Dana Pendidikan Anak Makin Mahal, Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Bikin Stres

Dana pendidikan anak perlu disiapkan sejak dini agar kebutuhan sekolah hingga kuliah dapat direncanakan secara bertahap.

Diterbitkan 29 September 2026, 22:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi orangtua, menyiapkan dana pendidikan anak bukan perkara yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kebutuhan pendidikan terus bertambah seiring usia anak, sementara biayanya juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Perhitungan juga tidak cukup hanya berdasarkan uang pangkal atau biaya kuliah karena ada kebutuhan lain seperti buku, perangkat belajar, tempat tinggal, transportasi, biaya ujian, bahkan dana darurat. Orangtua dapat mulai menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini agar kebutuhan tersebut tidak terasa berat ketika waktunya tiba.

Menabung secara rutin, meski dimulai dari nominal sederhana, memberi kesempatan bagi dana untuk bertumbuh secara bertahap sekaligus membentuk kebiasaan finansial yang konsisten, melansir Vanguard, Selasa (29/9/2026).

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menentukan jenjang pendidikan yang ingin dipersiapkan. Orangtua dapat memperkirakan pilihan sekolah atau perguruan tinggi, biaya pendidikan, kebutuhan ekstrakurikuler, serta pengeluaran pendukung lainnya.

Besaran dana yang dibutuhkan dapat berbeda pada setiap keluarga. Pilihan sekolah, lokasi, peluang mendapatkan beasiswa, kondisi penghasilan, dan kebutuhan anak menjadi sejumlah faktor yang dapat diperhitungkan.

Orangtua juga dapat meninjau anggaran rumah tangga untuk menemukan alokasi tabungan. Kebutuhan pokok seperti tempat tinggal, makanan, kesehatan, pengasuhan, dan transportasi dapat dipisahkan dari pengeluaran yang masih memungkinkan untuk dikurangi.

Biaya langganan maupun pembelian yang tidak mendesak dapat dievaluasi, kemudian sebagian penghematannya dialihkan ke rekening khusus dana pendidikan anak.

Mulai dari Nominal Terjangkau dan Buat Tabungan Otomatis

Efek compounding membuat hasil yang diperoleh dapat ikut menghasilkan pertumbuhan berikutnya. Meski begitu, hasil investasi tidak dijamin dan nilainya dapat berfluktuasi, sehingga pilihan produk perlu disesuaikan dengan jangka waktu serta toleransi risiko keluarga.

Orang tua dapat menetapkan setoran setelah menerima gaji atau pemasukan. Transfer otomatis ke rekening terpisah membantu mengurangi kemungkinan uang tabungan terpakai untuk belanja lain.

Jika kondisi keuangan belum memungkinkan untuk menyisihkan banyak, mulailah dari nominal kecil dan tingkatkan secara bertahap ketika pendapatan bertambah atau pengeluaran berkurang. Target tabungan sebaiknya dihitung berdasarkan perkiraan biaya pendidikan yang ingin ditanggung keluarga, bukan semata-mata mengikuti angka yang digunakan orang lain.

Sebagian orang tua menargetkan untuk membiayai seluruh kebutuhan, sementara yang lain merencanakan kombinasi tabungan, penghasilan saat anak bersekolah, beasiswa, atau bantuan pendidikan.

Piliih Instrumen Sesuai Tujuan

Orang tua dapat membuat simulasi berdasarkan usia anak, waktu tersisa sebelum masuk sekolah atau perguruan tinggi, serta perkiraan kenaikan biaya. Kalkulator tabungan pendidikan dapat membantu membandingkan beberapa skenario sesuai kondisi keuangan keluarga, tetapi hasilnya tetap berupa estimasi.

Pilihan tempat menyimpan dana bergantung pada kapan uang akan digunakan dan seberapa besar risiko yang sanggup diterima keluarga. Tabungan biasa dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan yang lebih dekat dan akses dana yang mudah, sedangkan instrumen investasi berpotensi sesuai untuk tujuan jangka panjang dengan mempertimbangkan fluktuasi nilai.

Produk dan fasilitas pajak yang disebut dalam sumber luar negeri, seperti 529 di Amerika Serikat atau Junior ISA di Inggris, memiliki aturan khusus di negara masing-masing sehingga tidak dapat dianggap otomatis tersedia atau memiliki manfaat yang sama di Indonesia.

Evaluasi Berkala

Rencana dana pendidikan sebaiknya ditinjau setidaknya setahun sekali atau ketika terjadi perubahan besar. Jika tabungan tertinggal dari perkiraan, keluarga dapat meninjau kembali jumlah yang ingin ditanggung, mencari informasi beasiswa, atau memperpanjang waktu persiapan jika memungkinkan.

Keluarga dapat melibatkan kerabat dalam tujuan menabung, misalnya mengarahkan hadiah ulang tahun atau perayaan tertentu menjadi tambahan tabungan pendidikan, jika sesuai dengan kebiasaan keluarga. Cara ini bersifat opsional dan tidak perlu menjadi tuntutan bagi orang lain.

Keinginan untuk menyiapkan masa depan anak tetap perlu diseimbangkan dengan kondisi keuangan orang tua. Dana darurat, pengelolaan utang, perlindungan keluarga, dan tabungan pensiun tidak sebaiknya diabaikan demi mengejar target pendidikan.

Â