Cara Membuat Perkedel Tidak Menyerap Minyak, Lebih Renyah dan Tidak Hancur

Pelajari cara membuat perkedel tidak menyerap minyak dengan teknik menggoreng yang benar agar teksturnya tetap padat, renyah, dan tidak mudah hancur.

Diterbitkan 24 Februari 2026, 10:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memasak perkedel kentang yang sempurna memang membutuhkan teknik khusus agar teksturnya tetap padat dan tidak berminyak saat disantap. Masalah utama yang sering muncul adalah adonan yang hancur atau justru terlalu banyak menyimpan lemak sehingga rasa gurihnya tertutup. Padahal, cara membuat perkedel yang benar terletak pada pemilihan bahan dan pengaturan suhu minyak yang tepat sejak awal.

Berikut Liputan6.com ini akan mengulas cara praktis membuat perkedel tidak menyerap minyak menjadi lebih renyah dan tidak hancur meskipun tanpa banyak bahan tambahan.

Resep Perkedel Kentang

Bahan-Bahan:

  • 500 gram kentang tua
  • 1 butir telur
  • 1 sdm tepung terigu atau maizena
  • 1 batang daun seledri

 

Bumbu Halus:

  • 3 siung bawang putih goreng
  • 4 butir bawang merah goreng
  • ½ sdt lada bubuk
  • 1 sdt garam
  • ¼ butir pala bubuk

 

Cara Membuat:

1. Potong kentang menjadi beberapa bagian, lalu goreng hingga matang. Hindari merebus kentang karena akan meningkatkan kadar air yang membuat perkedel lembek dan menyerap banyak minyak

2. Segera tumbuk kentang goreng saat masih panas agar teksturnya lebih halus dan tidak kenyal. Masukkan bumbu halus, irisan seledri, kuning telur, dan tepung terigu ke dalam adonan, lalu aduk hingga rata.

3. Ambil sedikit adonan, kemudian bentuk menjadi bulat pipih sesuai selera. Pastikan adonan perkedel padat dan tidak ada retakan di permukaannya.

4. Celupkan perkedel yang sudah dibentuk ke dalam kocokan putih telur. Lapisan ini berfungsi sebagai segel agar minyak tidak masuk ke bagian dalam kentang.

5. Gunakan minyak yang cukup banyak hingga perkedel terendam. Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum dimasukkan. Goreng dengan api sedang dan hanya balik perkedel satu kali agar tidak hancur atau berminyak.

6. Angkat perkedel yang sudah berwarna coklat keemasan, lalu tiriskan dengan posisi berdiri di atas kertas serap minyak.

Rahasia Membuat Perkedel Renyah dan Tidak Berminyak

1. Matangkan Kentang dengan Cara Digoreng atau Dikukus

Hindari merebus kentang karena air akan terserap ke dalam pori-pori kentang. Selain itu, merebus kentang akan membuat adonan menjadi lembek dan cenderung menyerap lebih banyak minyak saat digoreng ulang. Sebaiknya, goreng kentang terlebih dahulu supaya hasil teksturnya lebih kasat dan kering.

2. Gunakan Kentang Tua

Pilih kentang yang sudah tua atau berwarna coklat gelap karena memiliki kadar pati yang lebih tinggi dan kadar air yang rendah. Kentang muda cenderung mengandung banyak air yang membuat perkedel sulit kokoh.

3. Tambahkan Bahan Pengikat

Mencampurkan sedikit tepung terigu atau maizena ke dalam adonan berfungsi untuk mengikat bahan-bahan sehingga perkedel tidak mudah hancur dan permukaannya lebih cepat mengeras saat terkena minyak panas.

4. Lapisi dengan Kocokan Telur

Sebelum masuk ke wajan, pastikan setiap butir perkedel terbalur rata dengan putih telur atau telur utuh yang dikocok. Lapisan telur ini akan membentuk benteng pelindung yang mencegah minyak masuk ke dalam pori-pori kentang.

5. Suhu Minyak Harus Panas

Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum memasukkan perkedel. Jika minyak kurang panas, maka perkedel akan terendam lebih lama dan menyerap lemak. Sebaliknya, jika terlalu panas, bagian luar akan gosong sementara bagian dalam masih basah.

6. Dinginkan Adonan di Kulkas

Jika memiliki waktu lebih, simpan adonan yang sudah dibentuk di dalam kulkas selama 30-60 menit sebelum digoreng. Hal ini membantu lemak dalam adonan memadat sehingga perkedel lebih kokoh dan tidak gampang pecah saat terkena panas.

7. Jangan Terlalu Sering Membolak balik Perkedel

Cukup balik perkedel satu kali saja setelah bagian bawahnya benar-benar kering dan berwarna cokelat keemasan. Terlalu sering membolak-balik perkedel hanya akan menghancurkan struktur telur pelapis dan membuat minyak masuk ke dalam adonan.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Mengapa perkedel harus digoreng dulu kentangnya, bukan direbus?

Menggoreng kentang bertujuan untuk mengurangi kadar air. Sedangkan merebus kentang, justru membuat adonan lembek dan mengandung banyak air yang menjadi penyebab utama perkedel hancur dan menyerap banyak minyak saat digoreng ulang.

2. Apa fungsi tepung terigu atau maizena dalam adonan perkedel?

Tepung berfungsi sebagai bahan pengikat yang mengunci kelembapan di dalam dan memperkokoh struktur adonan, sehingga perkedel tidak mudah pecah dan pori-porinya tertutup rapat dari serapan minyak.

3. Bagian telur mana yang paling bagus untuk pelapis agar tidak berminyak?

Putih telur adalah pilihan terbaik karena lebih cepat membentuk lapisan pelindung yang kering dan kokoh. Sedangkan kuning telur cenderung mengandung lemak yang jika digunakan sebagai pelapis luar bisa membuat hasil gorengan terasa lebih basah.

4. Kapan waktu yang tepat untuk memasukkan perkedel ke dalam wajan?

Masukkan perkedel hanya saat minyak sudah benar-benar panas. Jika minyak masih hangat, perkedel akan terendam terlalu lama dalam suhu rendah yang memicu proses penyerapan minyak ke bagian dalam adonan.

5. Berapa kali sebaiknya perkedel dibalik saat digoreng?

Cukup balik perkedel satu kali saja. Tunggu hingga sisi bawah benar-benar garing dan berwarna coklat keemasan sebelum dibalik agar lapisan pelindung telur tidak pecah dan minyak tidak merembes masuk.