Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal kedua (Q2) 2017 berada pada level 199,26 atau tumbuh sebesar 1,18% (q-o-q), melambat dibandingkan 1,23% (q-o-q) pada triwulan sebelumnya. Demikian seperti dilansir dari Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia.
Sementara secara tahunan pertumbuhan harga properti tercatat sebesar 3,17% (y-o-y), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 2,62% (y-o-y). Kenaikan harga bahan bangunan (32,91%) dan biaya perizinan yang mahal (20,09%) menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial dalam periode laporan.
Secara kuartalan, kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe terutama rumah tipe kecil (2,61%, q-o-q). Sementara rumah tipe menengah dan besar mengalami kenaikan yang melambat, masing-masing dari 1,28% (q-o-q) menjadi 0,55% (q-o-q) dan dari 0,58% (q-o-q) menjadi 0,38% (q-o-q).
Advertisement
Berdasarkan wilayah, Jabodetabek dan Banten tercatat mengalami peningkatan harga tertinggi (2,04%, q-o-q) terutama pada rumah tipe kecil (4,78%, q-o-q).
Baca juga:Â 86% Konsumen Indonesia Sebut Proses KPR Terlalu Ruwet
Â
Secara tahunan, harga properti residensial mengalami kenaikan sebesar 3,17% (yo--y), lebih tinggi dibandingkan 2,62% (y-o-y) pada kuartal sebelumnya. Berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada semua tipe terutama rumah tipe kecil 5,67% (yoy).
Sementara berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di Surabaya (7,75%, y-o-y) sejalan dengan tingginya permintaan terhadap tempat tinggal di wilayah tersebut.
IHPR Q2 2017 juga menunjukkan pertumbuhan yang melambat dari triwulan sebelumnya. Pergerakan ini sejalan dengan indeks harga sub-kelompok biaya tempat tinggal IHK-BPS Q2 2017 yang tumbuh 0,27% (q-o-q), lebih rendah dibanding 0,93% (q-o-q) pada periode sebelumnya.
Simak daftar perumahan dan apartemen baru harga mulai Rp500 juta di sini!
Â
Tidak hanya itu, laporan juga mencatat pertumbuhan penjualan properti residensial pada Q2 2017 terpantau tumbuh melambat dibanding triwulan sebelumnya, dari 4,16% (q-o-q) menjadi 3,61% (q-o-q).
Perlambatan penjualan properti residensial sejalan dengan masih terbatasnya permintaan terhadap rumah tapak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689658/original/068442900_1503558789-pasar_properti.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303356/original/032748400_1784627628-IMG_5798.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263888/original/074262200_1782028382-Depositphotos_643683280_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4183710/original/033100200_1665113148-Bank_Indonesia_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315822/original/6919500_1785899051-Pejabat_Gubernur_Sementara_Bank_Indonesia__BI__Destry_Damayanti_saat_Konferensi_Internasional_Bulletin_of_Monetary_Economics_and_Banking__BMEB__ke-20_dan_Call_for_Papers_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9315631/original/013834000_1785844405-pg04-isu-bi-masuk-kabinet-acb72b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314737/original/024279100_1785772806-ks3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)