Liputan6.com, Jakarta - Tahu Guling merupakan salah satu kuliner khas Yogyakarta dengan perpaduan rasa manis, pedas, dan segar yang digemari warga lokal maupun wisatawan. Ciri utamanya terletak pada kuah bumbu berwarna hitam kecokelatan yang membedakannya dari olahan tahu lainnya di Jawa Tengah.
Hidangan ini biasa disantap sebagai sarapan atau makan siang ringan dan dapat disajikan dengan ketupat, lontong, atau nasi. Isinya terdiri dari tahu goreng, tauge, kol, serta tambahan tempe atau bakwan yang disiram kuah kaya rasa.
Meski terlihat sederhana, Tahu Guling memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya tetap lestari di tengah gempuran kuliner modern. Resep yang mudah diikuti memungkinkan siapa saja untuk mencoba membuatnya di rumah, menghadirkan cita rasa otentik Yogyakarta di meja makan. Kehadiran Tahu Guling juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang patut dilestarikan.
Advertisement
Tahu Guling jadi Ladang Penghasilan Warga Sekitar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489979/original/020445100_1769955249-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_21.04.45.jpeg)
Tahu Guling adalah hidangan tradisional populer di Yogyakarta yang berisi tahu goreng, tauge, tempe (opsional) dan kol yang disiram kuah bumbu spesial. Kuahnya berwarna gelap akibat penggunaan gula merah dan kecap manis, sehingga menghadirkan cita rasa khas yang menggugah selera.
Hidangan ini kerap disamakan dengan kupat tahu atau tahu kupat, namun Tahu Guling memiliki identitas tersendiri sebagai kuliner khas Yogyakarta. Perbedaannya terutama pada daerah asal, meski ketiganya sama-sama menggunakan tahu goreng sebagai bahan utama.
Tahu Guling biasanya disajikan dengan ketupat atau lontong, serta pelengkap bawang goreng dan kerupuk, dan telah lama menjadi sajian merakyat di Yogyakarta. Istilahnya sempat mengalami pergeseran sejak 1990-an dengan masuknya penjual dari Magelang, namun Tahu Guling tetap dikenal sebagai kuliner khas Yogyakarta.
Salah satu pelaku usaha yang masih melestarikan Tahu Guling adalah Pariyem (67), warga asli Yogyakarta yang telah berjualan sejak tahun 2008. Ia membuka warung bernama "Warung Soto Bu Par" di kawasan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, dan memasukkan Tahu Guling ke dalam menu karena proses pembuatannya yang sederhana dan digemari masyarakat.
Menurut Pariyem, Tahu Guling memiliki rasa yang sesuai dengan lidah warga Yogyakarta karena perpaduan manis, pedas, dan segar dari tambahan daun jeruk. Melalui warung kecilnya, ia mampu menjual sekitar 10 hingga 20 porsi per hari, menunjukkan bahwa Tahu Guling masih diminati dan tetap bertahan sebagai bagian dari kuliner tradisional khas Yogyakarta.
"Cara bikin tahu guling itu simple dan pasti disukai sama warga Jogja karena rasanya yang manis pedas dan ada sedikit hint segar dari daun jeruk," ucapnya saat ditemui tim redaksi Liputan6.com pada Jumat (30/1).
Walaupun prosesnya tergolong sederhana, ketelitian tetap dibutuhkan pada peracikan bumbu dan kuah, karena cita rasa Tahu Guling sangat bergantung pada keseimbangan manis dari gula jawa, segar, pedas, serta aroma rempah seperti daun jeruk, serai, daun salam, dan lengkuas. Takaran yang kurang tepat bisa membuat kuah terlalu manis, terlalu encer, atau justru kehilangan aroma khasnya.
“Setiap bumbu dan bahan dalam pembuatan Tahu Guling memiliki peran yang sangat penting,” tutup Pariyem.
Advertisement
Resep Tahu Guling Otentik Khas Yogyakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490598/original/031852200_1770017198-WhatsApp_Image_2026-02-02_at_13.09.42.jpeg)
Bahan Bumbu Halus (diulek):
- Daun jeruk iris halus
- Bawang putih
- Cabai rawit
- Garam secukupnya
- Kecap manis
- Bawang goreng
Bahan Kuah:
- Gula jawa
- Daun salam
- Lengkuas
- Serai
Bahan Isian:
- Ketupat (dipotong kecil)
- Tauge (direbus)
- Kol (direbus dan diiris tipis)
- Tahu dan tempe bacem (dipotong dadu)
- Kerupuk ukuran kecil
Cara Membuat:
- Iris halus daun jeruk, lalu ulek bersama bawang putih, cabai rawit, dan garam hingga halus.
- Tambahkan kecap manis ke dalam bumbu ulek, aduk hingga tercampur rata.
- Rebus gula jawa, daun salam, lengkuas, dan serai hingga gula larut dan kuah beraroma.
- Siramkan kuah panas ke dalam bumbu ulek dan aduk hingga menyatu.
- Campurkan ketupat, tauge, kol, serta tahu dan tempe bacem dalam satu wadah.
- Tuangkan kuah bumbu ke atas isian hingga merata.
- Tambahkan bawang goreng dan kerupuk ukuran kecil sebagai pelengkap dan penambah tekstur.
- Tahu Guling siap disajikan dengan cita rasa manis, pedas, dan segar.
Potensi Usaha Tahu Guling
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489980/original/034206700_1769955249-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_21.12.28.jpeg)
Tahu Guling memiliki potensi usaha yang menjanjikan karena menggunakan bahan baku yang mudah diperoleh dan harganya relatif terjangkau. Tahu, sayuran, gula jawa, serta bumbu dapur merupakan bahan yang tersedia di pasar tradisional maupun modern, sehingga pelaku usaha tidak membutuhkan modal besar di awal. Proses pembuatannya pun sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus, menjadikannya cocok bagi pelaku UMKM maupun usaha rumahan.
Dari sisi pasar, Tahu Guling memiliki daya tarik kuat karena merupakan kuliner tradisional khas Yogyakarta yang telah dikenal luas oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Cita rasa manis, pedas, dan segar yang khas sesuai dengan selera mayoritas konsumen di Yogyakarta, sehingga memiliki pelanggan yang relatif loyal. Selain itu, Tahu Guling dapat diposisikan sebagai menu sarapan atau makan siang ringan, membuka peluang penjualan di berbagai waktu.
Keunggulan lain dari usaha Tahu Guling adalah fleksibilitas dalam pengembangan konsep penjualan. Hidangan ini dapat dijual melalui warung sederhana, kaki lima, hingga dikemas sebagai menu siap saji untuk layanan pesan antar. Dengan tren meningkatnya minat terhadap kuliner tradisional, Tahu Guling tidak hanya berpeluang mendatangkan keuntungan, tetapi juga berperan dalam melestarikan warisan kuliner khas Yogyakarta.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa yang dimaksud dengan Tahu Guling khas Yogyakarta?
Tahu Guling adalah kuliner tradisional khas Yogyakarta yang terdiri dari tahu goreng, tauge, kol, dan pelengkap lain yang disiram kuah bumbu berwarna gelap. Kuah tersebut terbuat dari gula jawa dan kecap manis, sehingga menghasilkan cita rasa manis, pedas, dan segar yang khas.
2. Apa perbedaan Tahu Guling dengan kupat tahu atau tahu kupat?
Perbedaan utama terletak pada daerah asal dan karakter kuahnya. Tahu Guling dikenal sebagai kuliner khas Yogyakarta dengan kuah lebih gelap dan manis, sementara kupat tahu atau tahu kupat lebih umum ditemukan di daerah lain di Jawa Tengah.
3. Tahu Guling biasanya disajikan dengan apa?
Tahu Guling umumnya disajikan dengan ketupat atau lontong sebagai sumber karbohidrat. Hidangan ini juga dilengkapi bawang goreng dan kerupuk kecil untuk menambah tekstur dan cita rasa.
4. Kapan waktu yang tepat untuk menyantap Tahu Guling?
Tahu Guling sering disantap sebagai menu sarapan atau makan siang ringan. Meski demikian, hidangan ini tetap cocok dinikmati kapan saja karena rasanya yang ringan namun mengenyangkan.
5. Apakah Tahu Guling cocok dijadikan ide usaha kuliner?
Ya, Tahu Guling sangat berpotensi menjadi ide usaha karena bahan-bahannya mudah diperoleh dan proses pembuatannya relatif sederhana. Selain itu, minat masyarakat terhadap kuliner tradisional membuat Tahu Guling tetap memiliki pasar yang stabil.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923527/original/036149100_1782440271-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_09.15.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489978/original/005564100_1769955249-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_21.03.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1071836/original/021479300_1448938529-penjara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684125/original/089795800_1782736826-Owner_Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8639647/original/084785200_1782643944-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.04.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8651602/original/014097600_1782666412-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_17.17.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2872441/original/051482100_1564935670-KERETA_API-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8598442/original/004955100_1782571048-Kedai_Lokalti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528786/original/061172800_1782460439-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_1.49.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475914/original/072997800_1782386472-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_21.55.22.jpeg)