Sukses

Setop Pergi Belanja Setelah Selesai Jam Kerja! Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Beberapa penelitian terbaru menunjukkan adanya beragam faktor yang dapat mempengaruhi perilaku belanja seseorang secara diam-diam. Nyatanya, Anda memiliki kontrol lebih besar atas faktor-faktor tersebut.

Melansir dari huffingtonpost.com, Rabu (4/7/2018), penelitian neurosains menunjukkan bahwa kelelahan mental dapat membuat seseorang belanja secara impulsif. Kelelahan mental dapat diakibatkan karena berada di kantor atau bekerja sepanjang hari, mematikan area otak yang bertugas mengevaluasi keputusan.

Dengan kata lain, orang yang belanja setelah selesai jam kerja mungkin tidak akan membuat keputusan terbaik. Para peneliti melihat adanya kaitan antara kelelahan harian setelah bekerja dengan kontrol diri saat belanja.

2 dari 3 halaman

Jangan belanja setelah jam kerja

Ketika area otak yang disebut lateral prefrontal cortex atau LPFC tidak bekerja dengan kecepatan penuh, seseorang menjadi lebih irasional dengan pilihannya. Waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi impulsif adalah enam sampai delapan jam kerja dalam sehari atau lebih.

Penemuan ini menunjukkan kelelahan saraf berfokus secara alami menginduksi situasi kehidupan nyata dan memiliki dampak penting pada keputusan ekonomi. Jika Anda sering mengalami hal yang sama, solusinya sebenarnya sederhana.

3 dari 3 halaman

Jangan belanja setelah jam kerja

Beristirahatlah setelah hari kerja yang panjang untuk menghindari sikap impulsif ketika belanja. Atau Anda bisa menekan keinginan untuk belanja setelah bekerja dan menunggu akhir pekan atau keesokan harinya.

Cobalah untuk selalu menunggu beberapa hari, periksa apakah keinginan untuk belanja hanya sekilas atau itu merupakan ide yang baik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa setelah enam jam bekerja, seseorang menjadi 10% lebih impulsif.

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelang Tahun Ajaran Baru, Begini Tips Hemat Belanja Alat-alat Sekolah
Artikel Selanjutnya
Hore, Yogyakarta Punya Aplikasi Resmi untuk Pembayaran Non-Tunai