Sukses

Disebut Surga Minyak, Simak Asal-usul Nama Kota Balikpapan

Liputan6.com, Jakarta - Kota Balikpapan di Kalimantan Timur merayakan hari jadi sekaligus mengenang peristiwa pengeboran pertama sumur minyak Mathilda tiap tanggal 10 Februari. Kota dengan sebutan “Surga Minyak” ini tercatat menghasilkan 86 juta barel (satuan volume) per tahun.

Dilansir dari Balikpapan.go.id, Jumat (21/1/2022), bertambahnya jumlah penemuan dan pengeboran minyak telah membawa pendatang China, Jawa, dan India ke Balikpapan, bertahun-tahun lalu. Pekerja dari Tiongkok dan India nantinya yang jadi cikal bakal penghuni desa di Tukung (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru).

Muncul pula para pedagang dari daerah Kerajaan Banjar di Banjarmasin dan Bone di Sulawesi Selatan untuk berdagang dan singgah di Balikpapan. Hal ini membuat Balikpapan menjadi kota industri.

Tidak lagi ingin dikenal sebagai kota minyak yang berorientasi pada pengeboran, Balikpapan juga fokus pada jasa pengelolaan minyak mentah di sekitar daerah mereka. Beberapa di antaranya adalah Sepinggan, Handil, Bunyu, hingga minyak mentah yang diimpor dari negara lain.

Asal-usul nama kota di pesisir tenggara Kalimantan Timur ini berasal dari berbagai sumber. Dikutip dari legenda rakyat dalam buku 90 Tahun Kota Balikpapan, orang-orang suku Pasir Balik yang bermukim di sepanjang pantai Teluk Balikpapan berasal dari keturunan kakek dan nenek dengan nama "Kayun Kuleng" dan "Papan Ayun." Nama itu disingkat jadi "Kuleng-Papan" dengan arti balik-papan sejak 1527.

Tidak hanya sejarah dan asal usulnya saja yang menarik, kota pusat bisnis industri di pulau Kalimantan ini juga memiliki keindahan wisata alam dan pesona cita rasa kuliner. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Wisata Alam

Dilansir dari Indonesia Travel, terdapat tiga pantai terpopuler di Balikpapan. Mereka adalah Pantai Kemala, Pantai Manggar, dan Pantai Segara Sari.

Untuk melihat satwa liar, ada Hutan Lindung Sungai Wain yang luasnya sekitar 10 ribu hektare. Pengunjung bisa melihat beberapa hewan langka, seperti beruang madu, orangutan, dan bekantan.

Di dekat Balikpapan juga terdapat peternakan buaya bernama Teritip yang tidak kalah menarik. Terdapat beberapa macam jenis buaya khas Kalimantan seperti buaya muara. Jarak lokasi penangkaran tersebut kurang lebih 27 kilometer dari pusat kota Balikpapan.

3 dari 4 halaman

Kuliner Khas

Ada beberapa kuliner yang wajib dicoba ketika mengunjungi Balikpapan. Saking beragam, tidak heran wilayah ini juga dijuluki sebagai "surga kuliner."

Mereka punya banyak hidangan laut, terutama kepiting. Makanan khasnya sendiri, yaitu nasi bakar seafood, abon kepiting, dan peyek kepiting. Ada juga beberapa makanan ringan seperti roti mantau, pisang gapit, dan onde-onde ubi ungu.

Ada juga bubur gunting yang berbahan dasar tepung ketan. Dalam proses pembuatannya, adonan dari makanan ini nantinya digunting-gunting sebelum dimasak dengan rebusan kuah santan, serta gula merah.  (Natalia Adinda)

4 dari 4 halaman

5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi