Santan Naik Kelas, Bahan Lokal yang Makin Eksis di Dapur Modern

BlueBand Santan Kelapa hadir membawa cita rasa lokal ke dapur modern, mendukung kreasi kuliner dengan tekstur creamy dan rasa gurih.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Santan selama ini lekat dengan berbagai hidangan khas Indonesia, mulai dari gulai, rendang, opor, hingga aneka kue tradisional. Perkembangan industri makanan dan minuman membuat bahan tersebut semakin luas digunakan untuk berbagai kreasi kuliner.

Chef dan pelaku usaha kini dapat mengeksplorasi santan dalam sajian yang memadukan cita rasa lokal dengan pendekatan modern. Perubahan kebutuhan di dapur juga mendorong bahan masakan untuk mengikuti perkembangan kreativitas kuliner.

Pelaku F&B tidak hanya mencari rasa yang sesuai, tapi juga mempertimbangkan tekstur, konsistensi, kemudahan penggunaan, serta kemampuan bahan untuk diaplikasikan pada berbagai jenis menu. Kondisi tersebut membuka ruang bagi santan untuk hadir lebih luas, termasuk dalam kreasi fusion dan kebutuhan dapur profesional.

Head of Marketing PT Flora Food Indonesia Ade Savitri mengatakan, perkembangan kuliner membutuhkan solusi memasak yang dapat mengikuti kebutuhan konsumen dan industri.

"Kami memahami bahwa kebutuhan konsumen dan industri terus berkembang, tidak hanya dalam menghadirkan menu-menu baru, tapi juga dalam menciptakan proses memasak yang lebih baik secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan berkualitas hingga menghasilkan hidangan terbaik," katanya lewat rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 24 Juli 2026.

Flora Food Group melihat peluang tersebut melalui kehadiran BlueBand Santan Kelapa yang diperkenalkan di ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026. Pameran tersebut berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

 

Mendukung Kebutuhan Masak

BlueBand Santan Kelapa menjadi portofolio terbaru Flora Food Indonesia di luar kategori margarin. Produk ini menawarkan cita rasa gurih dengan tekstur yang lebih kental dan creamy untuk mendukung beragam kebutuhan memasak. Produk tersebut juga diperkaya kalsium sehingga memadukan karakter santan dengan tambahan nilai nutrisi.

Kehadiran produk dalam tiga ukuran kemasan turut menyasar kebutuhan pengguna yang berbeda. BlueBand Santan Kelapa tersedia dalam kemasan 65 ml, 200 ml, dan 1 liter. Pilihan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dapur profesional.

Santan juga memiliki ruang eksplorasi yang luas dalam perkembangan kuliner modern. Karakter gurih dan creamy dapat digunakan untuk memperkaya hidangan bercita rasa Indonesia maupun menu fusion. Pemanfaatannya tidak berhenti pada masakan berkuah, tapi dapat berkembang mengikuti kreativitas chef dalam menciptakan sajian baru.

 

3 Kategori

Perusahaan turut memperkenalkan Flora Professional sebagai identitas baru lini produk profesional di Indonesia. Perubahan identitas tersebut mengikuti visual brand identity global, sekaligus memperkuat portofolio yang ditujukan untuk kebutuhan food service.

Flora Professional mencakup tiga kategori, yakni Flora Professional Multipurpose Cream, Flora Professional Cooking Cream, dan Flora Professional Butter Blend. Ketiganya mendukung berbagai aplikasi kuliner, seperti cooking, baking, pastry, minuman, dan gelato.

Kehadiran lini tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dapur profesional semakin beragam. Chef dan pelaku usaha membutuhkan bahan yang dapat mendukung proses produksi dengan hasil yang konsisten ketika digunakan dalam berbagai menu.

Selama FHI 2026, perusahaan menghadirkan berbagai aktivitas di booth. Pengunjung mengikuti sharing session, cooking demo, dan menu tasting bersama Chef Norman Ismail, Chef Florence, serta Barista Robby Firlian.

 

Mengembangkan Menu Masakan

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana bahan dan produk dapat diterjemahkan menjadi kreasi yang lebih dekat dengan kebutuhan dapur. Demonstrasi juga memberi gambaran mengenai peluang penggunaan santan dalam mengembangkan menu dengan karakter rasa Indonesia.

Ade menilai, perkembangan kuliner membutuhkan kolaborasi antara bahan yang tepat dan kreativitas para profesional. "Kami ingin tumbuh bersama para pelaku industri karena kami percaya kemajuan kuliner Indonesia lahir dari kolaborasi antara produk yang tepat, kreativitas para profesional, dan semangat untuk terus berinovasi," katanya.

Perkembangan tersebut memperlihatkan posisi santan yang semakin fleksibel di tengah perubahan industri F&B. Bahan yang identik dengan resep warisan Indonesia kini memiliki peluang untuk hadir dalam berbagai bentuk kreasi dan teknik pengolahan.