Sukses

Definisi Cantik 2020 Versi Generasi X, Y, dan Z

Liputan6.com, Jakarta - Apa itu cantik? Pertanyaan dasar yang kerap dilontarkan sepanjang masa baik oleh perempuan terhadap perempuan lainnya, maupun antara lawan jenis. Definisinya ternyata secara umum sama meski ditanyakan kepada generasi yang berbeda. Seperti apa?

Yosanova Savitry, Chief Operation Markplus Institute, menyebut definisi cantik masih didominasi soal looks atau tampilan. Kesimpulan itu didapat lewat survei yang melibatkan 6.460 responden yang tersebar di 35 kota di Indonesia dengan rentang usia dari 13 hingga 65 tahun.

Hasil survei yang dirangkum dalam ZAP Beauty Index 2020 tersebut menyimpulkan bahwa responden menganggap cantik itu adalah memiliki kulit cerah dan glowing. Sebanyak 82 persen responden menyetujuinya, angkanya lebih tinggi dari Beauty Index 2018 yang hanya 73,1 persen.

Cantik juga diterangkan sebagai memperindah penampilan secara seksama dan keseluruhan, atau yang disebut well-dressed. Sebanyak 46,7 persen menyetujuinya, angkanya dua kali lipat lebih dari temuan pada 2018.

Sebanyak 32,3 persen responden juga sepakat bila cantik itu cerminan perasaan bahagia. Angkanya naik dari hasil survei pada 2018 yang hanya 27,6 persen.

Cantik juga dikaitkan dengan penggunaan make up, tetapi persentasenya lebih kecil. Hanya 24 persen responden yang menyetujuinya.

Namun, persepsi cantik adalah mereka yang memiliki tubuh sehat dan bugar bergeser dibanding dua tahun lalu. Hanya 26,2 persen yang meyakininya, jauh berkurang dari hasil survei pada 2018 yang mencapai 40,9 persen.

2 dari 3 halaman

Glowing Tidak Selalu Putih

Berdasarkan ZAP Beauty Index 2020 itu dapat disimpulkan bahwa kondisi wajah masih memegang peranan besar dalam menentukan seseorang termasuk cantik atau tidak. Secara spesifik, mereka yang cantik adalah yang memiliki kulit wajah cerah dan glowing.

Banyak orang yang mengaitkan kondisi kulit demikian hanya kepada satu jenis warna kulit saja. Padahal, warna kulit apapun bisa dikategorikan cerah dan bersinar asal dirawat dengan baik.

"Sering banget orang berpikir kulit putih itu selalu glowing, padahal yang kulitnya sawo matang juga bisa glowing. Kita harus tahu dulu warna, tekstur, dan kekencangan kulitnya," kata dr. Dara Ayuningtyas, Head Medical and Training ZAP Clinic, di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Soal warna kulit, sambung Dara, asal tidak kemerahan, artinya kondisi kulit baik. Sementara terkait tekstur, asal ukuran pori-pori tidak besar, itu sudah cukup. Kulit halus juga bisa didapat dengan tidak memainkan jerawat.

"Kita tidak mungkin menghilangkan pori-pori. Kalau tidak ada, panas tubuh mau keluar dari mana? Sebenarnya yang bisa lakukan hanya meminimalisir pori-pori," ujarnya.

Terakhir, kulit glowing dan cerah adalah yang kencang. Itu terkait kondisi kolagen. Lewat beragam tindakan perawatan, hal itu bisa dipertahankan.

"Semakin bertambah usia, kolagen semakin berkurang. Nah, gimana caranya agar kolagen terjaga. Banyak banget caranya, mulai dari krim wajah, medical peeling, mikrodermabrasi, IPL, HLFU," terang Dara.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: