Sukses

Apakah Rumah Tempat yang Aman dari Virus?

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar dari kita tinggal di rumah selama pandemi corona COVID-19. Tidak sedikit orang yang beraktivitas di rumah. Namun, apakah rumah merupakan zona yang aman?

Dilansir dari AsiaOne, Jumat, 3 AprilĀ  2020, dokter Koh Hong Yi membagikan wawasan dan saran yang perlu diketahui untuk rumah dan keluarga Anda selama pandemi.

Dari uraian dokter yang telah lama bekerja di sebuah rumah sakit di Singapura ini rumah tidak bisa lepas dari virus, meski rumah sudah dibersihkan dengan penyedot debu.

"Penyedot debu menyedot kotoran dan tidak menghilangkan virus," tulis Koh Hong Yi. "Jika karpet telah digunakan oleh seseorang terinfeksi COVID-19, maka Anda harus menghubungi kontraktor pembersih untuk membantu disinfeksi," lanjutnya.

Begitu juga dengan pendingin udara sentral di rumah. Menurut Yi, pendingin udara sentral dapat menyebarkan beberapa jenis bakteri, salah satunya Legionella.

Begitu juga dengan berbagai aksesori kecil di rumah. Jika mereka dapat diakses dan berpotensi untuk bersentuhan dengan virus, akan lebih baik bila dibersihkan.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Bersihkan Rumah Tiap Hari

Badan Lingkungan Nasional (NEA) telah menerbitkan pedoman tentang pembersihan lingkungan dan disinfeksi untuk area yang terpapar Covid-19. Semua area yang sering disentuh dan permukaan toilet perlu diseka dengan desinfektan atau pemutih yang sesuai, dan dibiarkan mengering.

Semua area dinding dan kerai yang dapat diakses harus dibersihkan dengan cara yang sama. Mengenai aksesori lebih baik agar dibersihkan, apalagiĀ  dapat diakses dan memiliki potensi untuk bersentuhan dengan virus. Dengan demikian, membersihkan lantai saja tidak cukup.

Namun, hal yang sangat penting dari Koh Hong Yi untuk menjaga agar rumah sebagai zona yang nyaman, maka harus dibersihkan secara teratur, setiap hari, dengan desinfektan, dan ventilasi rumah harus baik.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Apa Sumber Protein yang Boleh Distok Banyak?