Liputan6.com, Jakarta - Satu lagi taman bermain dalam ruang dihadirkan di Jakarta. Bernama Wonderlab, tempat tersebut menawarkan beragam permainan 'menantang' berbasis mekatronika, yakni ilmu teknik yang menggabungkan rekayasa mesin, elektronika, informatika, dan sistem kontrol untuk merancang dan menciptakan sistem otomatis, berpadu dengan project mapping untuk meningkatkan fokus dan kreativitas.
"Kita memang sudah desain setiap mainan dan corner itu ada banyak movement activies yang physical. Contohnya dari memanjat, terus melewati beberapa mainan yang mechatronic," kata Co-founder dan Presiden Direktur Wonderlab, Belinda Luis, kepada Lifestyle Liputan6.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Belinda menyebut program Takeshi Castle sebagai salah satu rujukan desain permainan mekatronik. X Bridge salah satunya. Wahana berbentuk X itu berputar secara teratur, menantang keseimbangan para pemainnya saat melompat. Bedanya, kecepatannya diatur lambat untuk mengurangi risiko terjatuh, sedangkan di Takeshi Castle lebih ekstrem karena bertujuan mengalahkan penantang.
Advertisement
Ada lagi perosotan dengan kemiringan sampai 45 derajat. Permainan itu awalnya terlihat seperti bidang datar biasa dengan beberapa pijakan di beberapa titik. Semakin ke belakang, kemiringan terasa semakin ekstrem. Adrenalin terasa mengalir deras begitu bidang datar diangkat hingga sudut maksimalnya, sebelum memaksa diri meluncur turun menuju kolam bola di bawahnya.
Berlokasi di Senayan City, Jakarta Pusat, taman bermain itu menargetkan anak-anak sebagai pengunjung utama, khususnya berusia 5--13 tahun. Untuk memastikan keamanan selama bermain, petugas disiagakan di setiap wahana strategis.
"Kurang lebih satu staf itu bisa (awasi) lima anak, tapi memang ada beberapa area, mereka lebih fokus di beberapa station yang butuh dijelaskan cara mainnya," kata Belinda. Meski begitu, banyak orang dewasa yang ikut bersenang-senang, terutama di area perosotan.
Â
Tak Hanya Wahana Bermain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8570342/original/005534500_1782523477-Kegiatan_di_Wonder_Class.jpg)
Untuk membedakan dari taman bermain dalam ruang lainnya, Wonderlab menghadirkan Wonder Class. Itu adalah kelas khusus berupa senam, tari, balet, olahraga campuran, dan kegiatan kreatif yang dipandu instruktur profesional. Kelas multidisiplin itu menempati luas sekitar 200 meter persegi yang bisa diikuti anak berusia 1--8 tahun. Â
Menurut Belinda, orangtua tinggal memesan dan memilih jadwal kelas yang akan diikuti anak mereka. Satu sesi kelas berdurasi 55 menit. Orangtua bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk me time sejenak di mal selama anak mereka mengikuti kelas.
"Kita ada beberapa paket, mulai dari single class. Misalkan ibunya datang terus langsung mau join satu kelas dulu aja, itu Rp 300 ribu. Tapi, misalnya ada parents yang mau langsung beli beberapa kelas sekaligus, contohnya dari 6, 12, dan 24, harganya mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 5 juta, expire date-nya juga lama," jelasnya.
Nantinya, orangtua bisa memesan jadwal kelas sesuai keinginan lewat situs resmi mereka. "Di dalam Wonderlab ini ada 3 in 1 lah basically untuk experience-nya... Jadi, konsumen itu dan anak-anak pas datang ke sini memang mereka tuh play and learn at the same time," sahutnya.Â
Â
Advertisement
Bangun Karakter IP Lokal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8570343/original/062890700_1782523480-Wonderlab_1..jpg)
Belinda memastikan bahwa Wonderlab sepenuhnya dikembangkan oleh anak bangsa dengan sepenuhnya IP lokal. "Semua ini di-build dari karya anak bangsa. Banyak sekali yang mengira Wonderlab ini adalah brand IP dari luar, namun sebenarnya brand IP ini dari dalam negeri," ujarnya.
Pihaknya juga merancang maskot khusus untuk menyambut para pengunjung sekaligus membangun kesan mendalam terkait Wonderlab. Khusus di cabang Senayan City, mereka memperkenalkan karakter Neko, kucing robot masa depan. Karakter itu melewati proses focus group discussion (FGD) sebelum diperkenalkan resmi.
"Jadi kita punya sebenarnya ada tiga set sampel. Itu tuh masing-masing beda-beda. Ada yang robotik banget, ada yang animal banget. Ternyata beda banget case-nya cewek sama cowok. Kalau cowok tuh harus yang armor, perang gitu. Tapi kalau anak-anak cewe itu pengen ngobrol gitu. So ya, we are finding the balance. Akhirnya ketemu si Neko ini," jelas Christian Melvin, Co-Founder & Creative Director Wonderlab.
Beda Cabang, Beda Karakter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8570344/original/062732600_1782523481-Wonderlab_6.jpg)
Ke depan, pihaknya menyiapkan karakter berbeda untuk cabang Wonderlab berbeda. Hal itu, kata Belinda, memberi pondasi karakter lebih kokoh bagi Wonderlab. Mereka bisa lebih leluasa menghadirkan pengalaman berbeda, lewat narasi dan tantangan berbasis karakter yang mereka buat.
"Ibaratnya enhacing the experience," ucapnya. "Bahkan saya lihat anak-anak tuh udah mulai nempel. Jadi pas datang, dia tahu itu Neko. Pas mau pulang, dia dadah-dadah ke Neko. Pas lagi ngantri, mereka udah bilang mau ketemu Neko hari ini."
Untuk para pendamping atau orangtua, Wonderlab juga menghadirkan Wonderlab Café. Di sana, mereka bisa bersantai atau beristirahat setelah menemani aktivitas bermain maupun kelas. Selain itu, Wonderlab bekerja sama dengan Metrox untuk menghadirkan lini merchandise, membawa pengalaman Wonderlab di luar area bermain.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/393222/original/019783400_1521185025-20140414_160634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8570341/original/004671900_1782523476-Wonderlab_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)