Cara Membuat Perkedel dari Nasi Sisa yang Gurih dan Bikin Nagih

0(0)

Jangan buang nasi sisa! Simak cara membuat perkedel dari nasi sisa yang gurih, renyah di luar, lembut di dalam, dan mudah dibuat di rumah.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Inovasi kuliner cerdas hadir melalui perkedel nasi sisa, sebuah hidangan gurih dan renyah yang memanfaatkan nasi yang tidak habis termakan. Kreasi ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada upaya pengurangan limbah makanan di rumah tangga.

Secara historis, perkedel bukanlah hidangan asli Indonesia, melainkan adaptasi dari "frikadel" Belanda yang diperkenalkan pada masa kolonial. Frikadel awalnya terbuat dari daging cincang, namun di Indonesia, bahan dasarnya diadaptasi menggunakan kentang, dan kini berkembang dengan variasi lain seperti jagung, tahu, hingga nasi.

Mengolah nasi sisa menjadi perkedel membawa sejumlah manfaat penting. Selain mengurangi pemborosan makanan, proses ini juga ekonomis karena bahan-bahannya murah dan mudah ditemukan. Hidangan ini menawarkan tekstur unik yang renyah di luar dan lembut di dalam, dengan rasa gurih serta wangi yang bikin nagih. Menariknya, nasi yang didiamkan semalaman memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan dapat kehilangan hingga 60% kalorinya, menjadikannya alternatif yang lebih sehat bagi mereka yang perlu menjaga kadar gula darah atau sedang diet.

Lantas bagaimana cara membuat perkedel dari nasi sisa yang gurih dan bikin nagih? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (14/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

Bahan Utama dan Pelengkap untuk Perkedel Nasi

Untuk menghasilkan perkedel nasi sisa yang gurih dan menggugah selera, pemilihan bahan utama yang tepat sangatlah krusial. Nasi putih sisa sebanyak 2 cangkir atau sekitar 200-600 gram menjadi fondasi utama. Nasi yang sudah dingin atau mengeras lebih disarankan karena teksturnya tidak lembek dan lebih mudah diolah serta dibentuk.

Sebagai pengikat adonan, 1-2 butir telur ayam sangat diperlukan agar perkedel tidak mudah hancur saat digoreng, sekaligus memberikan kelembutan pada bagian dalamnya. Untuk pelapis, telur utuh terbukti tidak menyerap minyak sebanyak putih telur saja. Selain itu, 1-4 sendok makan tepung terigu, maizena, atau tapioka dapat ditambahkan untuk membantu memadatkan adonan dan mencegahnya pecah saat digoreng, serta mengurangi busa minyak.

Variasi rasa dan tekstur bisa diperkaya dengan bahan tambahan seperti 1 papan tahu putih yang dihancurkan untuk kelembutan, atau 2 buah kentang (600 gram) yang dikukus/direbus lalu dihaluskan untuk tekstur empuk dan gurih ala perkedel tradisional. Wortel parut dapat menambah rasa manis alami dan nilai gizi, sementara 200 gram daging ayam cincang atau kornet yang ditumis matang akan memperkaya rasa umami dan protein.

Meracik Bumbu Khas Perkedel Nasi

Cita rasa "gurih dan bikin nagih" pada perkedel sangat bergantung pada racikan bumbu yang meresap sempurna ke dalam adonan. Bawang putih, sebanyak 2-3 siung yang dihaluskan atau dicincang, menjadi bumbu dasar yang memberikan aroma harum dan rasa gurih kuat. Beberapa resep menyarankan untuk menumis bawang putih hingga harum sebelum dicampur ke adonan.

Bawang merah halus, sekitar 2 sendok makan atau secukupnya, akan menambah kedalaman rasa dan aroma khas. Untuk sentuhan pedas hangat, tambahkan ¼ hingga ½ sendok teh merica bubuk. Garam secukupnya, sekitar ½ sampai 1 sendok teh, berfungsi sebagai penyeimbang dan penguat rasa gurih. Rahasia umami yang membuat perkedel semakin "nagih" adalah kaldu bubuk ayam atau jamur, dengan takaran ½ hingga 2 sendok teh. Pala bubuk, sebanyak ¼ hingga ½ sendok teh, memberikan aroma rempah yang khas dan hangat, sering digunakan dalam perkedel tradisional.

Bumbu pelengkap seperti 1-2 batang daun bawang iris tipis dan 1 tangkai daun seledri iris halus akan menambah aroma segar dan tekstur renyah. Sentuhan akhir yang tak kalah penting adalah 1½ hingga 2 sendok makan bawang goreng, yang memberikan aroma sangat harum, rasa gurih mendalam, dan tekstur renyah yang disukai.

Cara Membuat Perkedel dari Nasi Sisa dan Langkah Penggorengan

Tahap persiapan adonan merupakan langkah krusial untuk memastikan perkedel memiliki tekstur yang pas dan bumbu yang merata. Dimulai dengan menyiapkan nasi sisa yang sudah dingin, lalu haluskan menggunakan garpu, ulekan, atau blender hingga teksturnya sesuai. Jika menggunakan bahan tambahan seperti tahu, kentang, wortel, atau daging, pastikan sudah diolah terlebih dahulu; tahu dan kentang dihaluskan, wortel diparut, dan daging ditumis hingga matang.

Selanjutnya, haluskan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, merica, garam, dan pala hingga menjadi pasta. Setelah semua bahan siap, campurkan nasi sisa yang sudah dihaluskan, telur, tepung terigu/maizena, bumbu halus, kaldu bubuk, irisan daun bawang, irisan daun seledri, dan bawang goreng dalam satu wadah besar. Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan adonan bisa dipulung atau dibentuk. Jika adonan terlalu lembek, tambahkan sedikit tepung terigu, namun hindari mengaduk terlalu kuat atau terlalu lama agar tekstur perkedel tetap optimal.

Setelah adonan siap, ambil sekitar satu sendok makan dan bentuk bulat pipih sesuai selera, pastikan bentuknya padat agar tidak mudah hancur saat digoreng. Siapkan pelapis dengan mengocok lepas 1 butir telur ayam utuh dalam mangkuk terpisah, karena telur utuh terbukti tidak menyerap minyak sebanyak putih telur saja.

Panaskan minyak goreng dalam wajan dengan api sedang hingga cukup banyak untuk merendam perkedel. Minyak yang panas akan mencegah perkedel menyerap terlalu banyak minyak. Celupkan perkedel ke dalam kocokan telur, lalu goreng hingga kedua sisinya berwarna kuning keemasan dan garing. Penting untuk tidak terlalu sering membalik perkedel dan tidak memasukkan terlalu banyak dalam satu wajan agar tidak menempel dan hancur.

Resep dan Cara Membuat Perkedel dari Nasi Sisa

Sebelum mulai membuat adonan, pastikan semua bahan telah tersedia agar proses memasak lebih praktis.

Bahan Utama:

  •  2 cangkir nasi putih sisa (sekitar 300 gram) 
  •  2 butir telur ayam (1 untuk adonan, 1 untuk pelapis) 
  •  3 sdm tepung maizena atau tepung terigu 
  •  2 batang daun bawang, iris tipis 
  •  1 batang seledri, cincang halus 
  •  2 sdm bawang goreng 

Bumbu Halus:

  •  3 siung bawang putih 
  •  3 butir bawang merah 
  •  ½ sdt merica bubuk 
  •  ½ sdt garam 
  •  1 sdt kaldu bubuk ayam atau jamur 
  •  Sejumput pala bubuk (opsional)

 

Cara Membuat:

  1. Haluskan nasi sisa menggunakan garpu, ulekan, atau potato masher hingga teksturnya sedikit lembut tetapi masih memiliki sedikit butiran. Cara ini membuat adonan lebih mudah menyatu.
  2. Selanjutnya, haluskan bawang putih dan bawang merah. Jika ingin aroma yang lebih harum, tumis bumbu sebentar hingga matang sebelum dicampurkan ke dalam adonan.
  3. Masukkan nasi yang sudah dihaluskan ke dalam mangkuk besar. Tambahkan bumbu halus, telur, tepung, garam, merica, kaldu bubuk, pala, daun bawang, daun seledri, dan bawang goreng.
  4. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata. Bila adonan masih terlalu lembek, tambahkan sedikit tepung. Sebaliknya, jika terlalu padat, tambahkan sedikit telur kocok agar teksturnya kembali pas.
  5. Ambil sekitar satu sendok makan adonan, kemudian bulatkan dan pipihkan menggunakan telapak tangan hingga membentuk perkedel.
  6. Lakukan hingga seluruh adonan habis. Usahakan ukuran setiap perkedel sama agar matang secara merata saat digoreng.
  7. Kocok satu butir telur dalam mangkuk terpisah hingga rata.
  8. Celupkan setiap perkedel ke dalam telur sebelum digoreng. Lapisan telur akan membantu menjaga bentuk perkedel sekaligus menghasilkan warna kuning keemasan yang cantik setelah matang.
  9. Panaskan minyak dengan api sedang hingga benar-benar panas.
  10. Masukkan perkedel satu per satu tanpa memenuhi wajan terlalu banyak. Goreng selama sekitar 3–5 menit pada setiap sisi hingga berubah warna menjadi kuning keemasan dan bagian luarnya terasa renyah.
  11. Angkat perkedel yang telah matang, lalu tiriskan di atas rak kawat atau tisu dapur agar minyak berlebih berkurang.

Tips & Variasi untuk Cita Rasa Optimal

Untuk memastikan perkedel nasi sisa selalu gurih, renyah, dan bikin nagih, perhatikan konsistensi adonan. Jika terlalu lembek, tambahkan sedikit tepung terigu; jika terlalu kering, bisa ditambahkan sedikit air atau telur. Adonan yang pas akan mudah dibentuk dan tidak mudah hancur saat digoreng. Selain itu, suhu minyak yang tepat (api sedang) dan penggunaan minyak goreng baru sangat penting untuk mencegah perkedel menyerap banyak minyak dan menjadi lembek.

Beberapa tips tambahan untuk penggorengan yang sempurna adalah menaburkan sedikit garam ke dalam minyak yang sedang dipanaskan untuk meminimalisir busa dan mengurangi letupan. Menaburkan sejumput tepung terigu pada minyak panas juga dapat membantu. Hindari membalik perkedel terlalu sering; cukup sekali atau dua kali agar matang merata dan tidak hancur.

Perkedel nasi sisa sangat fleksibel untuk divariasikan. Anda bisa menambahkan sayuran parut seperti wortel, buncis, atau brokoli cincang untuk nilai gizi lebih, atau mencampurkan daging ayam cincang, daging sapi giling, atau kornet yang sudah ditumis matang untuk rasa yang lebih kaya. Bagi penggemar keju, tambahkan keju parut ke dalam adonan untuk sentuhan gurih dan creamy, atau irisan cabai rawit untuk sensasi pedas. Hidangan ini cocok disajikan sebagai camilan sore, lauk pendamping nasi, pelengkap hidangan berkuah seperti soto, atau dinikmati dengan saus cocolan, bahkan praktis untuk bekal.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membuat Perkedel dari Nasi Sisa

1. Mengapa nasi sisa lebih baik digunakan untuk perkedel?

Nasi sisa yang sudah dingin atau mengeras memiliki tekstur yang tidak lembek, sehingga lebih mudah diolah dan dibentuk menjadi perkedel. Selain itu, nasi dingin memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan dapat kehilangan hingga 60% kalorinya.

2. Bagaimana cara mencegah perkedel menyerap banyak minyak saat digoreng?

Pastikan minyak goreng dipanaskan hingga suhu yang tepat (api sedang) dan cukup banyak untuk merendam perkedel. Menggunakan telur utuh sebagai pelapis juga terbukti menyerap lebih sedikit minyak dibandingkan putih telur saja. Menaburkan sedikit garam atau sejumput tepung terigu ke minyak panas juga dapat membantu.

3. Apa saja variasi bahan tambahan yang bisa digunakan untuk perkedel nasi sisa?

Perkedel nasi sisa dapat divariasikan dengan menambahkan tahu putih, kentang yang dihaluskan, wortel parut, daging ayam cincang atau kornet, keju parut, atau irisan cabai rawit untuk sensasi pedas.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu