Sukses

Ilmu Parenting Bantu Mengurangi Anak Stunting

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi orangtua yang baik memerlukan ilmu parenting yang memadai. Ilmu itu bisa diartikan sebagai pengetahuan tentang proses membesarkan, mendidik, melindungi, dan merawat anak agar perkembangannya baik hingga ia bisa mandiri. Ternyata, ilmu parenting juga berguna untuk mencegah anak dari stunting.

"Para orangtua dapat meningkatkan skill parenting-nya agar mereka mumpuni serta lebih aktif perannya dalam memonitor tumbuh kembang anak agar terhindar dari stunting," ujar CEO PrimaKu, Muhammad Aditriya Indraputra, CFA, dalam konferensi pers virtual peluncuran Parenthood Institute by PrimaKu, Kamis, 10 November 2022.

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan nasional. Stunting adalah gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronik pada anak yang ditandai dengan tubuh kerdil.

Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGBI) 2019, 27,67 persen anak Indonesia mengalami stunting atau sekitar satu dari empat anak. Meski sudah turun dari 37,2 persen pada 2013, kondisi saat ini masih membutuhkan percepatan karena amanah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 menargetkan kasus stunting ditekan hingga 14 persen pada 2024.

Masalah itu memerlukan kerja sama semua pihak, termasuk dari pihak swasta. PrimaKu meluncurkan Parenthood Institute, yakni sebuah program dalam aplikasi tersebut yang ditujukan bagi orangtua dan calon orangtua. Tujuannya agar orangtua mendapatkan informasi secara gratis untuk membantu proses tumbuh kembang anak supaya optimal.

"Sebagai orangtua kita tidak dipersiapkan. Harapannya, kita mau menjadi rekanan orangtua untuk memberikan program belajar online gratis bagi semua orangtua dan calon orangtua," ujar Aditriya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Materi Parenting

 

Program belajar yang tersedia dikemas dalam bentuk yang interaktif dan menyenangkan dengan topik yang relevan. Mekanisme pembelajaran yang dipersiapkan berupa artikel, KULTUM (kuliah satu menit) berupa video pendek, dan webinar.

Kelas yang tersedia diklasifikasikan berdasarkan usia anak. Kategori pertama dari nol hingga enam bulan, kategori kedua yaitu tujuh hingga 12 bulan, kategori ketiga satu hingga tiga tahun, dan kategori keempat yaitu tiga hingga lima tahun.

Program yang diusung akan membahas tiga topik bahasan utama, yaitu mengenai kesehatan, wellness, dan ekonomi. Di setiap akhir kelas terdapat misi yang memacu para orangtua dapat mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dan dapat ditukarkan dengan hadiah pada akhir program.

Dalam pilar kesehatani akan membahas seputar nutrisi, vaksin, dan topik sejenis yang berhubungan dengan kesehatan anak. Sementara, topik wellness dan ekonomi membahas seputar gaya asuh anak dan mengatur dana untuk keperluan anak. Hal ini dikarenakan kondisi finansial dari orangtua juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

"Jangankan memikirkan stimulasi anaknya agar tumbuh kembang dengan baik, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari saja dia keteteran," ujar dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

3 dari 4 halaman

Pentingnya Wellness

 

Executive Director International Pediatric Association (IPA), Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.), menilai orangtua sekarang justru lebih mengedepankan persoalan materiel daripada wellness.

"Ini yang saya lihat sekarang jadi kita berlomba memberikan sebanyak materi buat anak, misalnya memberikan gadget. Itu kan tidak betul," ujarnya.

Prof. Aman menyarankan tidak hanya mengembangkan anak sebagai pribadi yang pintar dan sehat, tetapi penting pula untuk membentuk kepribadian anak yang menghargai orangtua. 

"Pasien berani nunjuk-nunjuk orangtuanya, memarahi ortunya. Saya rasa, hal-hal seperti ini harus ada juga, jadi tumbuh kembang dan juga etik, bagaimana orangtua itu memberi tahu (anak)," tambahnya.

Di sisi lain, intervensi Kemenkes difokuskan untuk mencegah stunting pada 'pesan tematik ABCDE', antara lain aktif minum tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri seminggu sekali dan ibu hamil setiap hari minimal 90 tablet selama kehamilan. Selain itu, ibu hamil teratur periksa kehamilan minimal enam kali dan mencukupi konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia di atas enam bulan.

"Datang ke posyandu setiap bulan untuk pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke posyandu setiap bulan, dan ASI eksklusif enam bulan dilanjutkan hingga usia dua tahun," kata drg Widyawati, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dikutip dari kanal Citizen Liputan6.com.

4 dari 4 halaman

Harus Registrasi

Proses registrasi Parenthood Institute by PrimaKu akan dimulai pada 11 November 2022. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi PrimaKu dengan menekan banner pada halaman utama aplikasi. Selanjutnya, Anda diminta untuk melakukan registrasi dan dapat memilih kelas yang akan diikuti sesuai dengan umur anak.

Setelah menyelesaikan formulir registrasi, Anda akan langsung terdaftar dan dapat segera memulai program Parenthood Institute. Kelas-kelas akan dimulai pada 21 November hingga 17 Desember 2022. Orangtua lalu akan mengikuti 'kelulusan online' pada 22 Desember 2022, sekaligus pengumuman pemenang pengumpulan poin terbanyak. Informasi lebih lengkap Anda dapat mengujungi akun Instagram @official.primaku atau unduh aplikasi PrimaKu di PlayStore & App Store.

Sebelumnya, PrimaKu (PT Cipta Medika Informasi) merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang kesehatan, terlebih pada tumbuh kembang anak. Perusahaan yang berdiri pada 2017 ini merupakan pelopor aplikasi tumbuh kembang anak serta menjadi partner Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS