Liputan6.com, Jakarta - Kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara sebelum manusia melangkah ke alam keabadian. Untuk itu, umat Islam perlu istiqamah melaksanakan amalan terbaik sebagai bekal menuju akhirat, agar selamat.
Kematian akan datang tanpa peringatan, memutus segala kenikmatan duniawi. Mengimani kepastian hari pembalasan menuntut kesiapan spiritual yang matang, agar jiwa tidak terjebak dalam penyesalan di alam barzakh.
Allah SWT berfirman, "Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa" (QS. Al-Baqarah: 197). Ayat ini menjadi landasan utama bahwa ketaqwaan dan amal shalih adalah satu-satunya pelindung yang hakiki.
Advertisement
Abu Asma Andre dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur menegaskan pandangan ulama salaf bahwa amal ibadah akan bertransformasi menjadi pembela di ruang kubur. Amal inilah yang menjadi perisai dari dahsyatnya siksa.
Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah amalan terbaik menuju akhirat:
1. Menjaga Shalat Wajib dan Menyempurnakan Thaharah
Menjaga shalat lima waktu serta kebersihan diri (terutama dari najis) adalah pertahanan pertama dan utama di alam kubur. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila mayit diletakkan di dalam kuburnya... maka shalat akan datang dan berada di arah kepalanya, puasa berada di sebelah kanannya, zakat di sebelah kirinya..." (HR. Ibnu Hibban).
Dalam hadits lain, Nabi SAW juga memperingatkan siksa kubur akibat kelalaian bersuci dari air kencing.
Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut memaparkan bahwa shalat dan ibadah wajib lainnya akan memblokir kedatangan malaikat azab.
Shalat secara harfiah akan menjaga mayit dari arah kepala, bertindak sebagai pengacara gaib yang berkata, "Tidak ada jalan masuk dari arahku."
2. Sedekah Jariyah
Berinvestasi pada amal yang manfaatnya terus bergulir adalah strategi terbaik mengumpulkan "passive income" pahala di akhirat.
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya" (HR. Muslim).
Sutejo Ibnu Pakar dalam Buku Tradisi Amaliyah Warga NU Tahlilan, Hadiyuan, Dzikir, Yasinan, Ziarah Kubur menjelaskan bahwa wakaf pembangunan masjid, menyantuni anak yatim, atau bahkan sekadar menyajikan hidangan dengan niat sedekah dalam majelis doa, pahalanya tidak akan pernah terputus dan akan terus menerangi ruang kubur sang mayit.
3. Memperbanyak Istighfar dan Doa Perlindungan
Memohon ampunan secara konsisten dan meminta perlindungan langsung kepada Allah adalah cara efektif menghapus dosa-dosa harian.
Rasulullah SAW mengajarkan doa sebelum salam dalam shalat: "Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam wa min 'adzabil qabri..." (Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahanam dan azab kubur).
Dalam Buku Amalan-Amalan Pelebur Dosa, Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi menjelaskan bahwa memperbanyak istighfar berfungsi layaknya air yang mencuci kotoran pada pakaian. Dosa yang terhapus di dunia tidak akan lagi dituntut di alam kubur. Rutin membaca doa perlindungan di tasyahud akhir adalah wujud tawakal tertinggi kepada Allah.
Sedekah jariyah mencakup berbagai bentuk, di antaranya:
a. Wakaf: Menyumbangkan harta untuk kepentingan umum seperti membangun masjid, sekolah, rumah sakit, atau sumur air. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa wakaf termasuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan.
b. Membangun Infrastruktur Ibadah: Membangun masjid, mushola, atau tempat ibadah lainnya. Setiap orang yang shalat di dalamnya, maka pahalanya akan mengalir kepada orang yang membangunnya. Dalam kitab Tanbih al-Ghafilin, Abu Laits as-Samarqandi menyebutkan bahwa membangun masjid termasuk amalan yang paling utama.
c. Menanam Pohon yang Bermanfaat: Setiap pohon yang ditanam dan memberikan manfaat bagi manusia atau hewan, pahalanya akan terus mengalir. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim menanam pohon kemudian dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya." (HR. Muslim)
4. Mengirimkan Doa, Tahlil, dan Hadiyuwan untuk Ahli Kubur
Bagi kerabat yang masih hidup, mendoakan mereka yang telah wafat adalah amalan mulia yang memastikan tali kasih sayang lintas dimensi tetap terjalin.
Firman Allah, "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami...'" (QS. Al-Hasyr: 10).
Sutejo Ibnu Pakar melalui Buku Tradisi Amaliyah Warga NU merincikan bahwa amalan komunal seperti Tahlilan, Yasinan, dan Ziarah Kubur sangat krusial. Hadiah pahala (hadiyuwan) berupa lantunan kalimat tauhid dan Al-Fatihah yang dikirimkan kerabat akan menembus batas alam barzakh, menghadirkan ketenangan, serta mengangkat derajat mayit di sisi Allah.
5. Ilmu yang Bermanfaat: Warisan Terbaik dari Seorang Muslim
Ilmu yang diajarkan dan diamalkan oleh orang lain merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun." (HR. Muslim)
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Kitab ar-Ruh menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada orang lain. Ilmu tersebut akan menjadi cahaya bagi pemiliknya di alam kubur dan menjadi penolong saat menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir.
Bentuk-bentuk ilmu yang bermanfaat antara lai; Mengajarkan Al-Qur'an dan ilmu agama kepada orang lain, menulis buku atau kitab yang bermanfaat, mendirikan lembaga pendidikan, dan menyebarkan konten keislaman yang bermanfaat.
6. Anak Saleh yang Mendoakan, Doa yang Tak Terputus
Anak saleh yang mendoakan orang tuanya merupakan salah satu amalan yang terus mengalir pahalanya. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: ... atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Dalam kitab I'anatuth Thalibin, Syekh Abu Bakar Syatha menjelaskan bahwa doa anak saleh sangat bermanfaat bagi orang tuanya yang telah meninggal. Bahkan, seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya semasa hidup dan mendoakannya setelah mati akan mendapatkan pahala yang besar.
Tradisi tahlilan, sebagaimana dijelaskan dalam Buku Tradisi Amaliyah Warga NU karya Sutejo Ibnu Pakar, merupakan salah satu bentuk doa yang dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal. Dalam upacara tahlilan, keluarga dan jamaah berkumpul untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an, kalimat tahlil, dan mendoakan kebaikan bagi mayit.
7. Menjaga Lisan dari Perbuatan Maksiat
Salah satu amalan terbaik sebagai bekal menuju akhirat adalah menjaga lisan dari perkataan yang buruk. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang menjaga apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin surga baginya." (HR. Bukhari)
Menjaga lisan dari ghibah, namimah (adu domba), dusta, dan perkataan sia-sia merupakan amalan yang sangat mulia. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa seseorang disiksa di kuburnya karena tidak menjaga diri dari air kencing dan suka mengadu domba. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga lisan dan kesucian diri.
8. Silaturahim dan Berbuat Baik kepada Sesama
Silaturahim dan berbuat baik kepada sesama merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim." (HR. Bukhari)
Imam Ibnu Qayyim dalam Kitab ar-Ruh menjelaskan bahwa amalan kebaikan kepada sesama akan menjadi teman setia di alam kubur. Perbuatan baik seperti membantu orang lain, memuliakan tetangga, dan menyambung tali silaturahim akan menjadi bekal yang sangat berharga di akhirat.
9. Istiqamah dalam Kebaikan
Istiqamah atau konsistensi dalam melakukan kebaikan adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling kontinu (istiqamah) walaupun sedikit." (HR. Muslim)
Amalan yang sedikit tetapi dilakukan secara konsisten lebih baik daripada amalan yang banyak tetapi hanya sesekali dilakukan. Istiqamah dalam membaca Al-Qur'an, shalat malam, dzikir, dan sedekah akan menjadi bekal yang sangat berharga di akhirat.
10. Persiapan Menghadapi Kematian dengan Taubat
Taubat sebelum kematian merupakan amalan terbaik sebagai bekal menuju akhirat. Imam Ibnu Qayyim dalam Kitab ar-Ruh menjelaskan bahwa hendaklah seorang hamba duduk sebentar dengan menyebut nama Allah sebelum tidur untuk melakukan muhasabah atas diri sendiri.
Ia menghitung kembali segala kerugian dan keuntungan yang telah didapat dalam satu hari yang baru saja berlalu.
Setelah itu, hendaklah ia memperbaiki taubatnya dengan taubat yang tulus di hadapan Allah, lalu tidur dalam pertobatan itu sembari bertekad untuk tidak mengulangi dosa yang telah dilakukannya apabila bangun dari tidur. Jika ia mati pada malam itu juga, maka ia mati dalam taubat.
Hikmah Melaksanakan Amalan Terbaik sebagai Bekal Menuju Akhirat
· Menghancurkan Sifat Hedonisme (Hubbud Dunya): Fokus pada bekal akhirat akan menyadarkan jiwa bahwa harta dan jabatan tidak akan dibawa mati, sehingga manusia menjadi lebih zuhud.
· Mendapatkan Kelapangan dan Cahaya di Alam Barzakh: Amal shalih yang dikerjakan secara konsisten akan bermanifestasi menjadi cahaya benderang dan memperluas ruang sempit di liang lahat.
· Menghindari Penyesalan Abadi: Membekali diri sejak dini memastikan hamba tidak menjadi golongan yang berteriak memohon dikembalikan ke dunia karena ingin beramal shalih.
· Menjadi Kaffaratudz Dzunub (Pelebur Dosa): Rutinitas istighfar, wudhu, dan sedekah akan secara otomatis mengikis dosa-dosa harian sebelum maut tiba.
· Mempererat Silaturahmi Melalui Doa: Tradisi saling mendoakan memastikan bahwa kasih sayang umat Islam tidak terputus, memberikan jaminan syafaat dari anak dan kerabat yang ditinggalkan.
Pertanyaan Seputar Amalan Untuk Bekal di Akhirat
1. Apa amalan terbaik untuk bekal di akhirat?
Amalan yang paling utama adalah menjaga ketauhidan (akidah yang lurus), mendirikan shalat lima waktu tepat pada waktunya, serta merutinkan sedekah jariyah dan amal sosial yang manfaatnya berkelanjutan.
2. Apakah sedekah jariyah bisa menolong di alam kubur?
Sangat bisa. Rasulullah SAW menjamin bahwa sedekah jariyah (seperti membangun masjid, mewakafkan tanah, atau memfasilitasi ilmu) pahalanya akan terus mengalir layaknya arus air yang menyejukkan ahli kubur.
3. Mengapa Surah Al-Mulk penting sebagai bekal akhirat?
Karena Surah Al-Mulk secara khusus dijuluki oleh para sahabat Nabi sebagai Al-Maani'ah (penghalang), yang bertugas secara aktif melindungi pembacanya dari berbagai bentuk siksaan di alam kubur.
4. Apakah doa anak shalih benar-benar sampai kepada orang tua yang sudah meninggal?
Ya, berdasarkan hadits mutawatir, doa permohonan ampun dari anak yang shalih adalah salah satu dari tiga amalan yang pahalanya menembus alam barzakh dan mampu mengangkat derajat orang tua di akhirat.
5. Apa doa yang diajarkan Nabi agar terhindar dari siksa kubur?
Nabi SAW sangat menganjurkan membaca doa "Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid-dajjal" di dalam shalat setelah membaca tasyahud akhir sebelum salam.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515491/original/005117600_1772177639-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-27T142917.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306125/original/027820500_1784862750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T101123.644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483872/original/083132600_1769405420-IMG-20260125-WA0119.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306113/original/029197800_1784861666-IMG_20260723_184108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306111/original/047210300_1784860114-IMG_9611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306100/original/021409100_1784860004-908978.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5018343/original/061776200_1732336344-apa-itu-alam-kubur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306061/original/019106700_1784856233-403503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306058/original/007260600_1784855925-403291.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306045/original/057827700_1784848693-20260723_170042.jpg)