Sukses

Kisah Lelaki India yang Tidur 300 Hari dalam Setahun

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria di Distrik Nagaur, barat Rajasthan, dari Divisi Jodhpur, India, punya kebiasaan tidur tak biasa. Ia tertidur selama 300 hari dari 365 hari dalam setahun. 

Ternyata, ada penyebab mengapa lelaki itu sulit bangun. Penduduk Desa Bhadwa itu menderita gangguan tidur yang dikenal sebagai 'HPA Axis hypersomnia,' seperti melansir dari laman Republic World, Kamis, 15 Juli 2021.

Bila kebanyakan orang tidur sekitar 6,5--8 jam setiap hari dalam satu periode, Purkharam bisa tertidur selama 25 hari berturut-turut begitu dia tidur siang. Lelaki yang dijuluki Kumbakarna itu pertama kali didiagnosis dengan sindrom langka 23 tahun yang lalu.

Sejak itu, kondisi tersebut memengaruhi kesejahteraan dan gaya hidup Purkharam. Purkharam terkenal di kalangan penduduk desa karena ia memiliki bisnis lokal di daerah tersebut. Namun, ia hanya mampu membuka tokonya lima hari dalam sebulan. 

Anggota keluarga menyatakan bahwa awalnya, Purkharam tidur selama lebih dari 7--8 hari. Namun, gejalanya menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu. Kondisinya mendorong tidur selama hampir 20 sampai 25 hari.

2 dari 5 halaman

Mencari Bantuan

Para ilmuwan menghubungkan kondisi ini terjadi karena fluktuasi protein otak yang dikenal sebagai TNF-alpha. Kondisi itu umumnya dikaitkan dengan gangguan yang berkaitan dengan kantuk yang berlebihan, seperti sleep apnea, narkolepsi, dan hipersomnia idiopatik.

Keluarga Purkharam mencari bantuan medis selama awal tidurnya yang berlebihan. Saat itu, ia hanya tidur sekitar 15 jam sehari. Pada 2015, gejalanya memburuk dan periode tidur meningkat secara signifikan beberapa jam, akhirnya selama beberapa hari.

Ia bisa tidur secara tiba-tiba bahkan mungkin terjadi selama bekerja. Beruntung, anggota keluarganya ada yang menggantikan tugasnya sehari-hari selama ia tidur, seraya merawatnya, termasuk memberi makan dan memandikannya. 

3 dari 5 halaman

Membuka Toko

Istri Purkharam, Lichmi Devi, mengharapkan suaminya segera pulih. Ia sempat terbangun setelah tidur selama 12 hari. Hal pertama yang dia lakukan adalah membuka tokonya.

Sementara, Purkharam menyatakan, meskipun ia tidur berlebihan, tubuhnya sering kelelahan dan produktivitasnya hampir nol. Ia juga mengeluhkan gejala lain yang berhubungan dengan kondisinya, seperti sakit kepala parah.

Sedangkan, ibunya, Kanvari Devi, yakin putranya akan segera sembuh. Ia menganggap kesembuhan Purkharam hanya persoalan waktu saja.

4 dari 5 halaman

Infografis Covid-19 Varian Delta India Hantui Indonesia

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: