Sukses

Reaksi Spontan Joe Biden Usai Amerika Serikat Kalahkan Iran di Piala Dunia 2022 Qatar

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Amerika Serikat (AS) berhasil lolos ke babak 16 besar usai menumbangkan Iran di laga pamungkas Grup B Piala Dunia 2022. Dalam laga yang berlangsung di Al Thumama Stadium, Rabu dini hari WIB, (30/11/2022), tim AS menang tipis 1-0, dengan gol dicetak Christian Pulisic.

Presiden AS Joe Biden yang tahu bahwa timnas negaranya lolos ke babak 16 besar turut mengucapkan selamat dan mengungkap rasa gembiranya. Ucapan selamat itu disampaikannya di tengah pidato ekonominya di Michigan, Selasa, 29 November 2022, waktu setempat.

Hal itu diketahui dari unggahan video singkat akun Twitter C-Span dan kemudian dibagikan ulang akun @Phil_Lewis_, Rabu (30/11/2022). Biden tampak bergegas kembali ke podium setelah menyampaikan pidato untuk memberi selamat pada tim sepak bola nasional putra AS, karena mengamankan kemenangan penting melawan Iran untuk maju ke babak sistem gugur Piala Dunia 2022. Sedangkan Iran tersingkir bersama Wales.

Ia langsung meraih mikrofon, dan menyampaikan skor akhir pertandingan, mengepalkan tinjunya ke udara yang mengundang sorak sorai dan tepuk tangan dari penonton. "USA, USA, itu pertandingan besar, bung!" kata Biden.

Setelah mengucapkan selamat, Biden akhirnya benar-benar meninggalkan panggung. Kemenangan tim AS di pertandingan kunci menandai pertama kalinya tim negara itu akan bermain di babak sistem gugur Piala Dunia dalam delapan tahun.

Kemenangan atas Iran juga menjadi pembalasan bagi AS yang sebelumnya pernah bertemu Iran di Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu, mereka kalah dengan skor 1-2.

AS menemani Inggris yang menjadi pemuncak klasmen Grup B dengan raihan tujuh poin. Dalam babak 16 Besar Piala Dunia 2022, AS akan menghadapi Belanda yang menjadi juara Grup A pada 3 Desember 2022 mendatang.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Generasi Emas

Orang bisa saja meremehkan tim nasional Amerika Serikat yang lolos ke Piala Dunia 2022 dengan hanya menang selisih gol atas Kosta Rika. Namun, tim ini disebut "generasi emas yang siap menggebrak Piala Dunia 2022."

Meski begitu, AS tetaplah AS, yang bisa membuat tidak mungkin jadi mungkin. Seperti halnya ketika mereka mampu menyelenggarakan Piala Dunia 1994. Mereka mampu menjadikan sepak bola yang tak dilirik warganya jadi salah satu olahraga paling popular.

Melansir kanal Bola Liputan6.com, orang sering lupa, sepak bola memang belum digemari saat itu, tapi perkara kemampuan mengemas dan memasarkan sesuatu, Amerika adalah jagonya. Dunia pun lalu menyaksikan bagaimana Piala Dunia 1994 mencatat rekor sebagai turnamen dengan penonton terbanyak dalam sejarah.

Rata-rata penontonnya 68.991 per laga, dengan total 3.587.538 penonton sepanjang turnamen. Piala Dunia 1994 sendiri hanya diikuti 24 tim, dengan total 52 laga yang dimainkan.

Sekarang, ada 32 tim peserta dengan total 64 pertandingan. Sebagai perbandingan, Piala Dunia 1998 Prancis mencatat total penonton 2.785.100, Jepang-Korea Selatan 2002 dengan 2.705.197 penonton, Jerman 2006 dengan 3.359.439 penonton, dan Afrika Selatan 2010 dengan 3.178.852 penonton.

3 dari 4 halaman

Pembenahan Besar-besaran

Sebuah jajak pendapat pada Juli 2022 menempatkan sepak bola sebagai olahraga terpopuler keempat di AS, menggeser posisi hoki es. Fakta itu cukup mengejutkan berbagai pihak, apalagi melihat Major League Soccer (MLS) baru berkiprah pada 1996.

Namun, berbagai gebrakan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai berbuah hasil. Sepak bola kini digemari tujuh persen penduduk Amerika Serikat. Jumlah itu diprediksi bakal terus bertumbuh dan mencapai puncaknya saat AS jadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

Maka, ketika AS harus absen di Piala Dunia 2018, mereka langsung melakukan pembenahan besar-besaran. Sejumlah nama besar seperti Tim Howard, Michael Bradley, dan Jozy Altidore dicoret dari skuad, sementara sejumlah pemain muda muncul sebagai andalan skuat Piala Dunia 2022 di Qatar.

Saat itu, sudah terlihat generasi emas AS. Skuat dihuni mayoritas pemain yang berlaga di klub-klub Eropa, Hanya ada empat pemain yang berlaga di MLS.

Rinciannya, empat pemain bermain di Liga Inggris dan Jerman, tiga pemain di Liga Belgia, dia pemain di Liga Spanyol, serta masing-masing satu pemain dari Liga Austria, Prancis, Italia, Portugal, Swiss, dan Turki.

4 dari 4 halaman

Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Di babak final CONCACAF Nations League 2021 saja, 23 anggota timnas AS memiliki rata-rata usia 23 tahun, 336 hari, dengan 13 di antaranya masih berusia di bawah 23 tahun. Tim Ream, bek 33 tahun asal Fulham jadi yang tertua. Selain itu, Ream juga tercatat sebagai satu-satunya pemain yang sudah berusia lebih dari 30 tahun.

Sementara Yunus Musah, winger 18 tahun milik Valencia jadi yang termuda. Pemain paling mentereng adalah Christian Pulisic. Winger berusia 23 tahun itu sudah mengangkat tropi Liga Champions Eropa bersama Chelsea.

"Apa yang kita lihat akhir-akhir ini adalah sekelompok besar pemain berbakat. Mereka juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa itu profesional di usia yang lebih muda," ujar legenda AS, Brian McBride, yang saat ini menjadi manajer umum tim.

Berbicara pada FIFA+, baru-baru ini, tentang persiapan AS untuk Piala Dunia FIFA Qatar 2022, McBride melihat tim AS saat ini bisa dibilang yang terbaik. Keikutsertaan dalam Piala Dunia 2022 yang ke-11 bagi timnas AS akan menjadi pembuktian bahwa mereka memang layak disebut sebagai generasi terbaik. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS