Sukses

Emma Watson dan Tunggakan Novel yang Belum Selesai Dibaca Jelang Natal

Liputan6.com, Jakarta - Setelah banyak membintangi film-film populer seperti Harry Potter, Beauty and The Beast, dan The Bling Ring, Emma Watson kembali mengadu akting bersama Saoirse Ronan, Florence Pugh, Eliza Scanlen, Timothée Chalamet dan Laura Dern dalam film Little Women.

Film yang disutradarai oleh Greta Gerwig dan diproduseri oleh Amy Pascal dirilis tepat saat perayaan Natal, Rabu, 25 Desember 2019. Sementara, premier film Little Women telah digelar di Festival Film Internasional Rio de Janeiro, Senin, 9 Desember 2019.

Dalam film ini, Emma Watson memerankan seorang gadis Amerika yang hidup pada 1860-an bernama Margaret "Meg" March. Pemeran Hermione memberikan penampilan terbaiknya, meskipun terdengar desas-desus kurang baik.

Dilansir dari Independent.co.uk, Selasa, 24 Desember 2019, sebuah sumber mengatakan kepada Page Six bahwa Emma Watson telah memberi tahu Sony Pictures ia hanya akan menghadiri pemutaran perdana film tersebut di New York. Acara tersebut digelar pada 7 Desember 2019 lalu. Saat itu, aktris berdarah Inggris tersebut tampil dengan gaun hitam dan rambut ditata messy bun.

Sumber tersebut juga mengemukakan Emma tidak hadir pada saat tur pers Little Women pada pertengahan Desember kemarin untuk mempromosikan film terbarunya. Hal-hal tersebut menimbulkan spekulasi bahwa Emma Watson merasa tidak puas dengan penampilan di filmnya atau ada perseteruan yang terjadi di antara para pemain Little Women.

Belum ada konfirmasi yang jelas tentang hal ini. Meski begitu, Emma kebanjiran pujian atas aktingnya memerankan Meg March.

2 dari 3 halaman

Novel Terakhir

Tak hanya pandai berakting, Emma Watson juga dikenal pecinta buku. Seperti saat ia membongkar isi tasnya yang membuat ia dijuluki 'Bag Lady', Emma tak lupa menyalipkan buku bacaan di sana.

Dilansir Vogue.co.uk, Selasa, 24 Desember 2019, Emma punya satu harapan sederhana, yaitu menyelesaikan buku Louisa May Alcott. Meski telah memerankan salah satu tokoh dalam film yang diangkat dari novel klasik tersebut, Emma belum sempat menghabiskan novelnya sampai ke halaman terakhir.

Novel karya Louisa ini bercerita tentang empat gadis keluarga March, yaitu Meg, Jo, Beth, dan Amy di kota Massachusetts, saat masa perang sipil di Concord, Massachusetts, Amerika Serikat pada 1890-an. Novel ini adalah memuat konflik yang cukup ringan sehingga cocok untuk semua usia.

Karakter Mrs Margaret March juga akan sangat memberi pesan moral dalam kisah di buku ini. Ia diceritakan sebagai seorang ibu yang mandiri dan pekerja keras. Ia juga menanam nilai-nilai kuat pada anak perempuannya dan menjadikan hal tersebut fondasi kuat pada keluarga March untuk menjadi keluarga yang hangat dan disukai orang lain. (Adhita Diansyavira)

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: