Panduan Merawat Bunga Krisan agar Lebat, Sehat, dan Berwarna Cerah

Bunga krisan bukan hanya mempercantik rumah, tapi juga dipercaya membantu menjaga kualitas udara tetap bersih.

Diterbitkan 10 April 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bunga krisan dikenal karena keindahan warna dan bentuknya yang beragam. Tak heran bunga ini begitu digemari banyak orang. Selain sering digunakan sebagai bunga potong untuk dekorasi, krisan juga cocok dijadikan penghias ruangan maupun tanaman hias dalam pot.

Kehadirannya bukan hanya mempercantik rumah, tapi juga dipercaya membantu menjaga kualitas udara tetap bersih. Mengutip laman Kementerian Pertanian, Rabu, 8 April 2026, krisan termasuk tanaman hias yang banyak dibudidayakan.

Alasannya sederhana: tampilannya menarik dan perawatannya relatif mudah. Ditambah lagi, pilihan warnanya yang beragam membuat krisan semakin diminati para pecinta tanaman. Perawatan rutin menjadi kunci utama krisan dapat tumbuh subur dan berbunga dengan optimal.

Penyiraman sebaiknya dilakukan secara teratur setiap pagi. Selain itu, kondisi suhu lingkungan juga perlu diperhatikan. Krisan tumbuh baik pada suhu 20–26 derajat Celcius, dengan batas minimal 17 derajat Celcius dan maksimal 30 derajat Celcius.

Pada malam hari, suhu ideal berkisar antara 16–18 derajat Celcius dengan kelembapan udara sekitar 70–80 persen. Untuk media tanam, krisan membutuhkan tanah yang berpasir, subur, dan gembur, dengan tingkat keasaman (pH) antara 5,5 hingga 6,7.

Jika ditanam dalam pot, media yang bisa digunakan adalah campuran tanah gambut, cocopeat, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:4. Sebelum digunakan, media tanam sebaiknya berasal dari bekas persemaian yang sudah dipakai hingga tiga kali, lalu disterilisasi terlebih dahulu pada suhu 85 derajat Celcius selama empat jam menggunakan alat pengukus.

Setelah proses ini, media dimasukkan ke dalam pot hingga penuh dan disiram sampai jenuh. Untuk hasil yang optimal, gunakan pot dengan tinggi sekitar 15 cm dan diameter 13 cm agar krisan dapat tumbuh dengan baik.

Penanaman dan Pengaturan Cahaya pada Krisan

Penanaman krisan dimulai dengan memilih bibit stek berkualitas yang seragam, dengan tinggi ideal tidak lebih dari 5 cm untuk tanaman pot. Media tanam dilubangi pada lima titik, lalu bibit ditanam secara manual dalam posisi tegak lurus dan tinggi yang sama agar pertumbuhan seragam.

Setelah itu, tanaman dikabutkan menggunakan power sprayer selama sekitar 30 menit untuk menjaga kelembapan dan membantu adaptasi. Selain penanaman, cahaya berperan penting dalam pertumbuhan krisan.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari 4–16 jam per hari. Tambahan cahaya sekitar 2 jam diperlukan dengan intensitas minimal 40 lux (lampu TL) atau 70 lux (lampu pijar). Pencahayaan tambahan diberikan sejak awal tanam hingga tunas lateral mencapai panjang 2–3 cm.

Untuk menghasilkan bunga yang mekar serempak, dilakukan teknik blackout pada malam hari dengan menutup tanaman agar terhindar dari cahaya luar.

Penyiraman dan Pemangkasan Tanaman Krisan

Penyiraman jadi kunci penting dalam perawatan krisan. Tanaman ini perlu disiram rutin setiap pagi dengan intensitas yang cukup, karena krisan menyukai tanah lembap, tapi tidak tahan terhadap kelebihan air.

Penyiraman bisa dilakukan secara manual atau melalui sistem irigasi, bahkan sering dikombinasikan dengan pemupukan agar lebih efisien. Salah satu metode yang digunakan adalah merendam sebagian pot dalam air setinggi 5–10 cm selama beberapa menit, sehingga air dan nutrisi terserap melalui sistem kapiler.

Selain itu, irigasi tetes juga dapat diterapkan untuk distribusi air yang lebih merata. Pemangkasan juga penting untuk merangsang pertumbuhan.

Tanaman dipangkas saat tinggi sekitar 15 cm dan diulang setiap tiga minggu. Teknik pinching dilakukan untuk memicu tunas lateral, sedangkan disbudding bertujuan menghasilkan bunga utama yang lebih berkualitas.

Pengendalian Hama, Penyakit, Gulma, dan Panen Krisan

Meski tergolong tanaman hias, krisan tetap rentan terhadap hama, penyakit, dan gulma. Karena itu, pengendalian perlu dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kondisi tanaman agar pertumbuhan tetap optimal.

Penanganannya dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari metode fisik, mekanis, kimiawi, hingga pendekatan kultur teknis dan biologis secara terpadu. Selain perawatan, panen menjadi tahap penting dalam budidaya krisan.

Tanaman ini umumnya siap dipanen pada usia 8–12 minggu setelah tanam, tergantung varietas dan musim. Pada musim kemarau, panen bisa dilakukan lebih cepat, sekitar 8–11 minggu, sedangkan musim hujan biasanya mencapai 12 minggu.

Krisan pot yang berkualitas memiliki batang setinggi 20–25 cm, tajuk melebar dengan diameter lebih dari 20 cm, serta daun hijau segar dan lebat. Bunganya berwarna cerah, mekar serempak, dan berbentuk kompak. Dengan perawatan dan panen yang tepat, krisan dapat tampil indah dan bernilai tinggi.