Liputan6.com, Jakarta Pohon jengkol (Archidendron pauciflorum) merupakan tanaman khas Asia Tenggara yang tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Menurut laman LindungiHutan.com, pohon ini termasuk dalam famili Fabaceae atau suku biji-bijian. Jengkol dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah, disebut jering di Malaysia, joghing di Riau, joring di Batak, dan jingkol di Jawa.
Secara morfologis, pohon jengkol dapat tumbuh hingga 20 meter dengan batang berkayu keras dan daun majemuk yang berhadapan. Buah jengkol berwarna cokelat kehitaman berbentuk bulat pipih, dengan biji berkeping dua yang menjadi bagian paling populer untuk dikonsumsi. Meski memiliki aroma menyengat, jengkol disukai karena rasanya yang khas dan kandungan gizinya yang tinggi—mengandung protein, vitamin A, B1, dan C, serta mineral penting seperti kalsium dan fosfor.
Selain sebagai bahan pangan, jengkol juga memiliki manfaat ekologis dan ekonomi. Kulit buahnya sering digunakan petani sebagai pestisida alami, sementara bijinya bernilai tinggi di pasar lokal. Tidak heran jika jengkol menjadi salah satu tanaman kehutanan yang potensial dikembangkan sebagai sumber pangan dan ekonomi masyarakat. Berikut resep jengkol empuk dan tidak bau ala rumahan sederhana yang sudah Liputan6.com rangkum, Jumat (31/10/2025).
Advertisement
Cara Mengolah Jengkol Agar Empuk dan Tidak Bau
Bagi sebagian orang, jengkol adalah “makanan ekstrem” karena aromanya yang tajam. Namun, jika diolah dengan benar, jengkol bisa menjadi hidangan yang empuk, gurih, dan bebas bau menyengat. Berikut langkah-langkah cara mengolah resep jengkol empuk dan tidak bau ala rumahan sederhana:
1. Pilih Jengkol yang Tepat
Jengkol yang bagus untuk dikonsumsi adalah jengkol tua. Ciri-cirinya: warna daging jengkol kuning keputihan, keras, dan tidak mudah patah. Jenis ini lebih gurih dan teksturnya tidak lembek setelah dimasak.
2. Kupas dan Cuci Bersih
Kupas kulit luar jengkol hingga bersih agar rasa pahitnya hilang. Setelah dikupas, cuci jengkol dengan air mengalir beberapa kali untuk menghilangkan sisa getah dan kotoran.
3. Rendam dengan Air Kapur Sirih atau Air Beras
Langkah perendaman sangat penting untuk mengurangi bau dan rasa getir. Rendam jengkol semalaman dalam air kapur sirih atau air cucian beras. Ganti air rendaman 1–2 kali agar hasilnya maksimal. Air beras membantu menetralkan aroma tajam jengkol.
4. Rebus dengan Daun Aromatik
Untuk menghilangkan bau, rebus jengkol bersama daun jambu biji atau daun salam selama 20–30 menit. Daun jambu biji dikenal memiliki sifat menyerap aroma tak sedap, sementara daun salam memberi wangi khas Nusantara.
5. Tambahkan Kopi atau Serai
Cara unik yang sering digunakan oleh juru masak tradisional adalah merebus jengkol dengan kopi bubuk tanpa gula. Rebus selama 1 jam dengan api kecil agar aromanya ternetralisir. Bisa juga menambahkan batang serai atau lengkuas untuk menambah aroma segar.
6. Geprek Setelah Direbus
Setelah direbus, geprek jengkol agar bumbu nantinya mudah meresap. Proses ini juga membuat tekstur jengkol lebih empuk, seperti emping.
7. Masak dengan Bumbu Kuat dan Banyak Air
Gunakan bumbu beraroma kuat seperti bawang putih, jahe, dan cabai. Tambahkan air saat menumis agar bumbu meresap sempurna dan jengkol makin lembut. Gunakan api kecil agar tidak gosong dan rasa jengkol tetap legit.
Advertisement
Variasi Resep Jengkol Empuk dan Tidak Bau Ala Rumahan Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4951384/original/000491200_1727143887-Gulai-Jariang-yang-Lezat-Ini-Resepnya.jpg)
Setelah mengetahui cara dasar mengolah jengkol agar empuk dan bebas bau, kini saatnya mencoba berbagai kreasi resep yang bisa kamu praktikkan di rumah. Berikut lima variasi resep jengkol empuk dan tidak bau ala rumahan sederhana yang diadaptasi dari buku kuliner dan resep populer nusantara.
1. Rendang Jengkol
Rendang jengkol adalah versi unik dari rendang daging khas Minangkabau. Tekstur jengkol yang kenyal berpadu sempurna dengan santan kental dan bumbu rempah yang kaya. Rasanya gurih, pedas, dan legit tanpa meninggalkan aroma menyengat. Berikut resep lengkapnya dari buku Aroma Rasa Kuliner Indonesia oleh Lilly T. Erwin
Bahan:
- 300 gram jengkol tua, rebus dan geprek
- 300 ml santan kental dari ½ butir kelapa
- 50 gram kelapa parut sangrai (untuk taburan)
- 2 lembar daun salam
- 2 batang serai, memarkan
- 1 ruas lengkuas, geprek
- 1 sdm gula merah
- 1 sdt air asam jawa
- Garam secukupnya
Bumbu Halus: 8 cabai merah besar, 6 bawang merah, 3 bawang putih, 2 butir kemiri, 1 cm kunyit, dan sedikit ketumbar.
Cara Membuat:
- Rebus jengkol dengan daun salam selama 30 menit, tiriskan, lalu geprek hingga agak pipih.
- Tumis bumbu halus bersama serai dan lengkuas hingga harum dan matang.
- Masukkan jengkol, aduk rata agar bumbu menempel sempurna.
- Tambahkan santan, air asam, dan gula merah. Masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan.
- Biarkan hingga santan mengental dan berubah warna cokelat tua, menandakan bumbu meresap sempurna.
- Sajikan hangat dengan taburan kelapa sangrai.
Tips: Gunakan santan kental murni agar rasa gurihnya keluar sempurna dan hasilnya tidak berminyak berlebihan.
2. Semur Jengkol
Resep semur jengkol dari buku All About Jengkol Petai oleh Aan Roswaty adalah olahan klasik khas Betawi yang selalu menggoda selera. Kuah kecapnya yang manis legit berpadu dengan aroma rempah yang lembut. Sajian ini cocok disantap bersama nasi putih hangat dan lalapan segar.
Bahan:
- 250 gram jengkol tua rebus
- 4 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, geprek
- 3 sdm kecap manis
- ½ sdt garam
- ½ sdt gula pasir
- 400 ml air
Bumbu Halus: 7 bawang merah, 3 bawang putih, 2 butir kemiri, ½ sdt merica, sejumput pala bubuk.
Cara Membuat:
- Tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
- Tambahkan daun salam dan lengkuas, aduk sebentar.
- Masukkan jengkol rebus yang sudah digeprek, aduk rata dengan bumbu.
- Tambahkan air dan kecap manis, kemudian masak dengan api kecil hingga kuah berkurang dan mengental.
- Koreksi rasa, tambahkan gula atau garam sesuai selera.
- Sajikan semur jengkol dengan bawang goreng di atasnya.
Tips: Jika ingin rasa lebih pekat, gunakan kecap manis hitam dan biarkan semur dimasak lebih lama hingga warnanya cokelat tua mengilap.
3. Jengkol Pedas Manis
Cita rasa pedas manis resep dari buku 600 Koleksi Resep Mr. Chef Selera Nusantara yang ditulis oleh Ny. Prudianti adalah kombinasi sempurna untuk kamu yang menyukai masakan sederhana tapi menggugah selera. Resep ini cocok untuk lauk cepat saji sehari-hari, apalagi jika disajikan bersama nasi hangat dan sambal terasi.
Bahan:
- 15 butir jengkol, rebus dan geprek
- 3 sdm kecap manis
- 1 sdm kecap asin
- 2 sdm gula merah, sisir halus
- 2 buah tomat merah, potong dadu
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu Halus: 8 cabai keriting merah, 4 bawang merah, 3 bawang putih, 1 butir kemiri, sedikit jahe.
Cara Membuat:
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan mengeluarkan minyak.
- Tambahkan tomat, aduk hingga layu.
- Masukkan jengkol, lalu tambahkan kecap manis, kecap asin, dan gula merah.
- Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan sedikit mengental.
- Sajikan dengan nasi panas dan sambal terasi atau lalapan segar.
Tips: Jika suka pedas, tambahkan cabai rawit merah utuh saat menumis agar sensasi pedasnya lebih “nendang”.
4. Gulai Jengkol
Gulai jengkol memiliki cita rasa gurih santan dengan paduan rempah khas Minang. Kuahnya kental, aromanya wangi, dan rasa jengkolnya lembut tanpa bau. Cocok untuk kamu yang ingin mencoba versi jengkol khas Sumatra Barat. Berikut resep lengkapnya dari buku 70 Resep Masakan Minang ala Cheche Kitchen oleh Mince Sriwati,
Bahan:
- 300 gram jengkol tua rebus
- 500 ml santan encer + 200 ml santan kental
- 2 lembar daun kunyit
- 2 lembar daun salam
- 2 batang serai, memarkan
- 2 buah asam kandis
Bumbu Halus: 10 cabai merah, 6 bawang merah, 3 bawang putih, 1 ruas jahe, 1 ruas kunyit, 1 sdt ketumbar, dan garam secukupnya.
Cara Membuat:
- Tumis bumbu halus hingga matang dan harum.
- Masukkan daun salam, daun kunyit, dan serai, aduk rata.
- Tambahkan jengkol rebus, aduk hingga terbalut bumbu.
- Tuang santan encer, masak hingga mendidih.
- Tambahkan santan kental dan asam kandis, kecilkan api.
- Aduk perlahan sampai kuah mengental dan minyak mulai keluar di permukaan.
Tips: Aduk santan terus-menerus agar tidak pecah. Gunakan api kecil supaya bumbu dan santan menyatu sempurna.
5. Jengkol Balado Pedas Ala Rumahan
Balado jengkol adalah salah satu menu favorit khas Sumatera Barat yang terkenal dengan rasa pedas segarnya. Tekstur jengkol yang kenyal berpadu dengan cabai merah yang menggoda membuatnya cocok sebagai lauk utama maupun pendamping nasi uduk.
Bahan:
- ½ kg jengkol rebus, geprek
- 10 cabai merah besar
- 5 cabai rawit merah
- 5 bawang merah
- 3 bawang putih
- 2 butir kemiri
- 1 ruas jahe
- 1 batang serai
- 2 lembar daun salam
- Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat:
- Haluskan semua cabai, bawang, kemiri, dan jahe.
- Panaskan minyak secukupnya, tumis bumbu hingga harum dan matang.
- Masukkan daun salam dan serai, aduk sebentar.
- Tambahkan jengkol geprek, aduk hingga semua bagian terbalut bumbu.
- Masak dengan api kecil selama 10–15 menit hingga bumbu meresap sempurna.
- Angkat dan sajikan dengan nasi hangat.
Tips: Untuk hasil maksimal, goreng jengkol sebentar sebelum dimasak balado agar teksturnya lebih kenyal dan tidak mudah hancur.
FAQ Seputar Jengkol
1. Mengapa jengkol berbau menyengat?
Bau jengkol berasal dari senyawa asam jengkolat yang bersifat sulfurik. Namun, bau ini bisa berkurang dengan cara perebusan yang tepat.
2. Bagaimana cara menyimpan jengkol agar tahan lama?
Rebus jengkol hingga empuk, tiriskan, lalu simpan dalam wadah tertutup di kulkas. Bisa tahan hingga 5 hari.
3. Apakah jengkol berbahaya bagi kesehatan?
Tidak, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan ginjal akibat asam jengkolat.
4. Bisakah jengkol dijadikan bahan olahan selain masakan?
Ya. Kulit jengkol bisa dijadikan pestisida alami untuk mengusir hama tanaman.
5. Bagaimana memilih jengkol terbaik di pasar?
Pilih jengkol tua dengan kulit berwarna cokelat tua dan biji keras. Hindari jengkol muda yang masih lembek.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2789208/original/088333700_1556261017-20190426-Jelang-Puasa_-Harga-Bahan-Pokok-Stabil4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)