Sukses

Nasib Miris Seekor Monyet Terpisah dari Kawanannya dan Terkulai Lemas di Area Tambang Kalimantan

Petugas tambang tersebut membawa monyet itu ke sebuah mobil, dan terlihat primata tersebut sangat lemas dengan tubuh dipenuhi lumpur.

Liputan6.com, Jakarta - Di media sosial beredar video yang cukup mengiris hati, seekor monyet diselamatkan oleh pekerja tambang karena tercebur di area lumpur. Monyet tersebut tampak digendong oleh pekerja tambang dan menjauh dari kubangan lumpur tersebut.

Video itu diunggah oleh akun Instagram @selebgramtambang yang kemudian viral dan dibagikan ulang di media sosial lainnya termasuk akun Instagram @mood,jakarta. Dari keterangan unggahan pada 29 Juni 2024 itu disebutkan bahwa monyet itu diduga terpisah dari kawanannya lalu tersesat di area tambang.

Dari keterangan di video, disebutkan lokasi tambang itu berada di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun tak dijelaskan secara rinci nama kota atau daerahnya.

"LEMES banget monyetnya. Ia diselamatkan oleh pekerja tambang karena tercebur di area lumpur, Saat video ini dibagikan monyet sedang dibawa diperiksa dan diamankan pihak terkait," tulis unggahan tersebut.

Petugas tersebut membawa monyet ke sebuah mobil, dan terlihat primata tersebut sangat lemas dengan tubuh dipenuhi lumpur. Disebutkan juga bahwa monyet tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa untuk dicek kondisinya serta mendapatkan perawatan.

Warganet yang melihat unggahan itu lantas ramai memberikan tanggapan. Tidak sedikit yang menyalahkan manusia karena sudah mengambil daerah yang sudah seharusnya milik hewan tersebut.

"Ga cuman lemes. dia juga kehilangan keluarganya, sahabatnya dan kenangan-kenanganya," komentar seorang warganet.

"Ya Allah aku gak tegaan liat binatang tersakiti gitu pasti kudu nangis," ujar warganet lain.

"Menyelamatkan hewannya tp menghancurkan rumahnya," tulis warganet lain.

"Monyet Ribuan tahun menjaga alam di rusak oleh manusia 😂,” kata warganet yang lain.

"Bukan tersesat itu mah, dia bingung kenapa rumahnya hancur berantakan," timpal warganet lainnya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Orang Utan Setinggi Rumah Warga

Nasib hampir serupa juga dialami seekor orang utan di Kalimantan yang baru-baru ini videonya juga viral. Orang utan dalam video tersebut dinarasikan muncul di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Video tersebut diunggah ulang di banyak akun media sosial hingga viral.

Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim mengaku sedang melakukan upaya identifikasi. "Dari kemarin kita sudah melakukan upaya identifikasi dan penelusuran dari media social dan lain-lain. kemudian juga dari kemarin sampai hari ini teman-teman WRU (Wildlife Rescue Unit), kami juga mencari lokasi yang dimaksud," kata Kepala BKSDA Kaltim Ari Wibawanto, mengutip kanal Regional Liputan6.com, Selasa, 9 Juli 2024.

Ari juga mengatakan, kabar orang utan setinggi rumah warga itu pun menjadi simpang siur setelah orang yang mengunggah pertama kali video tersebut telah men-take down unggahannya. "Jadi agak sulit mencari inofrmasi lebih lanjut, tapi kita tetap mencari lokasinya," kata Ari.

Sampai sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan di mana lokasi orang utan tersebut. Ari juga mengatakan, jika dilihat betul-betul pengambilan angle videonya, video tersebut diambil dari bawah (low angle).

Posisi rumah juga kita tidak tahu jaraknya seberapa jauh dari orangutan. "Jadi itu karena angle aja sih, kesannya jadi besar," katanya.

Sementara itu, Sarasi aktivis Youth Act Kalimantan, saat dihubungi Liputan6.com mengatakan, ada banyak kemungkinan mengapa orang utan bisa masuk ke permukiman warga. Pertama, lokasi permukiman ada di pinggiran hutan. Kedua, pembabatan hutan untuk dijadikan lahan sawit dan tambang, sehingga habitat orang utan terganggu.

3 dari 4 halaman

Nasib Miris Orang Utan

"Faktor ketiga menipisnya sumber makanan di hutan, dan pembangunan infrastruktur yang tidak ramah lingkungan, seperti pembelahan hutan untuk pembangunan jalan dan akses lainnya," kata Sarasi.

Beberapa bulan lalu sebuah video tentang nasib orang utan yang mengenaskan juga viral di media sosial Video itu memperlihatkan seorang pria warga negara asing (WNA) diduga melecehkan orang utan betina yang membuat banyak warganet meradang.

Video itu dibagikan pertama kali oleh akun TikTok @kofi.living.stone, namun akun tersebut sudah menghapus semua konten videonya. Sebelum dihapus, video itu sudah dibagikan ulang oleh akun Instagram pemerhati hewan, @nathasatwanusantara. Dalam keterangan unggahannya pada Senin, 27 Mei 2024, dijelaskan bahwa pria tersebut diduga melecehkan orang utan betina.

Perbuatan keji seorang warga negara asing yang terekam dalam video melalui media sosial TikTok dengan nama pengguna @kofi.living.stone, terlihat seorang pria diduga sedang melakukan pelecehan terhadap satu individu orang utan betina," tulis akun tersebut.

Dalam video terlihat pria tersebut mencoba menidurkan orang utan di atas kasur, lalu merenggangkan kedua kakinya. Dia pun beberapa kali menciumi hewan liar itu. Belum diketahui pasti lokasi video diambil.

4 dari 4 halaman

Penurunan Populasi Orang Utan

Warganet mengklaim mengetahui siapa sosok pria di video tersebut diduga, yaitu Mohamad Gowani, dengan nama akun Instagram @mo.gwani. Di akun tersebut dituliskan Govani adalah seorang musisi yang sepertinya berasal dari sebuah negara di Timur Tengah.

Semua status maupun keterangan unggahannya ditulis dalam huruf Arab. Dalam sebuah unggahan lamanya pada 7 Januari 2020, terlihat ada seoramg warganet yang berkomentar tentang perilaku tidak pantas Govani pada orang utan.

"shame on you for what you’ve done to orangutan!!!!! (memalukan apa yang telah kau perbuat pada orangutan),” tulis komentar yang dibagikan pada Senin, 27 Mei 2024.

Sementara di keterangan unggahan video, akun @nathasatwanusantara mengedukasi pengikutnya bahwa orang utan sebagai salah satu satwa endemik Indonesia, mengalami penurunan populasi akibat salah satunya adalah perdagangan ilegal satwa liar.

Akun itu pun menuliskan permohonan kepada pribadi dengan harta berlimpah agar memanfaatkan uangnya untuk hal yang lebih baik, ketimbang membeli hewan secara ilegal dan merenggut kebebasan mereka di alam.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini