Sukses

6 Manfaat Gunakan Masker Pisang Secara Rutin bagi Kulit Wajah

Liputan6.com, Jakarta - Pisang termasuk buah populer dengan banyak penggemar. Mudah ditemukan dan harganya relatif murah membuatnya banyak dipilih sebagai pencuci mulut atau memenuhi asupan nutrisi. Tak hanya orang dewasa, bayi pun mengonsumsinya. Bahkan, para ibu banyak menjadikannya sebagai makanan pendamping ASI.

Selain mengenyangkan, pisang ternyata juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Anda bisa memanfaatkan buah pisang masak sebagai masker wajah rumahan sebagai alternatif pengganti produk skincare berharga mahal.

Caranya, pisang dilumatkan dengan sendok atau garpu, lalu tambahkan sedikit madu. Anda bisa mengoleskannya ke seluruh wajah dan leher tanpa khawatir efek samping.

Ada banyak manfaat yang diberikan dari pisang jika diaplikasikan ke kulit wajah Anda secara rutin. Liputan6.com merangkum enam khasiat menggunakan masker pisang dilansir dari laman Derm Collective, Jumat, 8 November 2019.

1. Menghilangkan Tanda-Tanda Penuaan

Paparan jangka panjang sinar UV dan sinar matahari menyebabkan produksi melanin yang berlebihan, dan itu membuat kulit memiliki bintik hitam. Pisang mengandung vitamin A yang terbukti menghilangkan tanda-tanda penuaan. Efek samping yang diberikan dari masker pisang alami sangat sedikit.

Anda bisa menggunakannya masker pisang secara teratur. Karena penggunaan teratur bukan hanya bantu memudarkan bintik-bintik gelap, tapi juga mengurangi tanda-tanda penuaan lainnya seperti garis halus dan kerutan di wajah.

2 dari 4 halaman

2. Mengurangi Stres Oksidatif dan Penyembuhan luka

Pisang kaya akan vitamin B (B2, B3, B6, dan B9) yang merupakan antioksidan kuat untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin B juga memiliki efek positif pada penyembuhan luka. Jadi bagi kulit yang luka akibat jerawat, pisang bisa menjadi obat untuk kesembuhan luka.

Efek sampingnya sangat sedikit, jadi selain menjadi penyembuh luka bekas jerawat Anda, pisang juga bisa menjadi pelembab untuk bagian kulit Anda yang lain.

3. Mencerahkan Kulit

Akibat dari paparan sinar UV dan sinar matahari bukan hanya memunculkan tanda-tanda penuaan, tapi juga bisa mengusamkan wajah Anda. Untuk itu, pisang yang mengandung vitamin E dengan khasiat senyawa fotoprotektif sangat kuat melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya.

Kandungan ini dapat membantu Anda mencerahkan kulit wajah Anda kembali. Untuk membuat masker pisang alami yang berkhasiat mencerahkan wajah, Anda bisa menambahkan satu sendok madu dan datu sendok air lemon ke lumatan pisang Anda. Hasilnya akan jauh lebih optimal.

3 dari 4 halaman

4. Melembabkan Wajah

Pisang adalah sumber yang kaya akan kalium ketika diaplikasikan dalam masker wajah. Kalium adalah kandungan aktif yang membentuk faktor Natural Moisturizing Factor (NMF) yang terdapat pada kulit.

Kondisi orang dengan kulit kering seperti dermatitis atopik ringan diketahui memiliki kadar kalium yang rendah di NMF-nya. Kandungan kalium yang terdapat di pisang akan menjaga kulit wajah tetap lembab.

5. Mengobati Bentol Akibat Gigitan Nyamuk

Terkena gigitan nyamuk sangatlah tidak nyaman, terutama pada wajah. Nah, berebeda dengan yang lain, kali ini kulit pisang bisa menjadi obat pada bentol akibat gigitan nyamuk. Gula dalam kulitnya bantu mengeluarkan cairan dari gigitan nyamuk.

Caranya, Anda cukup menggosok bagian dalam kulit pisang pada area yang terkena gigitan nyamuk. Tidak perlu terlalu kuat dan pastikan sebelum menggosoknya, Anda telah membersihkan kulit Anda.

6. Menghilangkan Sel Kulit Mati

Untuk membantu menghilangkan sel kulit mati, Anda bisa menambahkan gula pada lumatan pisang. Pisang berfungsi bantu melembabkan kulit kering, sementara gula yang dijadikan campuran akan bantu menyingkirkan sel kulit matinya. Ini sangat efektif dan bisa digunakan selain di kulit wajah. (Ossid Duha Jussas Salma)

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Usai Pisang, Kini Muncul Durian Dilakban dengan Harga Selangit
Artikel Selanjutnya
Makan Kulit Pisang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Apa Iya?