6 Doa untuk Mempertahankan Rumah Tangga saat Banyak Ujian agar Kembali Harmonis

Sebagai penguat batin, umat Islam perlu mengetahui doa untuk mempertahankan rumah tangga saat banyak ujian.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keharmonisan kehidupan berumah tangga tak sekadar urusan kecukupan harta. Tak dipungkiri, kerap terjadi riak dengan penyebab yang kompleks. Sebagai penguat batin, umat Islam perlu mengetahui doa untuk mempertahankan rumah tangga saat banyak ujian.

Allah SWT berfirman sebagaimana termaktub dalam Surah Ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Ayat ini menegaskan bahwa pernikahan bertujuan untuk meraih ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Sayyid Qutub dalam Fi Zilal al-Quran menjelaskan al-Quran yang lemah lembut menggambarkan hubungan lelaki dan perempuan ini dengan gambaran yang amat menarik, seolah-olah gambaran ini diambil dari dalam lubuk hati dan perasaan: 'Supaya kamu tenang tenteram bersamanya dan Dia jadikan di antara kamu rasa kemesraan dan kasih sayang.'

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu (yang merupakan terjemahan dari kitab Hisnul Muslim) menyusun berbagai dzikir dan doa yang dapat diamalkan dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk dalam menghadapi kesulitan rumah tangga.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah kumpulan doa untuk mempertahankan rumah tangga saat banyak ujian.

Doa 1: Doa Keberkahan Rumah Tangga (Doa dari Sahabat Abdullah bin Mas'ud)

Doa ini diberikan oleh sahabat Abdullah bin Mas'ud RA kepada seorang laki-laki yang baru menikah dan khawatir terjadi kebencian di antara keduanya. Sahabat Abdullah bin Mas'ud menyarankan agar ketika mendatangi istrinya, ia melakukan shalat dua rakaat terlebih dahulu, kemudian membaca doa ini.

Arab: اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَهْلِيْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ وَارْزُقْنِيْ مِنْهُمْ وَارْزُقْهُمْ مِنِّي. اَللّٰهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

Latin: Allâhumma bârik lî fî ahlî wa bârik lahum fiyya warzuqnî minhum warzuqhum minnî. Allâhummajma' bainanâ mâ jama'ta ilâ khairin wa farriq bainanâ idzâ farraqta ilâ khairin

Arti: “Ya Allah, berkahilah aku di dalam keluargaku dan berkahilah mereka di dalam diriku. Berilah aku rezeki dari mereka dan berilah mereka rezeki dariku. Ya Allah, kumpulkan kami menuju kebaikan dan pisahkan kami bila Engkau pisahkan menuju kebaikan.”

Doa ini diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud RA. Doa ini mengandung permohonan keberkahan timbal balik antara suami dan istri, serta permohonan agar Allah mempersatukan mereka dalam kebaikan dan memisahkan mereka jika perpisahan itu lebih baik.

Doa 2: Doa Mendekatkan Pasangan saat Konflik

Doa ini dipanjatkan ketika terjadi konflik atau perselisihan dalam rumah tangga, memohon kepada Allah agar mendekatkan hati masing-masing pasangan.

Arab: اَللّٰهُمَّ أَدْنِ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِنْ صَاحِبِهِ

Latin: Allâhumma adni kulla wâhidin minhumâ min shâhibihi

Arti: “Ya Allah, dekatkanlah masing-masing orang ini dengan pasangannya.”

Doa ini dapat diamalkan untuk melembutkan hati suami dan istri serta menjauhkan dari perselisihan. Doa ini juga tercantum dalam berbagai kumpulan doa rumah tangga.

Doa 3: Doa Mohon Ketentraman dalam Rumah Tangga

Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah RA. Doa ini mengandung permohonan ampunan, kelapangan di rumah, dan keberkahan rezeki.

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي ، وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي

Latin: Allohummaghfirli zanbi wa wassi'li fi dari wa barikli fima rozaqtani

Arti: “Ya Allah, ampuni dosa saya, berilah saya rasa kelapangan di rumah saya sendiri, dan berkatilah rezeki saya.”

Doa ini bersumber dari hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah RA. Dalam riwayat tersebut, seorang sahabat mendengar Rasulullah SAW membaca doa ini pada malam hari, lalu beliau bertanya: “Apakah kamu melihat kalimat-kalimat doa tersebut meninggalkan sesuatu?”.

Doa ini mengandung tiga permohonan penting: ampunan dosa, kelapangan di rumah (yang dimaknai sebagai ketentraman, istri atau suami yang saleh, dan anak yang baik), serta keberkahan rezeki.

Doa 4: Doa Memohon Keluarga sebagai Penenang Hati (Doa dari Al-Qur'an)

Doa ini diambil langsung dari Al-Qur'an Surah Al-Furqan ayat 74 dan merupakan doa yang diajarkan Allah bagi orang-orang beriman.

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil-muttaqīna imāmā

Arti: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini terdapat dalam Al-Qur'an dan tercantum dalam berbagai kitab tafsir serta kumpulan doa. Doa ini juga disebutkan sebagai doa keselamatan untuk keluarga menurut Islam.

Doa ini mengandung permohonan agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk mata dan hati, serta permohonan agar dijadikan pemimpin bagi orang-orang bertakwa.

Doa 5: Doa Perlindungan dari Kejahatan Nafs dan Perlindungan Keluarga

Doa ini merupakan gabungan dari doa memohon perlindungan dari kejahatan diri sendiri dan doa perlindungan keluarga dari berbagai bahaya.

Arab: اللَّهُمَّ أَلْهِمْنِي رُشْدِي، وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي

Latin: Allāhumma alhimnī rusydī, wa a'idznī min syarri nafsī

Arti: “Wahai Allah, ilhamkanlah kepadaku kecerdasan dan petunjuk serta lindungilah aku daripada kejahatan nafsuku.”

Doa ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Imran bin Husain RA, bahwa Nabi SAW pernah mengajar bapaknya dua kalimat yang dibaca di dalam doa. Syeikh al-Mubarakfuri dalam Tuhfah al-Ahwazi (9/455) menjelaskan bahwa doa ini bermakna permohonan taufik kepada petunjuk kebaikan dan perlindungan dari kejahatan nafsu yang menjadi tempat tumbuhnya perkara-perkara keji. Doa ini juga dapat digabungkan dengan doa perlindungan keluarga:

Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Latin: A‘ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq

Arti: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa pun yang Dia ciptakan.”

Doa 6: Doa Nabi Daud untuk Ketenteraman Rumah Tangga

Doa ini adalah salah satu doa yang dibaca oleh Nabi Daud AS untuk memohon ketenteraman rumah tangga dan perlindungan dari berbagai fitnah.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ فِتْنَةً ، وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَلَيَّ وَبَالاً ، وَمِنِ امْرَأَةِ السَّوْءِ ، تُقَرِّبُ الشَّيْبَ قَبْلَ الْمَشِيبِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ سَوْءٍ ، تَرْعَانِي عَيْنَاهُ ، وَتَسْمَعُنِي أُذُنَاهُ ، إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا ، وَإِنْ رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا

Latin: Allāhumma innī a'ūdzubika min mālin yakūnu 'alayya fitnatan, wa min waladin yakūnu 'alayya wabālan, wa minimra'atis-sū'i, tuqarribusy-syaiba qablal-masyībi, wa a'ūdzubika min jāri sū'in, tar'ānī 'aināhu, wa tasma'unī udzunāhu, in raā hasanatan dafanaha, wa in raā sayyi'atan adzā'aha

Arti: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari harta yang menjadi fitnah, dari anak yang menjadi bencana, dari istri buruk yang mendekatkan uban sebelum datangnya waktu beruban. Dan aku berlindung kepada-Mu dari tetangga buruk yang matanya mengawasiku dan kedua telinganya mendengarku, yang jika melihat kebaikan ia sembunyikan, dan jika melihat keburukan ia sebarkan.”

Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Thabrani dari Ibnu Abbas RA. Dalam riwayat tersebut disebutkan: “Sebagian doa Nabi Daud adalah...”. Doa ini mencakup perlindungan dari empat hal yang dapat mengganggu ketenteraman rumah tangga: harta yang menjadi fitnah, anak yang menjadi bencana, pasangan yang buruk, dan tetangga yang jahat.

Waktu Mengamalkan Doa untuk Mempertahankan Rumah Tangga

Berikut adalah waktu-waktu yang dianjurkan untuk mengamalkan doa-doa mempertahankan rumah tangga:

1. Setiap Selesai Shalat Fardhu

Waktu setelah shalat fardhu adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Dalam kondisi ini, seorang hamba berada dalam keadaan suci dan baru saja menyelesaikan ibadah yang agung. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang menganjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu-waktu ini.

2. Setiap Pagi dan Petang Hari

Doa untuk keluarga sebaiknya dibaca setiap pagi dan petang sebagai bagian dari dzikir harian. Sebagaimana firman Allah: “Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada pagi dan petang.” (QS. Ghafir: 55).

3. Saat Terjadi Konflik atau Perselisihan

Ketika terjadi konflik atau perselisihan dalam rumah tangga, segeralah memanjatkan doa “Allâhumma adni kulla wâhidin minhumâ min shâhibihi” (Ya Allah, dekatkanlah masing-masing orang ini dengan pasangannya) untuk memohon agar Allah melunakkan hati dan mendekatkan kembali pasangan.

4. Sebelum Menemui Pasangan

Sahabat Abdullah bin Mas'ud RA menganjurkan untuk melakukan shalat dua rakaat terlebih dahulu sebelum menemui istri, kemudian membaca doa keberkahan rumah tangga. Ini menunjukkan pentingnya persiapan spiritual sebelum berinteraksi dengan pasangan.

5. Pada Waktu-Waktu Mustajab

Waktu-waktu mustajab lainnya seperti sepertiga malam terakhir, di antara azan dan iqamah, saat turun hujan, dan pada hari Jumat juga sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa kebaikan bagi keluarga.

Hikmah Mengamalkan Doa untuk Mempertahankan Rumah Tangga

1. Mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pertolongan-Nya

Dengan berdoa, seorang Muslim mengakui bahwa hanya Allah-lah yang mampu memberikan ketenangan dan menyelesaikan segala permasalahan. Doa adalah bentuk ketergantungan penuh kepada Allah yang akan mendatangkan pertolongan-Nya.

2. Melunakkan hati dan menjauhkan dari perselisihan

Doa-doa seperti “Allâhumma adni kulla wâhidin...” secara khusus memohon agar Allah mendekatkan hati pasangan yang sedang renggang. Doa ini dapat melembutkan hati suami dan istri serta memperkuat ikatan keharmonisan.

3. Mendatangkan keberkahan dalam rumah tangga

Doa “Allâhumma bârik lî fî ahlî...” mengandung permohonan keberkahan timbal balik antara suami dan istri. Keberkahan ini akan menjadikan rumah tangga dipenuhi ketenangan, cinta, dan kasih sayang.

4. Menumbuhkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian

Dengan berdoa, seorang Muslim menyadari bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan dan memohon kekuatan kepada Allah untuk menghadapinya. Doa juga menjadi pengingat bahwa setiap ujian adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

5. Menjaga keutuhan rumah tangga dan mencegah perceraian

Doa-doa untuk rumah tangga adalah benteng spiritual yang melindungi dari berbagai ancaman seperti perselingkuhan, KDRT, dan perceraian. Dengan rutin berdoa, pasangan senantiasa diingatkan untuk saling menjaga dan menyayangi.

Pertanyaan Seputar Doa Rumah Tangga Harmonis

1. Doa apa yang dibaca agar rumah tangga harmonis?

Doa yang dibaca agar rumah tangga harmonis adalah “Allâhumma bârik lî fî ahlî wa bârik lahum fiyya...” (Ya Allah, berkahilah aku di dalam keluargaku...) dan “Allâhumma adni kulla wâhidin minhumâ min shâhibihi” (Ya Allah, dekatkanlah masing-masing orang ini dengan pasangannya).

2. Bagaimana cara berdoa saat terjadi konflik rumah tangga?

Saat terjadi konflik, bacalah doa “Allâhumma adni kulla wâhidin minhumâ min shâhibihi” dengan penuh keyakinan, disertai dengan usaha memperbaiki komunikasi dan saling memaafkan.

3. Apa doa Nabi Daud untuk ketenteraman rumah tangga?

Doa Nabi Daud untuk ketenteraman rumah tangga adalah “Allāhumma innī a'ūdzubika min mālin yakūnu 'alayya fitnatan...” yang berisi permohonan perlindungan dari harta yang menjadi fitnah, anak yang menjadi bencana, istri yang buruk, dan tetangga yang jahat.

4. Kapan waktu terbaik membaca doa untuk rumah tangga?

Waktu terbaik membaca doa untuk rumah tangga adalah setelah shalat fardhu, setiap pagi dan petang, saat terjadi konflik, sebelum menemui pasangan, serta pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir.

5. Apakah doa saja cukup untuk mempertahankan rumah tangga?

Doa harus disertai dengan usaha lahiriah seperti komunikasi yang baik, saling menghargai, kesabaran, dan komitmen untuk terus belajar memahami satu sama lain. Doa dan ikhtiar adalah dua hal yang saling melengkapi dalam mempertahankan rumah tangga.