut sebagai tape singkong mentega.

Rahasia Membuat Tape Singkong Bertekstur Seperti Mentega

Tekstur tape mentega tidak ditentukan oleh satu bahan khusus. Hasil akhirnya merupakan kombinasi antara kualitas singkong, proses pemasakan, ragi, dan fermentasi.

Singkong sebaiknya matang merata tanpa terlalu basah. Setelah itu, ragi harus diberikan ketika singkong sudah dingin. Fermentasi juga perlu dilakukan dalam wadah yang bersih dan kondisi yang sesuai.

Lama fermentasi juga perlu diperhatikan. Jika baru satu hari, singkong biasanya belum mencapai tekstur paling lembut. Jika dibiarkan terlalu lama, rasa dapat menjadi semakin asam dan karakter fermentasinya semakin kuat.

Kesalahan yang Membuat Tape Tidak Lembut

Ada beberapa kesalahan yang dapat membuat tape gagal menghasilkan tekstur lembut seperti mentega. Salah satunya adalah memberikan ragi ketika singkong masih panas.

  • Singkong masih panas saat diberi ragi: kondisi ini dapat mengganggu aktivitas mikroorganisme pada ragi.
  • Singkong terlalu basah: terlalu banyak air dapat membuat tekstur tape menjadi kurang baik.
  • Ragi terlalu banyak: penggunaan ragi berlebihan tidak otomatis menghasilkan tape yang lebih bagus.
  • Wadah kurang bersih: kontaminasi dapat mengganggu proses fermentasi.
  • Fermentasi terlalu singkat: singkong belum cukup lunak dan rasa manisnya belum berkembang.
  • Fermentasi terlalu lama: tape dapat menjadi terlalu asam dan beraroma terlalu kuat.

Cara Menyimpan Tape Singkong Mentega

Setelah tape mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, simpan di dalam wadah tertutup dan masukkan ke dalam kulkas jika belum langsung dikonsumsi. Suhu dingin membantu memperlambat proses fermentasi sehingga perubahan rasa dan teksturnya tidak berlangsung secepat pada suhu ruang.

Jika tape sudah sangat matang dan rasanya mulai terlalu asam, sebaiknya tidak dibiarkan terus pada suhu ruang. Tape yang sudah menunjukkan tanda pembusukan, seperti bau yang tidak wajar, lendir berlebihan, atau perubahan warna yang mencurigakan, sebaiknya tidak dikonsumsi.

Pertanyaan Seputar Tape Singkong Mentega

Berapa lama singkong difermentasi agar menjadi tape mentega?

Umumnya tape membutuhkan sekitar dua sampai tiga hari untuk mencapai tekstur yang lembut, tetapi waktu fermentasi dapat berbeda berdasarkan suhu lingkungan dan kondisi ragi. Tape mentega biasanya ditandai dengan singkong yang sangat lunak dan mudah hancur.

Apakah singkong harus direbus atau dikukus?

Singkong dapat dimasak dengan cara direbus maupun dikukus, tetapi pengukusan lebih mudah digunakan untuk mengontrol kadar air. Singkong cukup dimasak sampai empuk tanpa membuatnya terlalu basah.

Kenapa ragi tidak boleh diberikan saat singkong masih panas?

Ragi mengandung mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi. Suhu singkong yang masih tinggi dapat mengganggu mikroorganisme tersebut sehingga proses fermentasi tidak berjalan optimal.

Apakah semakin banyak ragi membuat tape semakin lembut?

Tidak. Jumlah ragi yang lebih banyak tidak menjamin tekstur tape menjadi lebih lembut. Penyebaran ragi yang merata, kondisi singkong, kebersihan alat, dan waktu fermentasi juga sangat menentukan hasil akhirnya.

Kenapa tape singkong tidak mengeluarkan cairan?

Cairan fermentasi dapat muncul seiring proses pematangan tape, tetapi jumlahnya tidak selalu sama. Perbedaan jenis singkong, kadar air, suhu, dan lama fermentasi dapat memengaruhi banyak sedikitnya cairan yang terbentuk.

Bagaimana agar tape singkong tidak cepat asam?

Jangan membiarkan tape terus berfermentasi setelah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Setelah teksturnya sudah lembut dan rasanya manis, tape dapat disimpan di dalam kulkas untuk memperlambat proses fermentasi.