Paspor Singapura Tetap Jadi yang Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Tidak Masuk 50 Besar

Perbedaan destinasi bebas visa antara paspor Singapura dan Indonesia adalah 119 tujuan perjalanan.

Diterbitkan 24 Juli 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Henley Passport Index, yang disusun firma penasihat kewarganegaraan dan tempat tinggal global yang berbasis di London, Henley & Partners, merilis daftar paspor terkuat di dunia per Juli 2025. Di peringkat pertama, bertengger paspor Singapura, sementara paspor Indonesia tidak masuk 50 besar.

Merilis situs webnya, Rabu (23/7/2025), Henley Passport Index adalah pemeringkatan semua paspor di dunia berdasarkan jumlah tujuan yang dapat diakses pemegangnya tanpa perlu mengajukan visa. Indeks yang diperbarui setiap bulan ini mencakup 199 paspor dan 227 tujuan perjalanan.

"Indeks ini didasarkan pada data eksklusif dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA)─basis data informasi perjalanan terbesar dan terakurat─dan disempurnakan tim peneliti Henley & Partners," tulis pihaknya.

Jika pemegang paspor dari suatu negara atau wilayah tidak memerlukan visa, skor dengan nilai = 1 akan diberikan untuk paspor tersebut. Skor dengan nilai = 1 juga diberikan jika pemegang paspor dapat memperoleh visa on arrival, izin kunjungan, atau otorisasi perjalanan elektronik (ETA) saat memasuki tujuan perjalanan tersebut.

Metode Penentuan Peringkat

Jika visa diperlukan, atau bila pemegang paspor harus mendapatkan visa elektronik (e-Visa) yang disetujui pemerintah sebelum keberangkatan, skor dengan nilai = 0 akan diberikan. Skor dengan nilai = 0 juga diberikan jika pemegang paspor memerlukan persetujuan pemerintah sebelum keberangkatan untuk visa on arrival, sebuah skenario yang tidak dianggap ""bebas visa."

Berdasarkan kriteria itu, Singapura mempertahankan posisinya sebagai paspor terkuat di dunia untuk 2025. Pemegang dokumen perjalanan yang paling didambakan ini menikmati akses bebas visa ke 193 dari 227 tujuan di seluruh dunia, lebih banyak daripada warga negara mana pun di dunia.

Tentu saja, Singapura tidak membagikan paspor pada warga negara asing seperti permen, lapor CNN. Mengajukan kewarganegaraan Singapura membutuhkan setidaknya dua tahun masa tinggal tetap, tinjauan "kontribusi ekonomi" dan kualifikasi lain, serta wajib militer bagi pelamar pria.

Menyusul di belakangnya, Korea Selatan naik dan bergabung dengan Jepang di peringkat ke-2, dengan pintu terbuka ke 190 destinasi, memastikan bahwa negara-negara Asia memiliki keunggulan yang kuat dalam perlombaan mobilitas global.

10 Besar Negara dengan Paspor Terkuat 2025

1. Singapura (193)

2. Jepang (190)

2. Korea Selatan (190)

3. Denmark (189)

3. Finlandia (189)

3. Prancis (189)

3. Jerman (189)

3. Irlandia (189)

3. Italia (189)

3. Spanyol (189)

4. Austria (188)

4. Belgia (188)

4. Luksemburg (188)

4. Belanda (188)

4. Norwegia (188)

4. Portugal (188)

4. Swedia (188)

5. Yunani (187)

5. Selandia Baru(187)

5. Swiss (187)

6. Britania Raya (186)

7. Australia (185)

7. Ceko (185)

7. Hungaria (185)

7. Malta (185)

7. Polandia (185)

8. Kanada (184)

8. Estonia (184)

8. Uni Emirat Arab (184)

9. Kroasia (183)

9. Latvia (183)

9. Slowakia (183)

9. Slovenia (183)

10. Islandia (182)

10. Lituania (182)

10. Amerika Serikat (182)

Paspor Indonesia berada di urutan ke-66 dengan 74 tujuan perjalanan bebas visa. Ranking ini dibagi Indonesia dengan Eswatini.

Di Asia Tenggara, setelah Singapura, paspor terkuat kedua di dunia diraih Malaysia, yang bertengger di posisi ke-11 dunia, dengan 181 destinasi bebas visa. Kemudian, ada Brunei  dengan 164 destinasi bebas visa, membuatnya berada di peringkat ke-19 dunia.

Kemudian, paspor Timor Leste berada di posisi ke-51, dengan 96 destinasi bebas visa. Lalu, peringkat paspor Thailand dekat dengan Indonesia, yakni di posisi ke-62, dengan 81 destinasi bebas visa. Sepuluh peringkat di bawahnya adalah Filipina, dengan 65 destinasi bebas visa.

Peringkat Selanjutnya

Kamboja berada di peringkat ke-83, dengan 52 destinasi bebas visa, sementara Vietnam bertengger di peringkat ke-84 secara global, dengan 51 destinasi bebas visa.

Menyusul, ada Laos di peringkat ke-86, dengan 48 destinasi bebas visa. Dua peringkat di bawahnya adalah Myanmar, dengan 45 destinasi bebas visa.

Di ujung daftar yang berlawanan, di peringkat ke-99, Afghanistan masih tertahan di posisi terbawah, dengan akses bebas visa hanya ke 25 destinasi, berkurang satu destinasi dibandingkan awal tahun ini. Suriah berada di peringkat ke-98, dengan 27 destinasi, dan Irak di peringkat ke-97, dengan 30 destinasi.

Kesenjangan mobilitas antara paspor peringkat teratas dan terbawah sangat besar, yaitu 168 destinasi. UEA adalah salah satu kisah sukses terbesar dalam indeks ini, setelah naik 34 peringkat dalam dekade terakhir, dari peringkat ke-42 ke peringkat ke-8.

China juga melonjak dari peringkat 94 ke peringkat 60 sejak 2015, kenaikan yang dicapai bahkan tanpa akses bebas visa ke 29 negara di wilayah Schengen Eropa.