Sukses

Kisah Diaspora Indonesia Sukses Berbisnis Bumbu Rendang di Amerika Serikat

Jakarta - Dari coba-coba jadi serius, kalimat itu tepat menggambarkan usaha bisnis bumbu rendang di Amerika Serikat yang dijalankan Asnur Bahar, seorang diaspora Indonesia yang kelahiran Padang. Di samping kesibukannya bekerja di perusahaan minyak, ia menjalankan bisnis bumbu kemasan bernama Rendang and Co di Houston, AS.

Dilansir Antara, Asnur mengatakan pertama kali berbisnis diawali tak sengaja. Sebagai pekerja di perusahaan minyak Schlumberger, ia sering berkeliling dunia sebagai konsultan maupun pengajar, termasuk bolak-balik ke Jakarta dalam setahun.

Istrinya yang asal Semarang memberi ide agar saat mampir ke Jakarta, ia membawa serta bumbu masakan Padang dari Indonesia untuk dipasarkan ke AS. Saat itu, ia bertemu dengan temannya asal Palembang yang memasok bumbu-bumbu tersebut ke Restoran Pagi Sore.

Dari temannya itulah, Asnur memesan bumbu instan dalam jumlah kecil terlebih dulu. Tak disangka, pesanan makin membludak. Kini, rata-rata mencapai 130 kg bumbu masakan Padang dengan berbagai rasa yang dipesan setiap kali bolak-balik dari AS ke Jakarta.

Asnur dan istri lalu menjual bumbu berkemasan Rendang and Co secara online di AS. Ia juga berpromosi ke berbagai acara, terutama dalam kegiatan KJRI Houston.

Acara seperti itu rutin diselenggarakan Konjen RI setempat untuk mempromosikan produk Indonesia sekaligus memacu semangat kewirausahaan pada diaspora Indonesia di 12 States, wilayah kerja Konjen.

Rendang and Co tak hanya menjual bumbu rendang, tetapi juga sejumlah masakan Padang lainnya. Di antaranya adalah bumbu asam padeh, ayam gulai, ayam goreng, gulai ikan kuning, dan lontong anam. Dari laman rendangandco, harga satu kemasan bumbu dijual antara 5 hingga 7 dolar AS.

2 dari 2 halaman

Berkembang Jadi Restoran

Bisnis bumbu Rendang Asnur terus berkembang. Ia kini berencana membuka warung Padang "Rendang and Co" di Tulsa, Oklahoma.

"Awalnya saya hanya berjualan online bumbu masakan Padang saja, sekarang ingin menjajal buka warung Padang," kata pria yang lulus dari Petroleum Engineering dari University of Tulsa (UOT) di Oklahoma State itu.

Asnur pun berencana mulai 1 Februari 2019 ini, bersama sang istri membuka restoran Indonesia dengan nama Rendang and Co di Tulsa, Oklahoma.

"Kami bukan hanya menjual Rendang yang sudah terkenal di seluruh dunia, tapi juga makanan Indonesia lain," katanya.

Asnur Bahar membagikan kisah sukses merintis wirausaha di negeri orang pada acara kumpul-kumpul Diaspora Indonesia kepada yang berminat mengembangkan bisnis sebagai UKM untuk menjual produk Indonesia di KJRI Houston pada 18 Januari 2019.

Konjen Nana Yuliana pada kesempatan yang sama juga mengundang tiga pengusaha yang punya 10 bisnis, pejabat Port of Houston dan FDA (Food & Drug Adninistration) yang salah satunya untuk mempresentasikan tentang bagaimana berbisnis di Houston.

Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM Hermawan Kartajaya yang juga hadir dalam acara itu menyambut baik semangat kewirausahaan diaspora Indonesia sekaligus memberikan tips agar sukses berwirausaha. Hermawan yang juga pakar marketing itu berpesan kepada diaspora Indonesia agar pantang menyerah dan tetap mempromosikan Indonesia dengan brand-brand yang menarik.

Selain Asnur Bahar, diaspora Indonesia yang juga berbisnis di usaha kuliner yakni Fifi Manan bersama suaminya Robert Manan yang juga akan membuka Restoran WIND, singkatan Wonderful Indonesia di Atlanta, Giorgia.

Berformat Fine Dining, WIND akan melibatkan Chef Yono yang namanya sangat populer dan juga mempunyai usaha kuliner di Albany, New York. Bahkan, rencananya Dubes Indonesia untuk AS Budi Bowo Leksono dari Washington DC dan Konjen Nana Yuliana akan meresmikan rumah makan tersebut.

"Jadi marilah kita jadikan 1 Februari sebagai Hari Kebangkitan Kuliner Indonesia di Amerika," kata Nana.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rina Nose Pamer Cincin di Jari Manis, Tunangan?

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Turki Siap Ambil Kendali Basis Pasukan Kurdi di Suriah, Bikin Geram AS?
Artikel Selanjutnya
Terdampak Government Shutdown, Narapidana Penjara AS Mogok Makan