Metode 10-5-5 untuk Masak Nasi, Cara Sederhana agar Hasilnya Pulen dan Matang Merata

Metode 10-5-5 untuk masak nasi bikin hasil lebih pulen, matang merata, dan tidak mudah gosong di panci.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nasi menjadi makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Meski terlihat sederhana, memasak nasi yang pulen, matang merata, dan tidak mudah gosong ternyata membutuhkan teknik yang tepat.

Salah satu teknik yang belakangan banyak dibahas adalah metode 10-5-5 untuk masak nasi. Metode ini mengandalkan pengaturan waktu memasak dan proses mengukus setelah api dimatikan sehingga butiran nasi dapat matang secara merata tanpa kehilangan teksturnya.

Lebih lanjut, berikut metode 10-5-5 untuk masak nasi yang telah dihimpun Liputan6.com dari kanal Mashed, Kamis (6/8).

Apa Itu Metode 10-5-5 untuk Masak Nasi?

Metode 10-5-5 merupakan teknik memasak nasi yang diperkenalkan oleh Kyle Taylor, pengembang resep dan pembuat konten kuliner dari He Cooks.. Prinsipnya cukup sederhana, yaitu membagi proses memasak menjadi tiga tahap dengan durasi tertentu.

Kyle Taylor dari He Cooks., seperti dikutip Food Republic, menjelaskan bahwa metode ini membantu beras menyerap air secara optimal melalui panas uap sehingga tekstur nasi menjadi lebih pulen dan matang merata.

Berikut tahapannya:

  1. Sebelum mulai memasak, beras sebaiknya dicuci hingga bersih menggunakan air mengalir untuk mengurangi sisa pati di permukaannya. Setelah itu, masukkan beras dan air ke dalam panci, lalu didihkan.
  2. Begitu air mendidih, masak nasi selama 10 menit dengan tutup panci tetap tertutup. Setelah itu, matikan api dan biarkan nasi tetap berada di dalam panci selama 5 menit agar proses pengukusan berlangsung menggunakan panas yang tersisa.
  3. Selanjutnya, diamkan kembali selama 5 menit tanpa membuka tutup panci. Selama total 20 menit tersebut, tutup panci sebaiknya tidak dibuka agar uap panas tidak keluar dan proses pematangan berlangsung optimal.
  4. Setelah waktu selesai, aduk nasi menggunakan sendok nasi agar butiran mengembang dan kelembapannya tersebar merata sebelum disajikan.

Jika kompor yang digunakan menghasilkan panas cukup tinggi, waktu perebusan dapat dikurangi menjadi sekitar delapan hingga sembilan menit agar bagian bawah nasi tidak terlalu matang atau gosong.

Apakah Metode Ini Cocok untuk Semua Jenis Beras?

Metode 10-5-5 paling ideal diterapkan pada beras putih. Beras putih telah melalui proses penggilingan yang menghilangkan lapisan bekatul (kulit ari) dan lembaga (embrio), sehingga air lebih mudah meresap ke dalam butiran beras.

Sebaliknya, beras merah masih memiliki lapisan luar yang lebih keras sehingga membutuhkan waktu memasak lebih lama. Jika menggunakan metode yang sama, beras merah berisiko belum matang sempurna.

Meski demikian, konsep metode ini tetap bisa diterapkan dengan menyesuaikan durasinya. Untuk beras merah, nasi dapat direbus selama sekitar 35 hingga 40 menit, kemudian dikukus selama 10 menit dan didiamkan lagi selama 10 menit, semuanya dengan tutup panci tetap tertutup.

Pendekatan serupa juga dapat digunakan pada jenis beras lain yang bertekstur lebih keras, seperti beras hitam atau beras liar, meski waktu memasaknya bisa berbeda tergantung karakteristik masing-masing jenis beras.

Jangan Lupa Mengaduk Nasi Sebelum Disajikan

Setelah nasi matang, jangan langsung menyajikannya. Luangkan waktu sejenak untuk mengaduk atau mengembang-kannya menggunakan sendok nasi.

Langkah sederhana ini membantu memecah gumpalan nasi sekaligus mendistribusikan sisa uap dan kelembapan secara merata ke seluruh bagian. Dengan begitu, nasi tidak hanya tampak lebih mengembang, tetapi juga memiliki tekstur yang lebih konsisten tanpa bagian yang terlalu basah atau terlalu lengket.

Di Indonesia, sebagian besar rumah tangga memang sudah mengandalkan rice cooker untuk memasak nasi sehari-hari. Namun, metode 10-5-5 tetap bermanfaat bagi Anda yang memasak nasi menggunakan panci, misalnya saat listrik padam, berkemah, atau memasak dalam jumlah kecil. Dengan memperhatikan waktu memasak, menjaga tutup panci tetap tertutup, dan memberi waktu nasi untuk "beristirahat" sebelum diaduk, hasil nasi dapat menjadi lebih pulen dan matang merata tanpa memerlukan teknik yang rumit.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Metode 10-5-5 untuk Masak Nasi

1. Apa yang dimaksud dengan metode 10-5-5 untuk masak nasi?

Metode 10-5-5 adalah teknik memasak nasi dengan merebus selama 10 menit, kemudian mengukus selama 5 menit setelah api dimatikan, lalu mendiamkannya lagi selama 5 menit tanpa membuka tutup panci agar nasi matang merata.

2. Apakah tutup panci boleh dibuka selama metode 10-5-5 berlangsung?

Tidak. Tutup panci sebaiknya tetap tertutup selama seluruh proses agar uap panas tidak keluar. Uap tersebut berperan penting dalam mematangkan nasi secara merata.

3. Apakah metode 10-5-5 bisa digunakan untuk semua jenis beras?

Metode ini paling cocok untuk beras putih. Untuk beras merah atau jenis beras bertekstur lebih keras, waktu memasaknya perlu diperpanjang agar hasilnya matang sempurna.

4. Mengapa nasi perlu diaduk sebelum disajikan?

Mengaduk nasi membantu memecah gumpalan dan meratakan kelembapan di seluruh bagian, sehingga tekstur nasi menjadi lebih pulen dan tidak ada bagian yang terlalu basah atau lengket.

5. Apakah metode 10-5-5 masih bermanfaat jika sudah menggunakan rice cooker?

Rice cooker memang dirancang untuk memasak nasi secara otomatis, tetapi metode 10-5-5 tetap berguna bagi Anda yang memasak menggunakan panci, seperti saat berkemah, listrik padam, atau tidak memiliki penanak nasi.