Jadi Penumpang Kapal MV Hondius yang Terinfeksi Hantavirus, Youtuber Turki Dikecam Warganet

Youtuber Turki Ruhi Cenet menjadi salah satu penumpang kapal MV Hondius. Ia turun berbarengan dengan jenazah pria Belanda yang terinfeksi hantavirus.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang Youtuber asal Turki bernama Ruhi Çenet dikecam publik setelah fotonya menghadiri pernikahan di Istanbul muncul di media sosial, menurut Turkiye Today. Ia merupakan salah satu penumpang kapal MV Hondius yang terinfeksi hantavirus.

Cenet (35) naik kapal pesiar pada 1 April 2026 di Ushuaia, Argentina. Pada 11 April 2026, seorang pria Belanda berusia 70 tahun meninggal. Menurut Cenet, kapten kapal saat itu mengumumkan kepada penumpang bahwa penyebab kematian pria itu 'alami', pada hari berikutnya.

Cenet sempat merekam suara kapten mengumumkan itu seperti terlihat dalam video yang diberikannya kepada NBC News. "Kapal aman. Sayangnya, pria ini meninggal karena sebab alami. Dan seperti yang saya katakan, kami melakukan apa yang kami bisa untuk melanjutkan perjalanan dengan aman dan bermartabat," kata kapten, menurut video yang direkam Cenet dan dipublikasikan oleh NBC News.

Dengan pengumuman tersebut, para penumpang kapal pesiar melanjutkan hari-harinya seperti biasa. Ia mencatat kapal beroperasi normal hingga 24 April 2026, yang berarti penumpang lain tetap makan bersama, tidak memakai masker, dan 'tidak mengambil tindakan pencegahan selama 12 hari penuh'. Cenet turun di St. Helena pada 24 April 2025, bersamaan dengan jenazah pria Belanda itu dikeluarkan dari kapal. 

"Saya berharap kami tidak mendarat di sana setelah korban pertama, karena bersama kami, ada seratus penumpang lagi, dan mereka berinteraksi dengan penduduk pulau," kata Cenet kepada AFP. "Ini adalah salah satu penyesalan saya, karena pulau itu adalah pulau yang paling terpencil, dan mereka tidak memiliki cukup pusat medis, cukup dokter."

 

 

Hadiri Pernikahan di Hari Pengumuman WHO

Sementara itu, istri pria Belanda itu mulai merasa sakit dan turun dari kapal. Wanita berusia 69 tahun itu kemudian naik penerbangan ke Afrika Selatan, yang juga ditumpangi Cenet. Ia meninggal pada 26 April 2026.

Setelah tiba di Turki, Cenet mengaku diberitahu bahwa jika mereka tidak menunjukkan gejala, mereka tidak perlu dikarantina — dan ia tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada 2 Mei 2026, pejabat Afrika Selatan mengumumkan seorang pria Jerman adalah korban meninggal ketiga akibat wabah tersebut.

Cenet menghadiri pernikahan di Istanbul pada 3 Mei 2026, hari yang sama ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang menyelidiki kemungkinan wabah hantavirus di kapal pesiar itu. "Pada tanggal saya menghadiri pernikahan, epidemi hantavirus belum diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia," tulisnya di Instagram pribadinya pada Jumat, 8 Mei 2026.

WHO kemudian mengonfirmasi pada Jumat, 8 Mei 2026, bahwa ada delapan kasus yang dicurigai, termasuk tiga kematian. Enam dari kasus tersebut telah 'dikonfirmasi laboratorium sebagai infeksi hantavirus, dengan semuanya diidentifikasi sebagai virus Andes (ANDV)', menurut WHO.

 

Kapal MV Hondius Mendarat di Kepulauan Canaru Spanyol

Setelah WHO memastikan soal penyebaran hantavirus, Cenet kepada AFP langsung mengisolasi diri bersama juru kameranya. "Kami berusaha mengisolasi diri sebisa mungkin," katanya kepada AFP.

Namun, ia mencatat bahwa kapal beroperasi normal hingga 24 April 2026. "Saya berharap semua orang lebih waspada," katanya kepada NBC News. 

Pada Rabu, 6 Mei 2026, kapal tersebut berangkat dari Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat. Kapal tersebut sekarang sedang dalam perjalanan ke Kepulauan Canary Spanyol, yang berada di lepas pantai Maroko, dan diperkirakan tiba pada Minggu dini hari, 10 Mei 2026.

Hantavirus adalah penyakit menular yang biasanya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus rusa, tikus kapas, tikus padi, dan tikus berkaki putih, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Virus ini biasanya ditularkan ke manusia ketika mereka digigit atau bersentuhan dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

 

Strain Andes Hantavirus

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengidentifikasi strain saat ini sebagai strain virus Andes, yang dapat ditularkan antar-manusia.

"Dalam wabah virus Andes sebelumnya, penularan antar-manusia dikaitkan dengan kontak dekat dan berkepanjangan, terutama di antara anggota keluarga, pasangan intim, dan orang-orang yang memberikan perawatan medis," katanya dalam sebuah briefing pada Kamis, 7 Mei 2026.

Gejala biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Gejalanya meliputi demam, kelelahan, dan nyeri otot, terutama di paha, pinggul, punggung, dan bahu, batuk, dan sesak napas. Pasien mungkin juga mengalami sesak dada karena penumpukan cairan di paru-paru.

Infeksi ini dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus (HPS). Penyakit ini menjadi berita utama tahun lalu ketika Betsy Arakawa, istri aktor Gene Hackman, meninggal setelah tertular sindrom paru-paru hantavirus, yang hanya ditularkan oleh hewan pengerat ke manusia.