Lebih dari Liburan, Menyatu dengan Alam dan Budaya Lewat Kuliner dan Yoga Bali

Pulau Dewata juga dikenal sebagai tempat di mana rasa dan jiwa berpadu dalam harmoni. Yuk, jelajahi lewat kuliner dan yoga di Bali!

Diterbitkan 14 November 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bali selalu punya cara istimewa untuk memikat siapa pun yang datang. Tak hanya lewat pantainya yang memesona atau budaya yang kental, Pulau Dewata juga dikenal sebagai tempat di mana rasa dan jiwa berpadu dalam harmoni. Di sini, kamu bisa menikmati dua sisi kehidupan yang seolah saling melengkapi mulai dari kekayaan kuliner tradisional yang penuh sejarah, dan gaya hidup sehat lewat yoga serta meditasi.

Keduanya tumbuh dari akar filosofi Bali yang menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas, konsep yang dikenal dengan Tri Hita Karana. Bukan hanya sekadar cara hidup, tapi juga cerminan dari cara masyarakat Bali memahami makna kebahagiaan dan kedamaian sejati.

Kuliner Bali: Menyusuri Jejak Sejarah Lewat Rasa

Kuliner Bali bukan sekadar santapan, tapi juga perjalanan spiritual yang terhubung dengan adat dan upacara keagamaan. Setiap bumbu, aroma, hingga cara penyajian, menyimpan makna filosofis yang dalam. Dari dapur tradisional hingga meja persembahan, setiap hidangan membawa kisah tentang kebersamaan dan rasa syukur.

1. Lawar, Simbol Kebersamaan dalam Setiap Suapan

Lawar menjadi salah satu kuliner paling ikonik di Bali. Campuran daging cincang, sayuran, dan rempah base genep khas Bali menjadikan rasa lawar begitu kuat dan menggugah. Namun, lebih dari sekadar cita rasa, lawar punya nilai sosial yang tinggi karena biasanya dibuat bersama-sama oleh keluarga besar saat upacara adat. Proses membuat lawar mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan, dua hal yang menjadi napas kehidupan masyarakat Bali.

Ada beberapa rekomendasi kuliner nasi lawar yang jadi favorit di Pulau Dewata. Mulai dari Warung Lawar Ayam Bu Ayu menawarkan lauk ayam suwir dengan bumbu lawar dan diaduk bersama kelapa parut bakar dengan harga mulai dari Rp15.000 per porsi. Biasanya, warung ini buka dari siang hingga tengah malam sehingga bisa jadi opsi makan siang atau malam bersama keluarga. Lokasinya berada di Pertigaan Jl. Raya Pemogan, Denpasar, Bali. 

Selain itu, kuliner dengan menu lawar terkenal lainnya adalah Nasi Lawar Bali yang berada di Pasar Kreneng. Porsinya cukup banyak dengan harga mulai dari Rp25.000. Selain itu, pengunjung bisa memilih lauk tambahan yang tersedia di meja seperti ayam bumbu, sate ayam, sate lilit, hingga sayur urap. Buka mulai jam 07.00 - 15.00, bagi yang ingin mencicipi kelezatannya bisa langsung berkunjung ke Pasar Kreneng Lt. 2, Denpasar, Bali. 

2. Babi Guling, Dari Persembahan Suci ke Kuliner Ikonik

Dahulu, babi guling hanya disajikan dalam upacara keagamaan Hindu sebagai bentuk persembahan kepada para dewa. Namun seiring waktu, kelezatannya menembus sekat tradisi dan menjadi hidangan favorit wisatawan.

Rahasianya terletak pada bumbu base genep, yaitu perpaduan rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, dan bawang yang  memberi aroma harum dan rasa gurih sempurna. Meski kini bisa ditemukan di berbagai warung terkenal, nilai sakral dan filosofinya tetap terjaga.

Bagi yang ingin mencicipi kelezatan babi guling yang ikonik di Bali, ada beberapa rekomendasi tempat legendaris yang bisa dikunjungi. Misalnya Babi Guling Gung Cung yang berada di Jl. Suweta No 23 Ubud, tempat ini selalu jadi favorit para pencinta kuliner. Hanya dengan harga mulai Rp35.000, pengunjung bisa menikmati sajian babi guling dengan daging empuk, kulit kriuk, urutan, lawar, dan kuah kaldu. Tempat ini buka setiap hari mulai jam 10.30-16.30. 

Sementara itu, bagi yang mencari tempat makan babi guling di daerah Seminyak, Warung Babi Guling Pak Malen bisa jadi referensi. Berada di Jl. Sunset Road No. 554 Seminyak, kamu bisa menikmati sajian lengkap dengan harga mulai dari Rp40.000 per porsi. Warung Babi Guling Pak Malen buka setiap hari dari jam 08.30-18.00. 

3. Nasi Campur Bali, Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sajian

Jika kamu ingin mencicipi rasa Bali dalam satu piring, nasi campur Bali adalah jawabannya. Isinya beragam mulai dari ayam betutu, sate lilit, sambal matah, hingga lawar.

Keseimbangan rasa pedas, gurih, dan manis dalam nasi campur mencerminkan filosofi masyarakat Bali yang selalu mencari harmoni antara alam dan manusia. Hidangan ini bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang keseimbangan hidup, persis seperti nilai yang dipegang masyarakat Bali sejak lama.

Ada banyak rekomendasi nasi campur terenak di Bali yang bisa dicicipi saat berlibur ke Pulau Dewata. Salah satu yang terkenal adalah Nasi Pedas Ibu Andika yang menyediakan aneka lauk halal seperti ayam, tahu, ikan, hingga sayuran urap pedas yang bikin ketagihan. Berlokasi di Jl. Patih Jelantik Ruko No.9, Legian, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, warung ini buka 24 jam, lho! Kamu bisa menikmati seporsi nasi pedas dengan harga mulai Rp20.000. 

Yoga dan Meditasi di Bali: Menyatu dengan Alam dan Diri Sendiri

Setelah menjelajahi kuliner penuh makna, saatnya menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Ubud, yang dikenal sebagai pusat wellness tourism di Bali, menawarkan pengalaman spiritual lewat yoga, meditasi, dan kegiatan penyembuhan alami.

Tidak hanya fokus pada gerakan tubuh, banyak retreat di Bali yang menggabungkan yoga dengan Balinese cooking class, cara unik untuk memahami hubungan antara tubuh, rasa, dan budaya.

Beberapa tempat berikut ini bisa jadi rekomendasinya: 

1. Fivelements Retreat Bali

Di tepi sungai suci Ayung, Fivelements Retreat Bali menawarkan program retreat yang dirancang untuk penyelarasan mendalam tubuh, pikiran, dan jiwa, berakar pada filosofi Bali Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmoni antara manusia, alam dan jiwa. 

Rangkaian program Wellness For Life yang tersedia antara lain Panca Mahabhuta yang bertujuan menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa lewat 5 elemen alam, Tri Kaya Parisudha yaitu detoksifikasi tubuh, pikiran dan jiwa lewat proses penyucian sakral, serta Sattva Yatra yang mengajak tubuh bergerak untuk keseimbangan mental. 

Selaras dengan itu, program Cuisine for Life menghadirkan pengalaman kuliner berbasis tumbuhan (plant-based) yang memfokuskan pada bahan lokal bermusim dan teknik memasak hidup seperti juicing, fermentasi dan dehidrasi, dipandu oleh tim koki pemenang penghargaan.

Kegiatan kulinernya bukan hanya makan sehat, melainkan bagian integral dari perjalanan kebugaran: peserta akan belajar mengolah makanan yang mendukung energi, pemulihan, anti-aging, dan aspek kesejahteraan lainnya.

2. The Yoga Barn

The Yoga Barn menawarkan ketenangan yang fokus pada penyembuhan jiwa manusia untuk mencapai kebugaran secara menyeluruh. Tempat ini menawarkan ruang transformasi yang fokus pada personal growth dan pemberdayaan diri yang ditumbuhkan lewat seni penyembuhan holistik dan terapi langsung. 

Beberapa paket Wellness yang ditawarkan antara lain Energy & Sound Healing, Hands on Healing, Reading, Counseling and Detox, serta berbagai workshop yang berkaitan tentang healing dan ketenangan diri. 

3. Desa Seni Retreat Resort

Desa Seni Retreat Resort adalah sebuah resor eco-retreat yang terletak di perbukitan Baturiti, Tabanan, Bali, menghadirkan pengalaman mendalam yang menggabungkan paket yoga, retreat, dan wellness secara harmonis. Dengan latar alam yang tenang dan udara sejuk, resor ini menawarkan ruang bagi para tamu untuk menghentikan hiruk-pikuk sehari-hari dan menyelami perjalanan penyembuhan pribadi.

Fokus utama wellness di Desa Seni mencakup program yoga dan meditasi yang dilakukan di paviliun yang sunyi, di mana instruktur berpengalaman memandu praktik asana, pranayama, dan meditasi menuju kesadaran diri dan transformasi pribadi. 

Paket retreat yang disediakan memungkinkan tamu memilih pengalaman yang lebih intensif untuk mendalami seni hidup sehat, memperkuat koneksi tubuh-jiwa, dan meremajakan semangat.

Di sisi wellness spasial, Desa Seni mengusung spa berkonsep tradisional dan holistik yang memadukan terapi Timur dan Barat untuk memulihkan tubuh, pikiran dan rasa. Keseluruhan paket yoga-retreat-wellness di Desa Seni dirancang untuk memberi lebih dari sekadar ‘liburan’, tapi sebuah ajakan untuk mengajak tubuh menumbuhkan kesadaran dan pengalaman kebugaran baru. 

Bali mengajarkan bahwa keseimbangan hidup bisa ditemukan dalam hal-hal sederhana, dari sepiring nasi campur hingga tarikan napas saat yoga. Keduanya berakar pada filosofi yang sama: hidup dalam harmoni dengan alam dan diri sendiri.

Di Pulau Dewata, perjalanan bukan hanya soal destinasi, tapi juga tentang menemukan ketenangan, rasa syukur, dan makna hidup yang lebih dalam. Pada akhirnya, Bali bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, tapi pengalaman yang dirasakan dengan seluruh pancaindra.

Â