Operasi Penangkapan Monyet Liar Penyerang Bocah 5 Tahun: Libatkan 3 Anjing Pemburu

Operasi penangkapan melibatkan warga. Bahkan mengerahkan tiga ekor anjing pemburu untuk melacak pergerakan lincah primata tersebut.

Diterbitkan 15 April 2026, 11:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Teror monyet liar yang menyerang anak berusia lima tahun di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, berakhir sudah. Polisi bersama puluhan warga berhasil menangkap hewan tersebut setelah melakukan perburuan pada Selasa (14/4/2026).

Kapolsek Cibeber, Kompol Tio menjelaskan, operasi penangkapan melibatkan warga. Bahkan mengerahkan tiga ekor anjing pemburu untuk melacak pergerakan lincah primata tersebut.

“Ada tiga ekor anjing kampung pemburu milik warga yang membantu. Jadi memang ini gotong royong antara petugas dan masyarakat,” ungkap Kompol Tio, Rabu (15/4/2026).

Pencarian sempat menegangkan karena monyet terpantau berpindah-pindah di atas pepohonan tak jauh dari lokasi penyerangan sebelumnya.

Petugas akhirnya mengambil tindakan dengan menggunakan senapan angin (mimis) untuk melumpuhkan hewan tersebut.

“Posisinya di atas pohon. Kami menggunakan senjata mimis, bukan senjata api, yang biasa dipakai untuk berburu hewan kecil seperti burung,” jelasnya.

Setelah dipastikan mati, bangkai monyet tersebut segera diamankan oleh petugas untuk dikuburkan.

Kompol Tio menambahkan, sebanyak empat anggota polisi dan puluhan perangkat desa turut mengawal proses ini agar situasi tetap kondusif.

Meski pelaku penyerangan telah tertangkap, pihak kepolisian tetap meminta masyarakat di sekitar area hutan atau perkebunan untuk waspada.

"Masyarakat diminta tetap berhati-hati. Jika kembali menemukan hewan liar, segera laporkan ke kepolisian agar bisa segera ditangani," sambung dia.

 

Kronologi Monyet Liar Serang Bocah 5 Tahun

Untuk diketahui,  monyet liar menyerang seorang bocah berusia lima tahun hingga mengalami luka serius di Kampung Bobojong, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Senin 13 April 2026.

Kapolsek Cibeber, Kompol Tio mengatakan, serangan monyet terjadi saat korban sedang bermain di area belakang rumahnya, dan tak sedang memegang makanan.

"Kemudian tiba-tiba datang seekor monyet liar dan langsung menyerang," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).

Setelah menyerang, hewan tersebut langsung melarikan diri ke arah hutan atau perkebunan warga.

Tito mengatakan, kejadian ini merupakan teror kedua dalam waktu yang berdekatan. Dua pekan sebelumnya, seorang warga dewasa menjadi korban hingga mendapatkan 25 jahitan di tangannya.