Wamenhaj Minta Pejabat Daerah Hentikan Satu Kebiasaan saat Sambut Jemaah Haji

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak meminta pemerintah daerah mempercepat proses kepulangan jemaah haji dan menghindari seremoni yang berpotensi menguras energi mereka.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 16:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta pemerintah daerah tidak menggelar terlalu banyak acara seremonial saat menyambut kepulangan jemaah haji di debarkasi. Menurutnya, jemaah membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani rangkaian ibadah dan perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Dahnil mengapresiasi dukungan gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh pemimpin daerah yang telah membantu pelayanan jemaah haji sejak proses keberangkatan hingga kepulangan. Namun, ia mengingatkan agar penyambutan tidak memperlambat proses kepulangan jemaah ke rumah masing-masing.

“Mohon dipahami oleh para pejabat di daerah agar tidak terlalu banyak acara-acara seremonial karena jamaah haji kita itu sudah cukup letih, sudah cukup capek agar kemudian bisa dipercepat untuk kembali ke kediamannya masing-masing,” kata Dahnil kepada Tim Media Center Haji di Jeddah, Rabu (3/6/2026).

Pemerintah, lanjut Dahnil, telah menyiapkan skema percepatan layanan kedatangan jemaah di sejumlah bandara. Kementerian Haji dan Umrah RI bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memanfaatkan teknologi pengenalan wajah di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda Surabaya.

Melalui sistem tersebut, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan paspor secara manual setibanya di Indonesia. Setelah proses identifikasi wajah di gerbang kedatangan, mereka dapat langsung menuju bus untuk melanjutkan perjalanan ke asrama haji dan daerah asal.

“Kami mohon dengan sangat agar tidak ada lagi acara-acara seremonial yang berlebihan, yang memakan waktu dan menyita energi para jamaah haji,” ujarnya.

Selain mempercepat layanan kepulangan, pemerintah juga menyiapkan program pembinaan berkelanjutan bagi jemaah setelah kembali ke Indonesia. Menurut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah tidak hanya bertugas menyelenggarakan ibadah haji, tetapi juga membina jemaah setelah menunaikan ibadah.

Program tersebut akan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Bina Haji dan Umrah melalui kantor wilayah dan aparatur kementerian di daerah.

“Salah satu tugasnya adalah merawat kemabruran jamaah haji,” kata Dahnil.

 

Konsep Tiga Sukses Haji

Dahnil menjelaskan, kemabruran tidak hanya tercermin saat jemaah berada di Tanah Suci, tetapi juga melalui perubahan perilaku dan kontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pembinaan pascahaji itu akan mengacu pada konsep tiga sukses haji, termasuk sukses peradaban dan keadaban. Pemerintah berharap para jemaah dapat meningkatkan kualitas akhlak sekaligus memperkuat peran sosialnya di lingkungan masing-masing.

“Semakin tinggi keadabannya, semakin baik akhlaknya, dan semakin besar kontribusinya pada masyarakat. Itu yang ingin terus kami dorong melalui pembinaan pascahaji,” tandasnya.