Liputan6.com, Jakarta - Muhasabah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena menjadi sarana bagi setiap muslim untuk mengevaluasi diri sebelum menghadap Allah Swt. Di tengah kesibukan mengejar urusan dunia, tidak sedikit orang yang lupa memeriksa keadaan hatinya sendiri. Padahal, hati adalah pusat dari setiap amal, niat, dan perilaku manusia. Ketika hati dipenuhi keikhlasan, ketakwaan, dan rasa takut kepada Allah, maka seluruh anggota tubuh akan terdorong untuk melakukan kebaikan. Sebaliknya, apabila hati dikuasai oleh kesombongan, iri hati, dan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia, maka berbagai bentuk kemaksiatan akan lebih mudah dilakukan.
Khutbah Jumat bertema "Mengoreksi Hati Sebelum Dihisab" ini mengajak setiap muslim untuk merenungkan kembali perjalanan hidupnya sebelum datang hari perhitungan amal yang tidak dapat dihindari. Melalui ayat-ayat Al-Qur'an, hadis Rasulullah saw., serta nasihat para ulama, kita diingatkan agar tidak hanya memperbaiki amalan yang tampak di hadapan manusia, tetapi juga membersihkan hati dari berbagai penyakit yang dapat menghapus pahala. Dengan membiasakan muhasabah setiap hari, seorang mukmin akan lebih siap menyambut kematian dan berharap menghadap Allah dalam keadaan hati yang bersih dan amal yang diterima.
Khutbah Pendek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
Khutbah Pertama
Alhamdulillahi alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina, man yahdihillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Amma ba'du.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah yang terlihat oleh manusia, tetapi juga dalam kebersihan hati yang hanya diketahui oleh Allah. Hati yang bersih akan melahirkan amal yang ikhlas, sedangkan hati yang kotor akan menyeret seseorang kepada dosa meskipun tampak saleh di hadapan manusia.
Allah Swt. berfirman:
Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha waltanzhur nafsun ma qaddamat lighad, wattaqullah. Innallaha khabirun bima ta'malun.
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ayat tersebut mengajarkan kepada kita pentingnya muhasabah, yaitu mengoreksi diri sebelum datang hari ketika seluruh amal diperhitungkan. Seorang mukmin tidak menunggu hari kiamat untuk mengetahui keadaan dirinya. Ia setiap hari bertanya kepada dirinya sendiri: sudahkah salatku khusyuk, lisanku terjaga, hartaku halal, dan hatiku bersih dari kesombongan, iri hati, serta dendam?
Sering kali manusia sibuk menilai kekurangan orang lain, tetapi lupa melihat cacat dirinya sendiri. Padahal, orang yang paling beruntung adalah mereka yang disibukkan oleh upaya memperbaiki dirinya sehingga tidak sempat mencari-cari kesalahan saudaranya. Muhasabah adalah cermin yang memperlihatkan keadaan hati dengan jujur.
Rasulullah saw. bersabda:
Al-kayyisu man dana nafsahu wa 'amila lima ba'dal maut, wal-'ajizu man atba'a nafsahu hawaha wa tamanna 'alallahil amaniy.
Artinya:
"Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Adapun orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu hanya berangan-angan kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi)
Hadirin yang berbahagia,
Ada beberapa hal yang perlu menjadi bahan muhasabah setiap hari.
Pertama, muhasabah terhadap hubungan dengan Allah. Sudahkah salat kita tepat waktu? Sudahkah Al-Qur'an menjadi bacaan harian? Sudahkah kita berdoa dengan penuh kerendahan hati? Jangan sampai kita merasa dekat kepada Allah hanya karena rutinitas ibadah, sementara hati jauh dari keikhlasan.
Kedua, muhasabah terhadap hubungan dengan sesama manusia. Mungkin ada hak orang lain yang belum kita tunaikan, janji yang belum kita tepati, atau perkataan yang melukai hati seseorang. Islam mengajarkan bahwa kesempurnaan ibadah juga tercermin dari baiknya akhlak kepada sesama.
Ketiga, muhasabah terhadap isi hati. Penyakit hati sering kali tidak terlihat, tetapi sangat berbahaya. Riya, ujub, hasad, cinta dunia secara berlebihan, dan merasa lebih baik daripada orang lain dapat menghapus pahala amal. Oleh karena itu, membersihkan hati merupakan ibadah yang harus terus dilakukan sepanjang hayat.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kematian tidak pernah menunggu usia tua. Setiap hari kita menyaksikan orang-orang dipanggil menghadap Allah. Ketika ajal tiba, tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki amal. Karena itu, jangan menunda taubat. Jangan menunggu sakit. Jangan menunggu pensiun. Jangan menunggu rambut memutih. Hari terbaik untuk memperbaiki diri adalah hari ini.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa bermuhasabah dan memperbaiki diri sebelum datang hari hisab.
Aqulu qauli hadza wa astaghfirullahal 'azhima li wa lakum wa lisa'iril muslimin, fastaghfiruh innahu huwal ghafurur rahim.
Khutbah Kedua
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, lahul hamdu al-hasan wa ats-tsana'ul jamil, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'alaihi wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita memperbanyak istigfar, memperbaiki niat, dan mengisi sisa umur dengan amal saleh. Jangan biarkan hati mengeras karena dosa yang terus diulang tanpa taubat. Sebesar apa pun kesalahan kita, pintu rahmat Allah selalu terbuka bagi hamba yang kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.
Allah Swt. berfirman:
Innallaha yuhibbut tawwabina wa yuhibbul mutathahhirin.
Artinya:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
Marilah kita menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, menjaga hati, memperbanyak amal saleh, serta memohon ampunan kepada Allah sebelum datang hari ketika tidak ada lagi kesempatan untuk kembali ke dunia.
Doa
Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya'i minhum wal amwat.
Allahumma ashlih qulubana, wa thahhir nufusana, waghfir dzunubana, wa taqabbal taubatana, waj'al khaira a'malina khawatimaha, wa khaira ayyamina yauma nalqak.
Allahummarzuqna quluban khasyi'ah, wa alsinatan dzakirah, wa a'malan shalihatan mutaqabbalah, wa a'idzna minar riya'i wal 'ujbi wa su'il akhlaq.
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.
Wa shallallahu 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan wa ita'i dzil qurba wa yanha 'anil fahsya'i wal munkari wal baghy, ya'izhukum la'allakum tadzakkarun.
Fadzkurullaha al-'azhima yadzkurkum, wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum, wa ladzikrullahi akbar, wallahu ya'lamu ma tashna'un.
Advertisement
Khutbah Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210968/original/055759100_1746521381-WhatsApp_Image_2025-05-06_at_15.43.30.jpeg)
Khutbah Pertama
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina. Man yahdihillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah. Wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Sayyidana Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa ashhabihi ajma'in.
Amma ba'du.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta berusaha memperbaiki diri setiap hari. Ketakwaan bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga dari sejauh mana hati kita tunduk kepada Allah, ikhlas dalam beramal, dan bersih dari penyakit-penyakit hati yang dapat merusak amal kebaikan.
Allah Swt. berfirman:
Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha haqqa tuqatihi wa la tamutunna illa wa antum muslimun.
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali 'Imran: 102)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kita semua menyadari bahwa setiap hari usia kita terus berkurang. Setiap detik yang berlalu bukanlah pertambahan umur, melainkan berkurangnya jatah kehidupan di dunia. Namun, sering kali kita lebih sibuk memikirkan urusan dunia daripada mempersiapkan bekal menuju akhirat. Kita menghitung keuntungan usaha, mengevaluasi pekerjaan, memeriksa kesehatan, bahkan mengecek kendaraan agar tetap layak digunakan. Akan tetapi, sudahkah kita meluangkan waktu untuk mengevaluasi hati kita sendiri?
Inilah yang disebut dengan muhasabah, yaitu mengoreksi diri sebelum Allah menghisab seluruh amal kita pada hari kiamat. Muhasabah adalah kebiasaan orang-orang saleh. Mereka tidak menunggu datangnya musibah atau kematian untuk bertaubat, tetapi setiap hari mereka memeriksa keadaan hati dan amalnya.
Allah Swt. mengingatkan:
Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha waltanzhur nafsun ma qaddamat lighad, wattaqullah. Innallaha khabirun bima ta'malun.
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Mengapa hati harus dikoreksi terlebih dahulu? Karena hati adalah pusat seluruh amal. Rasulullah saw. bersabda:
Ala wa inna fil jasadi mudhghatan, idza shaluhat shaluhal jasadu kulluh, wa idza fasadat fasadal jasadu kulluh. Ala wa hiyal qalb.
Artinya:
"Ketahuilah, di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa akar dari segala perilaku manusia berada di dalam hati. Lisan yang suka berdusta berawal dari hati yang tidak jujur. Mata yang gemar melihat maksiat berawal dari hati yang tidak dijaga. Tangan yang mengambil hak orang lain juga berasal dari hati yang dikuasai oleh keserakahan.
Sebaliknya, hati yang dipenuhi iman akan melahirkan kejujuran, kesabaran, kasih sayang, amanah, serta semangat untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, memperbaiki hati harus menjadi prioritas setiap muslim.
Jamaah rahimakumullah,
Ada beberapa penyakit hati yang perlu kita waspadai.
Pertama adalah riya, yaitu beramal agar dipuji manusia. Amal yang tampak besar bisa kehilangan nilainya apabila dilakukan demi mendapatkan sanjungan, bukan karena Allah.
Kedua adalah hasad, yaitu tidak senang melihat orang lain memperoleh nikmat. Hati yang dipenuhi hasad akan sulit merasakan ketenangan karena selalu membandingkan dirinya dengan orang lain.
Ketiga adalah ujub, yaitu merasa bangga terhadap amal sendiri. Padahal, kemampuan beribadah merupakan karunia Allah. Tanpa pertolongan-Nya, kita tidak akan mampu melakukan satu pun kebaikan.
Keempat adalah takabur, merasa lebih baik daripada orang lain. Kesombongan inilah yang dahulu menyebabkan Iblis menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam.
Kelima adalah cinta dunia secara berlebihan. Dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan tempat singgah untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang kekal.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Muhasabah tidak hanya dilakukan menjelang Ramadan atau ketika tertimpa musibah. Muhasabah hendaknya menjadi kebiasaan setiap hari. Sebelum tidur, tanyakan kepada diri sendiri: apakah hari ini salat saya sudah khusyuk? Apakah ada ucapan yang menyakiti orang lain? Apakah saya sudah meminta maaf ketika berbuat salah? Apakah rezeki yang saya bawa pulang benar-benar halal? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang akan menjaga hati agar tetap hidup.
Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu pernah berkata:
Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu, wa zinu a'malakum qabla an tuzana.
Artinya:
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal itu ditimbang."
Nasihat ini tetap relevan hingga hari ini. Orang yang rajin mengevaluasi dirinya akan lebih mudah memperbaiki kesalahan. Sebaliknya, orang yang merasa dirinya selalu benar akan sulit menerima nasihat.
Marilah kita memperbanyak istigfar, memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta membersihkan hati dari segala penyakit yang dapat menghalangi kita memperoleh rahmat-Nya.
Aqulu qauli hadza wa astaghfirullaha li wa lakum, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.
Khutbah Kedua
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Wa bihi nasta'in 'ala umurid dunya wad din. Wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa ashhabihi ajma'in.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Jangan pernah merasa aman dari dosa, tetapi jangan pula berputus asa dari rahmat Allah. Selama nyawa masih berada di dalam badan, pintu taubat masih terbuka.
Allah Swt. berfirman:
Qul ya 'ibadiyalladzina asrafu 'ala anfusihim la taqnathu mir rahmatillah. Innallaha yaghfirudz dzunuba jami'a. Innahu huwal ghafurur rahim.
Artinya:
"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri! Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Jangan sampai kita menjadi orang yang sibuk mempercantik penampilan, tetapi melupakan kebersihan hati. Jangan sampai rumah kita megah, kendaraan kita mewah, jabatan kita tinggi, tetapi ketika menghadap Allah hati kita dipenuhi kesombongan, iri hati, kebencian, dan dosa yang belum ditaubati.
Rasulullah saw. bersabda:
Innallaha la yanzhuru ila suwarikum wa amwalikum walakin yanzhuru ila qulubikum wa a'malikum.
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)
Oleh sebab itu, marilah kita pulang dari masjid ini dengan tekad baru untuk memperbaiki diri. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan memperbanyak istigfar, memperbaiki ibadah, menjaga lisan, menjaga amanah, menyambung silaturahmi, serta memperbanyak sedekah dan amal saleh.
Doa
Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu'minina wal mu'minat, al-ahya'i minhum wal amwat.
Allahumma thahhir qulubana minan nifaq, wa a'malana minar riya', wa alsinatana minal kadzib, wa a'yunana minal khiyanah.
Allahumma ij'alna min 'ibadika ash-shalihin, waj'al khaira umurina khawatimaha, wa khaira ayyamina yauma nalqak.
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.
Wa shallallahu 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Walhamdulillahi rabbil 'alamin.
Innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan wa ita'i dzil qurba wa yanha 'anil fahsya'i wal munkari wal baghy, ya'izhukum la'allakum tadzakkarun. Fadzkurullaha yadzkurkum, wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum, wa ladzikrullahi akbar, wallahu ya'lamu ma tashna'un.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Khutbah Jumat Muhasabah
1. Apa yang dimaksud dengan muhasabah dalam Islam?
Muhasabah adalah upaya mengoreksi dan mengevaluasi diri, baik amal, niat, maupun akhlak, agar menjadi pribadi yang lebih baik sebelum datang hari hisab di akhirat.
2. Mengapa hati harus dikoreksi sebelum dihisab?
Karena hati merupakan sumber niat dan seluruh amal manusia. Hati yang bersih akan melahirkan amal saleh, sedangkan hati yang dipenuhi penyakit dapat merusak nilai ibadah.
3. Kapan waktu terbaik untuk melakukan muhasabah?
Muhasabah dapat dilakukan setiap hari, terutama setelah menunaikan ibadah, sebelum tidur, atau pada momen-momen istimewa seperti hari Jumat, Ramadan, dan menjelang pergantian waktu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263196/original/030041500_1781866622-petugas_sensus_pertanian_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310444/original/096202200_1785317792-cek_fakta_-_pendamping_PKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3081755/original/098010500_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8928545/original/069471700_1782959067-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__09_23_09_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210968/original/055759100_1746521381-WhatsApp_Image_2025-05-06_at_15.43.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415968/original/014523800_1763436951-Ceramah_Singkat.jpg)