Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Waqiah ayat 57-74 menjadi salah satu bagian paling fundamental dalam Al-Qur'an yang membahas tentang kekuasaan Allah SWT secara sistematis dan argumentatif. Rangkaian ayat ini hadir sebagai jawaban langsung atas keraguan kaum kafir Mekkah terhadap kebenaran hari kebangkitan.
Berada dalam surat ke-56 yang terdiri dari 96 ayat dan tergolong Makkiyah, dalam Tafsir Ibnu Katsir karya Imam Ibnu Katsir, tema besar surat Al-Waqiah terbagi menjadi tiga: kepastian hari kiamat (ayat 1-56), kekuasaan, kebaikan, dan keagungan Allah (ayat 57-74), serta kebenaran wahyu (ayat 75-96).
Rangkaian ayat ini merupakan dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan dan menghisab manusia. Allah SWT tidak sekadar menyatakan kekuasaan-Nya secara abstrak, melainkan mengajak manusia merenungkan fenomena-fenomena konkret yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari: penciptaan manusia dari nutfah, penentuan kematian, penumbuhan tanaman, turunnya air hujan, dan penciptaan api.
Advertisement
Semua ini menjadi bukti empiris yang tak terbantahkan bahwa Dzat yang mampu menciptakan semua itu dari ketiadaan, pasti mampu pula menghidupkan kembali manusia dari kematiannya. Ayat-ayat ini mengandung nilai pendidikan keimanan melalui fenomena alam.
Mila Aulia dkk. dalam jurnal Muttaqien menyoroti bagaimana tradisi pembacaan surat Al-Waqiah oleh Majelis Hubbun Nabi di Madura menjadikan ayat-ayat ini sebagai bagian dari ritual keagamaan yang menggeser nalar mistis masyarakat menuju spiritualitas qur'ani.
Bacaan Lengkap Surat Al-Waqiah Ayat 57-74
Ayat 57
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
Latin: Naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqūn(a).
Artinya: Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?
Ayat 58
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَ
Latin: Afa ra'aitum mā tumnūn(a).
Artinya: Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?
Ayat 59
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ
Latin: A antum takhluqūnahū am naḥnul-khāliqūn(a).
Artinya: Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?
Ayat 60
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ
Latin: Naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).
Artinya: Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah
Tafsir Surat Al-Waqiah Ayat 57-74 tentang Kekuasaan Allah
Rangkaian ayat 57-74 ini oleh para mufasir dikategorikan sebagai bagian yang secara khusus membahas dalil-dalil kekuasaan Allah yang menunjukkan bahwa Dia berkuasa membangkitkan dan menghisab manusia.
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-Azhim menegaskan bahwa tema sentral bagian ini adalah "Allah's Power, Goodness and Glory" — kekuasaan, kebaikan, dan keagungan Allah yang seharusnya membimbing manusia untuk menerima risalah dan mengagungkan-Nya.
Tafsir Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa setelah menjelaskan azab bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan pada ayat-ayat sebelumnya, Allah kemudian menguraikan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terkait dengan kiamat.
Wahai manusia, Kami Yang Mahakuasa telah menciptakan kamu, maka saat kamu mengetahui hal itu, mengapa kamu tidak membenarkan adanya penciptaan dan kebangkitan? Ayat 58-59 kemudian mengajak manusia merenungkan proses penciptaan dari nutfah yang dipancarkan.
Dalam ayat ini Allah menciptakan manusia dari tidak ada sama sekali. Bukankah hal tersebut suatu dalil yang tidak dapat dibantah lagi tentang kekuasaan Allah? Dan bukankah itu dalil yang kuat bahwa Allah Mahakuasa untuk menghidupkan kembali manusia dari kuburnya setelah ia mati dan hancur tulang-belulangnya?
Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menambahkan bahwa ayat 60-61 tentang penentuan kematian merupakan penegasan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu mencegah kematian atau lari darinya.
Allah telah menentukan takdir seluruh makhluk hidup, termasuk kematian, sejak sebelum diciptakannya langit dan bumi, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bin Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah mencatat takdir seluruh makhluk hidup. Hal tersebut terjadi lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi" (HR. Muslim).
Ayat 63-67 mengalihkan perhatian pada fenomena pertanian. Allah bertanya: apakah kamu yang menumbuhkan tanaman yang kamu tanam, atau Kami yang menumbuhkannya? Jika Allah menghendaki, Dia bisa menjadikannya kering dan hancur, sehingga manusia hanya bisa menyesal.
Ini menunjukkan bahwa seluruh proses kehidupan — dari benih hingga panen — sepenuhnya berada dalam kendali Allah. Kemudian ayat 68-70 membahas air yang diminum manusia setiap hari. Allah menanyakan apakah manusia yang menurunkannya dari awan atau Allah. Jika Allah menghendaki, air itu bisa dijadikan asin dan tidak layak diminum. Maka mengapa manusia tidak bersyukur?
Ayat 71-73 menutup rangkaian ini dengan pembahasan tentang api yang dinyalakan manusia. Allah menegaskan bahwa pohon yang menjadi sumber api pun adalah ciptaan-Nya. Api dijadikan sebagai tażkirah (peringatan) dan matā' (kesenangan/manfaat) bagi mereka yang dalam perjalanan.
Ayat terakhir, ayat 74, merupakan penutup yang bersifat imperatif: fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm — maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahaagung. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai perintah kepada Nabi Muhammad SAW — dan umat Islam secara umum — untuk menyucikan Allah yang nama dan sifat-Nya sempurna, yang kebaikan-Nya melimpah.
Kandungan Surat Al-Waqiah Ayat 57-74 tentang Kekuasaan Allah
Berdasarkan tafsir para ulama, ayat 57-74 surat Al-Waqiah mengandung beberapa pesan utama tentang kekuasaan Allah yang dapat diuraikan sebagai berikut.
Pertama, kekuasaan Allah dalam menciptakan manusia dari ketiadaan. Ayat 57 menegaskan bahwa Allah-lah yang menciptakan manusia, sehingga seharusnya manusia membenarkan hari kebangkitan. Ayat 58-59 memperkuat argumen ini dengan mengajak manusia merenungkan proses penciptaan dari nutfah yang dipancarkan. Dalam ayat ini Allah menciptakan manusia dari tidak ada sama sekali, dan hal tersebut merupakan dalil yang tidak dapat dibantah tentang kekuasaan Allah.
Kedua, kekuasaan Allah dalam menentukan kematian. Ayat 60-61 menegaskan bahwa kematian telah ditentukan oleh Allah dan tidak ada seorang pun yang dapat mencegahnya. Allah tidak lemah dan tidak dapat dikalahkan. Kematian dan kehidupan manusia tidak berada di tangan manusia, melainkan sepenuhnya dalam kekuasaan Allah Yang Maha Mengetahui dan Kuasa. Allah bahkan mampu menggantikan manusia dengan generasi yang lain dan membangkitkan mereka dalam keadaan yang tidak diketahui manusia.
Ketiga, kekuasaan Allah dalam menumbuhkan tanaman. Ayat 63-67 mengajak manusia merenungkan proses pertanian. Manusia hanya bisa menanam benih, tetapi yang menumbuhkan dan menjadikannya berbuah adalah Allah. Jika Allah menghendaki, tanaman bisa menjadi kering dan hancur, dan manusia hanya bisa menyesal. Ini menunjukkan bahwa seluruh siklus kehidupan tanaman berada dalam kendali mutlak Allah.
Keempat, kekuasaan Allah dalam menurunkan air. Ayat 68-70 menegaskan bahwa air yang diminum manusia setiap hari berasal dari Allah, bukan dari usaha manusia. Allah menurunkan air dari awan, dan jika Dia menghendaki, air itu bisa dijadikan asin. Maka manusia seharusnya bersyukur atas nikmat air tawar yang menjadi kebutuhan vital seluruh makhluk hidup.
Kelima, kekuasaan Allah dalam menciptakan api. Ayat 71-73 menyatakan bahwa api yang dinyalakan manusia berasal dari pohon yang juga ciptaan Allah. Api dijadikan sebagai peringatan dan manfaat bagi manusia, terutama dalam perjalanan. Ayat ini sekaligus mengajak manusia untuk merenungkan bahwa bahkan elemen paling dasar dalam kehidupan manusia — api — tidak lepas dari kekuasaan Allah.
Keenam, perintah bertasbih. Ayat 74 menutup rangkaian ini dengan perintah bertasbih kepada Allah Yang Mahaagung. Ini merupakan respons yang semestinya diberikan manusia setelah menyaksikan dan merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah: mengagungkan dan menyucikan-Nya.
Hikmah Memahami Surat Al-Waqiah Ayat 57-74
1. Menumbuhkan Kesadaran akan Keesaan Allah (Tauhid)
Memahami ayat-ayat ini menuntun seseorang untuk mengakui bahwa seluruh proses kehidupan — penciptaan, kematian, pertumbuhan tanaman, turunnya hujan, dan penciptaan api — semuanya berada dalam kekuasaan Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam mencipta dan mengatur alam semesta. Nur Choirum Mauzuroh dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung nilai pendidikan keimanan melalui penelitian alam yang menumbuhkan keimanan.
2. Mendorong Refleksi (Tafakkur) terhadap Fenomena Alam
Ayat-ayat ini menggunakan metode pertanyaan retoris yang mengajak manusia berpikir: "Kamukah yang menciptakannya atau Kami?" Metode ini bertujuan membangunkan akal dan fitrah manusia agar mereka sampai pada kesimpulan sendiri dan menerima kebenaran. Dengan merenungkan proses penciptaan diri sendiri, tanaman, air, dan api, seseorang akan semakin yakin akan kekuasaan Allah.
3. Meningkatkan Rasa Syukur (Tadzakkur)
Ayat 70 secara eksplisit menyatakan: falau lā tasykurūn — maka mengapa kamu tidak bersyukur? Memahami bahwa air tawar, tanaman yang tumbuh subur, dan api yang bermanfaat adalah karunia Allah yang bisa saja dicabut kapan saja, akan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam dalam diri seseorang.
4. Memperkuat Keyakinan akan Hari Kebangkitan
Argumen utama ayat 57-74 adalah bahwa Dzat yang mampu menciptakan manusia dari ketiadaan, menumbuhkan tanaman dari benih, dan menurunkan air dari langit, pasti mampu menghidupkan kembali manusia dari kematiannya. Keyakinan ini menjadi fondasi iman kepada hari akhir dan memotivasi manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah mati.
5. Membentuk Pribadi yang Rendah Hati (Tawadhu')
Menyadari bahwa manusia tidak memiliki kendali atas penciptaan, kematian, pertumbuhan, dan bahkan air yang diminumnya setiap hari, akan menghilangkan kesombongan dan merasa memiliki kekuatan sendiri. Manusia hanya bisa berusaha, tetapi hasil akhirnya sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah. Sikap ini sejalan dengan perintah bertasbih pada ayat terakhir, yang merupakan pengakuan atas keagungan Allah dan kerendahan diri manusia di hadapan-Nya.
Pertanyaan Surat Al Waqiah
1. Apa tema utama surat Al-Waqiah ayat 57-74?
Tema utama ayat 57-74 adalah dalil-dalil kekuasaan Allah yang menunjukkan bahwa Dia berkuasa membangkitkan dan menghisab manusia. Imam Ibnu Katsir menyebut bagian ini sebagai "Allah's Power, Goodness and Glory".
2. Mengapa Allah menggunakan pertanyaan retoris dalam ayat 58-59?
Allah menggunakan pertanyaan retoris untuk membangunkan akal dan fitrah manusia agar mereka sampai pada kesimpulan sendiri dan menerima kebenaran. Metode ini menghindari pelecehan dan penghinaan, melainkan menggunakan argumentasi alami dan jelas.
3. Apa kaitan antara ayat 57-74 dengan hari kebangkitan?
Ayat-ayat ini menjadi bukti logis bahwa Dzat yang mampu menciptakan manusia dari ketiadaan, menumbuhkan tanaman, menurunkan air, dan menciptakan api, pasti mampu menghidupkan kembali manusia dari kematiannya. Bukankah hal tersebut suatu dalil yang tidak dapat dibantah lagi tentang kekuasaan Allah?
4. Apa yang dimaksud dengan "fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm" pada ayat 74?
Ayat ini adalah perintah kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam untuk bertasbih, yakni menyucikan dan mengagungkan Allah Yang Mahaagung. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ini sebagai perintah untuk menyucikan Allah yang nama dan sifat-Nya sempurna serta kebaikan-Nya melimpah.
5. Bagaimana ayat-ayat ini diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari?
Nur Choirum Mauzuroh menyimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan keimanan dalam ayat 57-74 dapat diaplikasikan melalui tafakkur (merenungkan ciptaan Allah) dan tadzakkur (mengambil pelajaran dari fenomena alam). Aplikasi praktisnya meliputi merenungkan asal-usul kejadian manusia, mensyukuri nikmat air dan tanaman, serta mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347618/original/023130800_1789360178-HOAX__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366233/original/085378000_1759221040-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_13.43.19_aa3a7a8a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347595/original/016603600_1789357574-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-14T104506.658.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346365/original/087031900_1789127401-20260911_175742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347808/original/010926900_1789368524-1138390.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347774/original/086710700_1789367812-1000636093.jpg)